Usai Rp 2,4 Triliun, Norwegia Mau Guyur Lagi Dana ke Indonesia Atasi Perubahan Iklim

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya melakukan pertemuan dengan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger Giverin di Jakarta. Pertemuan ini dilakukan untuk membahas lebih lanjut penerapan pendanaan tahap ke-4 atas kerjasama kedua negara. 

Secara khusus, pertemuan ini juga mengawali proses verifikasi atas kontribusi berbasis hasil (Result Based Contribution/RBC) tahap keempat untuk pengurangan emisi. Proses verifikasi bakal mencakup semuanya hasil nan tersedia dari total pengurangan emisi dari deforestasi dan rimba degradasi (REDD+).

Menteri Siti menekankan bahwa kemitraan ini dibangun atas dasar kesetaraan dan didasarkan pada bukti berasas fakta. Dengan begitu, kerja sama ini juga bakal memungkinkan kedua belah pihak mengambil tindakan nyata berbareng untuk mencapai tujuan suasana negara kita masing-masing.

Menteri Siti menjelaskan untuk RBC pertama, kedua, dan ketiga sudah selesai sampai dengan Januari kemarin. Hingga pada tahap ketiga itu, kontribusi nan dihasilkan kurang lebih USD 156 juta alias sekitar Rp 2,4 triliun (kurs 15.586 per USD)

“Buat kita sebetulnya bukan soal uangnya, nan lebih krusial adalah lantaran dengan demikian Norwegia memberikan pengakuan bahwa Indonesia cukup baik di dalam melakukan aksi-aksi mitigasi iklim,” ungkapnya dikutip Selasa (13/2/2024).

Krisis Iklim

Lebih lanjut, Menteri Siti mengatakan saat ini Indonesia juga tengah berupaya mengatasi krisis suasana mulai dari tingkat akar rumput, termasuk melalui penerapan Indonesia FOLU Net Sink 2030. Melalui kerja sama ini, dia optimis tujuan tersebut bakal dapat dipenuhi.

Menanggapi perihal tersebut, Dubes Rut Kruger mengungkapkan Norwegia sangat bangga atas kemitraan dengan Indonesia. Ia juga menyatakan Indonesia memimpin dengan memberikan contoh, gimana negara ini bisa mengurangi emisi dari deforestasi. Hal ini adalah sesuatu nan kudu diakui di tingkat global.

“Seperti nan dijelaskan Menteri Siti Nurbaya, kami telah mengucurkan USD 156 juta sebagai kontribusi atas hasil nan sangat mengesankan di Indonesia. Menurut kami perihal tersebut juga tidak lepas dari kepemimpinan Menteri Siti Nurbaya, betul-betul merupakan contoh kelas dunia,” ungkapnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Perubahan Iklim

Lebih lanjut, Dubes Rut Kruger menyampaikan argumen Norwegia melakukan perihal ini adalah lantaran perubahan suasana merupakan tantangan global.

Indonesia dinilai telah melakukan pekerjaan nan sangat mengesankan dan mempunyai makna krusial bagi seluruh dunia. Jadi tidak hanya di Indonesia, tapi juga di tingkat global.

“Dan saya pikir Norwegia dan Indonesia sekarang menunjukkan contoh nan sangat baik tentang gimana negara-negara barat dan negara-negara dengan banyak rimba hujan dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan iklim. Maka dengan itu, saya rasa sekali lagi kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Indonesia dan kami sangat menantikan untuk melanjutkan kerjasama kami,” katanya.

Pakar Masih Pertanyakan Implementasi Transisi Energi Para Capres 2024

Sebelumnya, seluruh Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) diketahui memuat sejumlah ambisi dan komitmen melaksanakan transisi energi. Namun, proses implementasinya dinilai tetap menjadi pertanyaan.

Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, mengatakan setiap kata kunci soal transisi daya sudah masuk dalam visi-misi setiap Capres. Meski begitu, perihal tersebut tetap sebatas pada lingkup makro, dan belum merujuk pada tahapan implementasi.

"Saya tidak bisa menelaah secara rinci semuanya, tapi saya lihat kata kunci itu ada di semuanya, tapi gimana implementasinya itu buat saya tetap tanda tanya," ujar Ilham dalam Diskusi Publik The Habibie Center, di Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Dia pun mewajarkan jika wacana-wacana transisi nan dibawa setiap capres tidak dituangkan secara rinci. Dia memandang komitmen itu bisa jadi dituangkan dalam rencana penerapan ketiga capres.

Ilham melihat, rencana Capres Prabowo Subianto misalnya, nan tetap melekat dengan program-program nan dijalankan oleh pemerintah saat ini. Mengingat, Prabowo merupakan bagian dari kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pasangannya, Gibran Rakabuming Raka adalah putra sulung Kepala Negara.

"Jadi meneruskan apa nan sudah melangkah saat ini, tentu ada hilrisasi, tentu ada program-program nan saat ini sudah berjalan," kata dia.

Sementara itu, Anies Baswedan nan mengusung perubahan, dinilai bakal memberikan sedikit pembeda dari corak pemerintah sekarang. Misalnya, adanya usulan keterlibatan masyarakat dalam transisi energi.

"Seperti nan saya katakan, partisipasi masyarakat, jika diizinkan juga mereka bisa menjadi produsen, dalam makna kata misalnya kincir angin nan jarang bisa melangkah di Indonesia lantaran memang Indonesia bukan negara angin, tapi untuk solar panel mungkin itu bisa," tuturnya.

Masyarakat Sadar Pentingnya Energi Bersih

Kendati begitu, Ilham memandang jika para calon pemilih nanti, termasuk generasi milenial dan generasi muda sudah mulai sadar pentingnya transisi daya ke daya baru terbarukan. Tujuannya, termasuk untuk mengejar ambisi nol emisi karbon.

"Saya kira pada dasarnya mereka sadar bahwa generasi saat ini, milenial nan lebih muda sangat sadar mengenai keperluan kita mempunyai satu rencana daya nan menuju ke daya terbarukan nan juga ke net zero lantaran jika itu juga tidak kita perhatikan, kita sendiri sebagai negara bis amenajdi salah satu korban," urainya.

Mengingat lagi, berkaca pada banyak analisis, Indonesia masuk dalam daftar negara nan rentan terdampak imbas dari perubahan suasana global.

"Karena kita negara kepulauan dengan banyak pulau nan memang tidak terlalu tinggi jadi kita terancam sekali, jadi saya kira itu ada di dalam akal para voters dan itu nan disebut oleh semua paslon dengan langkah nan sedikit berbeda," pungkasnya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6