UMP Jakarta 2024 Naik Jadi Rp 5,06 Juta, Intip Cara Atur Keuangan bagi Fresh Graduate

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Upah Minimum Provinsi alias UMP Jakarta 2024 naik 165.583 menjadi Rp 5.067.381. Pada 2023, UMP Jakarta sebesar Rp 4.901.798.

"Jadi rupiahnya dari Rp 4,9 juta jadi Rp 5.067.381 (UMP 2024),” ujar Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, seperti dikutip dari Kanal Bisnis Liputan6.com, Selasa, 21 November 2023.

Sebelumnya, Heru menuturkan, pihaknya bakal menetapkan UMP 2024 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023.

Dalam sidang Dewan Pengupahan, Pemprov DKI merekomendasikan UMP Jakarta 2024 sebesar Rp5.067.381. Nominal ini bertambah Rp165.583 alias 3,378 persen dari UMP 2023 sebesar Rp4.901.798.

Perencana Keuangan OneShildt Financial Mohamad Andoko menuturkan, kenaikan UMP juga diikuti kenaikan peralatan lainnya. Ia mengatakan, seseorang nan baru lulus kuliah alias fresh graduate biasanya mendapatkan penghasilan sesuai UMP.

"Kecuali MT dan melamar di perusahaan besar biasannya penghasilan buat fresh graduate bakal lebih tinggi dari UMP,” kata Andoko saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (22/11/2023).

Bagi Anda baru lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan pertama, menghasilkan penghasilan pertama adalah perihal menyenangkan dan membanggakan. Namun, penghasilan tersebut juga perlu dikelola dengan bijak untuk masa depan dan membangun kebiasaan baik menabung.

"Jangan sampai terjebak budget pas-pasan tetapi jiwa sosialita. Jangan menjadi korban style hidup. Di bagian awal (saat terima gaji-red) sisihkan 10 persen-20 persen untuk menabung. Belajar menabung,” ujar Andoko.

Ia menuturkan, belajar menabung dari gaji pertama untuk mempunyai biaya darurat. Dengan menyisihkan penghasilan untuk menabung sehingga membangun kebiasaan baik dan mengendalikan keinginan. Baru setelah terbentuk kebiasaan menabung tersebut, menurut Andoko dapat dipakai untuk investasi.

"Misalkan UMP 5 juta, sisihkan 10 persen sekitar Rp 500 ribu untuk mencapai biaya darurat Rp 15 juta. Itu butuh waktu sekitar 30 bulan,” kata dia.

Tips Menabung

Kemudian pos lainnya dari penghasilan tersebut, menurut Andoko dapat digunakan untuk konsumsi. “80-90 persen digunakan untuk konsumsi. Misalkan jika memakai transportasi pribadi seperti motor, dipakai untuk biaya transportasi, makan,” kata dia.

Adapun pengganti pengelolaan penghasilan, menurut Andoko, ialah 10-20 persen untuk menabung dan investasi, 35 persen utang, dan sisanya untuk konsumsi.

Andoko juga mengingatkan, sebagai tenaga kerja juga untuk menyisihkan 10 persen anggaran untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan. “Bisa training, seminar. Kalau kompetensi makin bagus, kelak dia punya daya tawar lebih baik. Hal ini sering kali diabaikan karyawan,” kata dia.

Tips Menabung

Andoko memberikan tips agar disiplin menabung. Ia menyarankan agar mempunyai tabungan rencana alias rekening terpisah dari rekening harian.”Potong di depan alias auto debet. Bisa auto debet ke tabungan, reksa dana. Mau tidak mau hidup dengan sisa penghasilannya. Tapi di depan sudah disisihkan untuk menabung,” kata dia.

Jika mendapatkan bingkisan dan tunjangan hari raya (THR), Andoko menuturkan, agar dapat dimasukkan ke tabungan rencana.

Alasan Pemerintah Tetapkan UMP

Sementara itu, dikutip dari Antara, Dirjen Pembinaan Hubungan Hubungan Industrian dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Indah Anggoro menuturkan, kebijakan penetapan  bayaran minimum hanya untuk pekerja dengan masa kerja satu tahun ke bawah. Hal ini bermaksud untuk menjaga pekerja itu tidak terjebak dalam kemiskinan lantaran dibayar bayaran murah.

"Supaya terhindar dari bayaran murah maka pemerintah melalui PP ini untuk memberikan perlindungan bagi pekerja dengan masa kerja satu tahun ke bawah,” ujar dia, Selasa, 21 November 2023.

Selain itu, dia menuturkan, PP Nomor 51 Tahun 2023 tentang pengupahan juga bermaksud menjaga daya beli pekerja sehingga diharapkan bakal berkontribusi terhadap perputaran ekonomi di wilayahnya masing-masing. “Kalau untuk masa kerja nan di atas satu tahun itu konsentrasi pada output kerja, produktivitas dengan menggunakan instrument Struktur Skala Upah dan keahlian perusahaan,” ujar dia.

Indah menuturkan, dalam PP Nomor 51 Tahun 2023 itu terdapat formula untuk merumuskan kenaikan bayaran minimum dan indeks nan disimbolkan dalam alpha nan mempunyai rentang 0,1-0,3. Ia mengatakan, indeks alias alpha itu adalah kontribusi ketenagakerjaan dalam pembangunan ekonomi di suatu wilayah.

“Jadi pembangunan ekonomi di suatu wilayah tidak ditopang oleh ketenagakerjaan saja, dalam obrolan kami dengan para master ekonomi, demografi, statistic, akademisi nan ada di dalam majelis pengupahan nasional rupanya kontribusi ketenagakerjaan dalam suatu wilayah rata-ratanya 0,1-0,3 dalam suatu wilayah,” kata dia.

Rekomendasi UMP Jakarta dari Buruh dan Pengusaha

Sebelumnya diberitakan, dalam keterangan tertulis, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Hari Nugroho menyebut bahwa rekomendasi UMP Jakarta tahun 2024 dari unsur pengusaha sekitar Rp5 juta.

"Anggota Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta unsur Organisasi Pengusaha mengusulkan besaran nilai UMP DKI Jakarta Tahun 2024 menggunakan formula nan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan dengan menggunakan alfa 0,20 dari pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta, sehingga UMP DKI Jakarta Tahun 2024 menjadi sebesar Rp 5.043.068," kata Hari.

Sementara, golongan pekerja memberikan rekomendasi nilai UMP 2024 sebesar Rp5,6 juta. Mereka tak menggunakan formula (PP) Nomor 51 Tahun 2023 nan menjadi referensi pemerintah pusat.

"Anggota Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta unsur serikat pekerja/serikat pekerja mengusulkan besaran nilai UMP DKI Jakarta Tahun 2024 naik sebesar 15 persen dengan rincian menggunakan formula Inflasi DKI Jakarta 1,89 persen, ditambah pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta 4,96 persen, ditambah indeks tertentu 8,15 persen menjadi sebesar Rp5.637.068," urai Hari.

Lalu, unsur pemerintah juga memberikan rekomendasi nan merujuk pada PP Nomor 51 Tahun 2023.

"Anggota Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta unsur Pemerintah mengusulkan besaran nilai UML DKI Jakarta Tahun 2024 berasas formula nan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 dengan menggunakan alfa 0,30 dari Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta sehingga UMP DKI Jakarta Tahun 2024 menjadi sebesar Rp5.067.381," ujar dia.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6