Tiket Bermasalah hingga Gerbang Jebol, Kemendag Panggil Promotor Konser Coldplay

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag)  memanggil promotor konser Coldplay nan berjalan di Jakarta. Pemanggilan ini mengenai banyaknya pengaduan konsumen soal pembelian tiket.

Direktur Jenderal PKTN Kemendag Moga Simatupang mengatakan, Kemendag memanggil PT Mitra Muda Jaya (PK Entertainment) nan merupakan penyelenggara konser grup band asal Inggris, Coldplay.

"Kemendag menindaklanjuti pengaduan konsumen, dalam perihal ini pembeli tiket konser musik Coldplay nan merasa dirugikan. Terkait perihal itu, kami telah berjumpa dan meminta penjelasan PK Entertainment selaku penyelenggara konser musik tersebut," ujar dia dikutip dari Antara, Senin (4/12/2023).

Penyelenggaraan perlindungan konsumen terus ditingkatkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi konsumen Indonesia.

Konsumen nan merasa dirugikan atas pembelian tiket pada situs web resmi, namun tidak bisa dipindai dan tidak bisa masuk dapat menunjukkan bukti-bukti nan sah dan menghubungi pelaku upaya melalui surel ke alamat support@loket.com untuk diproses lebih lanjut.

Ditjen PKTN berkuasa melakukan pembinaan terhadap pelaku upaya untuk menjamin dipenuhinya kewenangan dan tanggungjawab konsumen serta pelaku usaha.

Hal ini termasuk pembinaan dan pengawasan di sektor jasa pariwisata dalam bagian promotor musik atas persoalan konsumen dalam penyelenggaraan konser Coldplay.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Legal PK Entertainment Joy Munthe menyampaikan, PK Entertainment bertanggung jawab atas pembelian tiket secara resmi melalui tautan www.coldplayinjakarta.com nan dikirimkan melalui alamat surel konsumen nan terdaftar saat pembelian dalam corak tiket-el (electronic ticket).

Tiket-el mempunyai kode unik nan bakal dipindai dengan pemindai kode batang (scanner barcode) saat konsumen memasuki letak konser.

Terkesan Ricuh

Joy menjelaskan, terjadinya persoalan tiket dobel dikarenakan adanya oknum nan membeli tiket dari situs web resmi, kemudian tiket tersebut dijual kembali kepada pihak lain dengan menduplikasi tiket dan kode unik.

Pemindai hanya bakal membaca satu kali kode unik. Apabila terjadi duplikasi, kode unik tersebut tidak dapat digunakan.

Lanjut Joy, mengenai persoalan gerbang tiket ultimate nan jebol, PK Entertainment telah menempatkan tim keamanan dan pengendali kerumunan di setiap gerbang untuk mengatur antrian.

Kondisi ultimate gate nan terkesan ricuh disebabkan visitor berdempetan masuk. Pengecekan dilakukan juga secara manual terhadap visitor nan masuk melalui ultimate gate

Pengaduan lainnya mengenai penyelenggaraan konser Coldplay, antara lain mengenai antrian penonton nan kurang memadai dan berantakan, antrian panjang gerai makanan, serta beberapa visitor nan pingsan.

"Kami sudah menginformasikan kepada visitor mengenai alur antrian, gerbang masuk, dan kategori tiket sebagaimana tertera pada tiket-el. Hal-hal nan tidak diinginkan tersebut terjadi lantaran adanya kemungkinan konsumen tidak mengikuti pedoman nan telah dicantumkan," kata Joy.

Muncul Lagi Kasus Penipuan Tiket Konser Coldplay, Kali Ini Kerugiannya Rp1,2 Miliar

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan kembali mengusut kasus dugaan penipuan dengan modus jual beli tiket konser Coldplay. Kali ini kerugiannya mencapai Rp1,2 miliar.

"Ada laporan lagi. Kerugian nan paling tinggi Rp1,2 miliar," kata Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi saat dikonfirmasi, Rabu (22/11/2023).

Adapun, terlapor dalam kasus ini seorang swasta berinisial DA. Hal ini berbeda dengan pengungkapan kasus sebelumnya nan sempat menjerat RA dengan korban artis Susan Sameh.

Termasuk Ghisca Debora Aritonang, tersangka kasus penipuan 2.268 tiket dari enam laporan dengan total kerugian mencapai Rp5,1 miliar, nan saat ini ditangani Polres Metro Jakarta Pusat.

"Berbeda terlapornya. nan kerugian Rp1,2 miliar itu 1 LP (laporan). Namun dari beberapa korban," kata Henrikus.

Terkait dengan kasus DA ini, diketahui jika korban nan merupakan reseller, turut melaporkan telah ditipu sebanyak 310 tiket konser nan dijanjikan DA.

"Ada beberapa korban, lantaran itu dia sistemnya nitip beli kepada si pelapor reseller. Baru di reseller ini meneruskan duit itu kepada si terlapornya. Pemesanan 310 tiket nan Rp1,2 miliar," ujar Henrikus.

"Masih kami profiling terus, kami mau melakukan pengungkapan upaya. Masih dalam proses. Iya pelaku (DA) diburu," tambahnya.

Polres Metro Jakarta Pusat saat ini sedang menangani kasus penipuan tiket konser Coldplay dengan tersangka Ghisca Debora Aritonang (19). Tidak tanggung-tanggung, kerugian nan ditimbulkan oleh mahasiswi Universitas Trisakti itu mencapai Rp5,1 miliar.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6