Sri Mulyani Ungkap Dampak Nyata Lelang, Bantu UMKM hingga Cegah Aset Memburuk

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lelang merupakan salah satu instrumen nan bisa menggerakkan ekonomi. Lelang bisa meningkatkan potensi nilai dari barang.

Menkeu mengungkapkan, instrumen dan infrastruktur lelang di Indonesia sekarang dapat dimanfaatkan salah satunya untuk akses pemasaran UMKM.

“Sehingga para UMKM tidak terbatas dalam perihal ini pemasarannya hanya di daerahnya alias melalui platform digital, tapi juga bisa melalui lelang dan rupanya manfaatnya sangat-sangat positif,” kata Sri Mulyani dalam aktivitas Anugerah Reksa Bandha nan disiarkan pada Rabu (22/11/2023).

Selain UMKM, pemerintah juga memanfaatkan instrumen dan sistem lelang untuk memulihkan kewenangan finansial negara, terutama nan berasal dari penegakan hukum, abdi negara penegak norma dan lembaga penegak norma seperti KPK dan Kejaksaan.

“KPK dan Kejaksaan pada saat mereka mendapatkan rampasan dari aset nan milik negara maka kemudian perlu untuk dilakukan lelang dalam perihal ini sitaan aset,” jelas Sri Mulyani. 

“Itulah nan merupakan salah satu area nan kita mau terus bekerja sama dengan abdi negara dan industri penegak norma agar proses di dalam penanganan aset rampasan dan kemudian pelelangannya bisa secara efisien, sehingga kualitas aset tidak memburuk,” sambungnya.

ketiga, lelang juga bisa menjadi instrumen krusial bagi perbankan di dalam melakukan penyelesaian non Performing Loan. 

Selain itu, peranan dan pelibatan swasta di dalam jasa lelang juga sangat penting.

”Karena tidak semestinya lelang didominasi hanya oleh pemerintah, oleh lantaran itu kami juga di dalam upaya meningkatkan peranan swasta nan kredibel. Dalam perihal ini seperti Balai lelang, dan penyelenggaraan lelang swasta menjadi sangat krusial untuk mempunyai para pejabat lelang nan andal dan besertifikat,” imbuh Sri Mulyani.

Optimalkan Hasil Lelang, DJKN Kemenkeu Gandeng Perbankan

Sebelumnya, Bank bjb menyepakati kerjasama penyelenggaraan lelang aset sesuai pasal 6 UU Hak Tanggungan dan Lelang Eksekusi Jaminan Fidusia dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Diharapkan kerjasama ini bisa mengoptimalisasi hasil lelang eksekusi kewenangan tanggungan dan agunan fidusia nan dikelola oleh bank bjb. 

Adapun penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi dengan Dirjen DJKN Kementerian Keuangan Rionald Silaban, di Gedung T Tower bank bjb, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2023). Turut datang Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini beserta jajaran, Direktur Lelang DJKN Joko Prihanto, Direktur Hukum dan Humas DJKN Tedy Syandriadi beserta jajaran.

"Kerjasama dengan DJKN dimaksudkan sebagai salah satu upaya dalam rangka memperkuat kerjasama dan kerjasama nan sudah terjalin baik antara bank bjb dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara," ucap Yuddy. 

Perjanjian Kerja Sama ini bertindak untuk jangka waktu 5  tahun. Kerjasama dengan DJKN ini juga untuk mendukung upaya perseroan menekan rasio Non Performing Loan (NPL).

Disampaikan Yuddy, kerjasama dengan DJKN juga menjadi salah satu solusi efektif untuk mendapatkan recovery aset nan terbaik dan kondusif lantaran proses lelang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi info dan sesuai dengan ketentuan perundangan nan berlaku.

Dia mencontohkan, melalui kerjasama ini, nantinya peserta lelang nan diselenggarakan DJKN dapat memperoleh info komplit tentang obyek lelang aset bank bjb dengan mengakses langsung tautan lelang  bank bjb di laman resmi DJKN. 

Dari kerja sama ini, kedua belah pihak optimis dapat mengoptimalkan pengembalian dari aset-aset nan belum bisa dipenuhi kewajibannya dari para debitur.

Pelaksanaan lelang eksekusi nan efektif dan efisien juga menjadi angan besar bank bjb.  Sebab, penyelenggaraan lelang eksekusi ini tidak hanya merupakan salah satu strategi penyelesaian piutang perbankan. Selain mendapatkan hasil penjualan melalui lelang, bank juga memperoleh recovery angsuran dari lelang.  

Perjanjian Kerjasama

Adapun ruang lingkup perjanjian kerjasama, antara lain pengajuan permohonan lelang oleh bank bjb atas objek Hak Tanggungan dan/atau Jaminan Fidusia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan kepada DJKN, melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sesuai wilayah kerja KPKNL.

Selanjutnya, penyelenggaraan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan dan/atau Lelang Eksekusi Jaminan Fidusia, juga penyediaan tautan mitra pada aplikasi/web lelang nan dikelola oleh masing-masing pihak (DJKN dan bank bjb).

Kerjasama juga meliputi beragam aktivitas nan mendukung Lelang Eksekusi Hak Tanggungan dan/atau Lelang Eksekusi Jaminan Fidusia antara lain sosialisasi, edukasi, komunikasi, dan/atau diskusi.

Adapun untuk optimasi hasil lelang, dilakukan beragam tahapan, antara lain bank bjb menyusun rencana kerja pengajuan permohonan lelang setiap 3 bulan. 

Kemudian, rencana kerja pengajuan permohonan lelang disampaikan kepada DJKN, untuk selanjutnya bakal disampaikan kepada KPKNL sebagai penggalian potensi lelang. 

“bank bjb berkomitmen untuk terus memperkuat bisnis, sekaligus juga mempermudah sistem lelang nan tentu saja bakal diterapkan sesuai peraturan perundang-undangan nan berlaku,” ucap Yuddy. 

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6