Tak Mampu Tutup Subsidi, Pemerintah Serahkan Diskon Tarif Tol 50% ke BUJT

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku tak sanggup menanggung usulan tambahan potongan nilai tarif tol menjadi 50 persen, seperti diminta Komisi V DPR RI. Sehingga, putusan mengenai itu diserahkan ke masing-masing Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Seperti ditekankan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono usai melaksanakan rapat kerja berbareng Komisi V DPR RI, Selasa, 2 April 2024. Menurutnya, kebijakan diskon tarif tol itu jadi tanggung jawab tiap perusahaan pengelola tol. 

"Enggak, itu kan cuman wacana. (Berarti tidak memungkinkan?) Ngomong ke BUJT-nya, itu kan bukan kita nan menetapkan," tegas Basuki, dikutip Rabu (3/4/2024).

Basuki menganggap pemerintah belum bisa menanggung subsidi kompensasi untuk menambah pemberian potongan nilai tarif tol sebesar 20 persen nan dilaksanakan sejumlah BUJT.

"(Bebankan anggaran pemerintah?) Iya, iya. Saya kira subsidi-subsidi lagi, enggak lah," kata Basuki. 

Senada, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, pemerintah bakal kena todong BUJT nan nantinya meminta kompensasi atas tambahan 30 persen potongan tarif itu. 

"Ya memungkinkan saja (jika ada tambahan potongan nilai tarif tol). Kalau secara patokan digratiskan pun mungkin, tapi mereka bakal klaim ke negara, kan eman-eman nanti. Mahal itu jika (digratiskan/tambah 30 persen)," ungkapnya. 

Sehingga, pemerintah pun meminta kesukarelaan dari masing-masing pengurus tol agar mau memberikan potongan tarif selama arus mudik dan kembali Lebaran ini. Khususnya dalam memecah kepadatan di jalan arteri untuk dialihkan ke jalan tol. 

"Ya jadi prinsip kita lantaran jika kita melakukan petunjuk itu bakal memberikan akibat kepada kompensasi. Jadi kita lebih baik memohon sukarela dari BUJT-nya," imbuh Hedy. 

"Oleh lantaran itu, tindakan sukarela itu salah satu upaya gimana agar tidak macet nan mengakibatkan pendapatan BUJT tidak sebesar jika lancar pada saat kondisi puncak," pungkasnya. 

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6