Stafsus Menkeu Soal Beri Penghargaan ke Firli Bahuri: Bukan ke Ketua KPK tapi Institusinya

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka bunyi mengenai penetapan tersangka kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri atas kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani baru saja memberikan penghargaan Anugerah Reksa Bandha kepada beberapa lembaga nan dinilai berkontribusi dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Salah satunya kepada KPK.

Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo mengatakan penghargaan dari Sri Mulyani tersebut ditunjukkan kepada lembaga anti rasuah bukan kepada sosok Firli.

"Jadi nan mendapatkan hidayah itu bukan Pak Firli alias Ketua KPK, tetapi sebenarnya Stranas Pencegahan Korupsi nan sekretariatnya ada di KPK. Jadi lembaga nan mendapat itu," kata Yustinus kepada awak media di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023).

Lagipula, Kementerian Keuangan tidak memberikan undangan penerimaan penghargaan Anugerah Reksa Bandha kepada Firli Bahuri. Melainkan, undangan ditujukan kepada KPK.

"Enggak, undangannya ditujukan ke institusi, ke lembaga. (Kebetulan nan hadirnya Pak Firli?) Betul," jelasnya.

Prastowo mengatakan, penghargaan Anugerah Reksa Bandha merupakan agenda tahunan nan rutin dilaksanakan oleh Kementerian Keuangan. Penerima penghargaan sendiri ditunjukkan bagi kementerian/lembaga nan dinilai sukses dalam merawat aset maupun peralatan milik negara (BMN).

"Penghargaan ini sudah rutin, tiap tahun kami berikan kepada kementerian lembaga nan berprestasi dalam mengelola aset negara. Kebetulan kan jika KPK pimpinannya Pak Firli. Kemarin Pak Sandi (Menteri Pariwisata) juga datang mewakili Kemenparekraf, Pak Hasyim Asy'ari mewakili KPU, dan sebagainya," pungkas Prastowo.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6