Stok Global Susut, Harga Minyak Mentah Naik ke USD 78 per Barel

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Harga minyak mentah AS naik pada hari Rabu setelah stok domestik turun lebih dari nan diperkirakan.

Di AS, persediaan minyak mentah komersial, tidak termasuk persediaan minyak bumi strategis, turun 2,5 juta barel pada minggu lalu, menurut info nan dirilis oleh Badan Informasi Energi (EIA).

Angka ini dibandingkan dengan penurunan sebesar 543.000 barel nan diperkirakan berasas jajak pendapat para analis oleh Reuters.

Harga minyak turun di awal sesi setelah Badan Energi Internasional (IEA) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan dunia sebesar 140.000 barel per hari menjadi 1,1 juta barel per hari lantaran melemahnya permintaan di negara-negara maju pada kuartal pertama.

Minyak AS dan Brent masing-masing turun 4% dan 5,82% untuk bulan ini.

Berikut adalah nilai daya penutupan hari Rabu dikutip dari CNBC, Kamis (16/5/2024):

  • Kontrak West Texas Intermediate Juni: USD 78,63 per barel, naik 61 sen, alias 0,78%. Sampai saat ini, minyak mentah AS telah naik 9,7%.
  • Kontrak Brent Juli: USD 82,75 per barel, naik 37 sen, alias 0,45%. Sampai saat ini, benchmark dunia telah menguat 7,4%.
  • Kontrak RBOB Bensin bulan Juni: USD 2,50 per galon, naik 1,51%. Sampai saat ini, harga minyak mentah berjangka telah naik sekitar 19%.
  • Kontrak Gas Alam bulan Juni: USD 2,41 per seribu kaki kubik, naik 3,07%. Sampai saat ini, gas telah lenyap sekitar 4%.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Stok Minyak Global

Persediaan minyak mentah dunia melonjak pada bulan Maret sebesar 34,6 juta barel lantaran gangguan perdagangan mendorong minyak di perairan ke titik tertinggi pascapandemi, menurut IEA.

Pengiriman minyak telah dialihkan tahun ini lantaran serangan militan Houthi nan berbasis di Yaman terhadap pengiriman melalui Laut Merah.

Persediaan terus meningkat pada bulan April lantaran minyak di perairan dibuang ke darat, sehingga menyebabkan peningkatan stok di darat, menurut IEA.

OPEC+ kemungkinan bakal mencermati persediaan dunia untuk mengukur keseimbangan antara pasokan dan permintaan pada pertemuan bulan Juni, menurut IEA.

Beberapa personil OPEC+ telah menerapkan pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari untuk mendukung nilai minyak mentah.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6