Ternyata Ini Alasan Bea Cukai Super Ketat Awasi Barang Impor

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengungkapkan argumen ketatnya pengawasan sekaligus penindakan nan dilakukan Bea Cukai atas peralatan impor terlarangan maupun bermasalah. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk kepentingan negara.

Askolani menyebut, jika barang impor ilegal dibebaskan masuk ke dalam negeri bakal menganggu perekonomian Indonesia.

"Jika, nggak dijaga ekonomi bisa terganggu," kata Askolani kepada awak media di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024).

Askolani mencontohkan, sejumlah peralatan terlarangan nan berpotensi menimbulkan kerugian negara adalah rokok dan pita cukai ilegal. Menurutnya, golongan peralatan tersebut cukup mendominasi hasil penindakan nan dilakukan Bea Cukai.

"Tangkapan kami di rokok terlarangan dan pita cukai paling signifikan, dan itu jika dibiarkan barang-barang ilegal, kemudian masuk ke dalam negeri itu bisa usik ekonomi nan legal," bebernya.

Dia menambahkan, masuknya peralatan impor terlarangan lainnya juga berpotensi untuk merugikan pelaku UMKM domestik. Menyusul, nilai peralatan nan di jual lebih murah di bawah pasaran dalam negeri.

Adapun, negara asal peralatan impor terlarangan terbesar  dari Hongkong, China, Malaysia hingga Singapura. Sementara barang-barang terlarangan nan sukses diamankan Bea Cukai antara lain produk olahan tembakau dan turunannya hingga makanan dan minuman.

"Penindakan ini nan paling banyak dari Hongkong kedua peralatan masuk dari Tiongkok, Malaysia, UAE dan Singapura. Pemasukan dari sana ditindak kawan teman Bea Cukai bentuknya hasil tembakau, tekstil, narkotika, minuman beralkohol dan makanan dan minuman," urainya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Menkeu Sri Mulyani Laporkan Masalah di Bea Cukai ke Jokowi

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melaporkan sejumlah masalah nan terjadi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Rabu (15/5/2024). Hal ini menyusul keahlian Bea Cukai nan viral di media sosial.

"Saya laporkan Bea Cukai dan pembahasan mengenai apa nan terjadi situasi nan dihadapi oleh seluruh jejeran di lapangan nan viral-viral, dan penyebab dari sisi peraturan, penyebab dari sisi prosedur nan kudu diperbaiki anak buah kita," kata Sri Mulyani kepada wartawan usai berjumpa Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Menurut dia, masalah di Bea Cukai terjadi dikarenakan teknologi nan berkembang sangat cepat. Selain itu, kata Sri Mulyani, volume aktivitas dan beban nan sangat besar juga menjadi salah satu penyebab.

"Itu semua kami sampaikan, dan kami bakal terus mengambil langkah-langkah untuk perbaikan untuk memperbaikinya," jelasnya.

Kendati begitu, Sri Mulyani tak membeberkan tanggapan Jokowi atas masalah nan terjadi di Bea Cukai. Dia juga tutup mulut saat ditanya apakah Jokowi bakal menggelar rapat unik untuk membahas masalah Bea Cukai.

Banyak Kasus

Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyadari banyaknya kasus di Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) nan menjadi sorotan masyarakat. Jokowi mengatakan dirinya bakal menggelar rapat untuk mengevaluasi keahlian Bea Cukai.

"Ya kelak bakal kami rataskan di rapat internal," kata Jokowi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024).

Direktorat Jenderal Bea Cukai saat ini menjadi sorotan lantaran banyaknya kejadian nan dikeluhkan masyarakat dan viral di media sosial. Salah satunya, mengenai importasi peti jenazah nan dikenakan bea masuk sebesar 30 persen.

Selain itu, warganet juga mengunggah video keluhannya ke Bea Cukai saat membeli sebuah sepatu bola dari luar negeri dengan nilai Rp10,3 juta. Keluhan datang lantaran ada pemberitahuan dari jasa pengiriman, laki-laki tersebut kudu bayar bea masuk sebesar Rp31,81 juta.

Baru-baru ini, Kepala Kantor Bea Cukai Purwakarta, Rahmady Effendy Hutahaen dicopot setelah hasil pemeriksaan internal Bea Cukai menemukan indikasi terjadinya tumbukan kepentingan dan penyalahgunaan wewenang.

"Pencopotan REH dari jabatannya kami lakukan sejak Kamis, 09 Mei 2024 guna mendukung kelancaran pemeriksaan internal atas dugaan pelanggaran nan dilakukan oleh nan bersangkutan. Dari hasil pemeriksaan internal kami, setidaknya didapati ada indikasi tumbukan kepentingan dan kemungkinan penyalahgunaan wewenang," ujar Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/5/2024).

Pemeriksaan internal nan dilakukan Bea Cukai tersebut sejalan dengan upaya lembaga untuk mewujudkan organisasi nan akuntabel.

"Pemeriksaan lebih lanjut bakal meninjau indikasi tersebut, termasuk kelengkapan dan kecermatan pelaporan LHKPN-nya. Ini merupakan sistem kami dalam merealisasikan tata kelola organisasi nan baik," imbuh Nirwala.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6