Terbongkar, Biang Kerok Harga Beras Melambung hingga Stok Langka di Pasaran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menyoroti ihwal persoalan kenaikan harga beras dan kelangkaan stok beras di pasaran nan banyak dikeluhkan masyarakat selaku konsumen. 

Eliza menilai, tren kenaikan nilai beras dan kelangkaan stok beras ini dipengaruhi oleh program support sosial (bansos) pangan nan gencar dilakukan pemerintahan Jokowi di tahun politik. 

"Karena pemerintah mengguyur bansos, hasilnya stok CBP di Bulog saat ini hanya sekitar 1,2 juta, tidak cukup kuat mengintervensi kenaikan nilai di pasar," ungkap Eliza saat dihubungi Merdeka.com di Jakarta, Selasa (13/2/2024).

Kondisi ini, diperparah oleh masifnya penggunaaan beras sebagai perangkat kampanye pada musim pemilu serentak 2024. Antara lain pemilihan kepala wilayah (Pilkada) maupun pemilihan umum legislatif (Pileg) di beragam wilayah Indonesia.

"Pesta kerakyatan ini selain pilpres juga ada pilkada dan pileg nan diselenggarakan di 37 provinsi, 508 kabupaten/kota. Hajatan besar ini tentu mengerek permintaan beras mengingat seringkali silaturahmi dan kampanye nan disertai pembagian sembako," ujarnya.

Oleh lantaran itu, pemerintah melalui Bulog diminta konsentrasi untuk memperkuat persediaan beras pemerintah (CBP). Antara lain dengan membatasi penyaluran support sosial (bansos) berupa beras untuk menekan kenaikan nilai dan menstabilkan pasokan.

"Jangan sampai lantaran stok persediaan beras pemerintah (CBP) di Bulog menipis akibat jor-joran bansos dan mau menstabilkan nilai nan saat ini makin mahal, jangan sampai menempuh jalur impor di awal tahun menjelang panen raya. Ini bakal menjadi kesalahan besar," pungkas Eliza.

Kenaikan Harga Beras Tertinggi

Senada, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan mengatakan, saat ini, kenaikan nilai beras telah memecahkan rekor tertinggi di era pemerintahan Jokowi.

Reynaldi mencatat, untuk nilai beras medium dijual Rp 13.500 per kilogram (kg) sedangkan beras premium sudah menyentuh Rp 18.500 per kg.

"Ini nilai beras tertinggi sepanjang pemerintahan presiden Jokowi," ujar Reynaldi kepada Merdeka.com di Jakarta, Senin (12/2).

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6