Sri Mulyani Bangga, 12,98 Juta Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan Pajak 2023

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi wajib pajak nan telah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak 2023.

Berdasarkan laporan nan bendaharawan negara ini terima dari Dirjen Pajak Suryo Utomo, tercatat 12,98 juta wajib pajak telah melaporkan SPT tahunan hingga 31 Maret pukul 23.59.

"Terimakasih dan penghargaan kepada 12.987.904 Pembayar Pajak Penghasilan Pribadi (perseorangan) nan telah menyampaikan SPT (Surat Pemberitahunan Tahunan) 2023 untuk Pajak Pribadi nan telah berhujung tadi malam (31/Maret/2024) pukul 23.59," tulis Sri Mulyani diakun instagram pribadinya, Selasa (2/4/2024).

Menkeu mengatakan, dari nomor 12,98 juta SPT tersebut terdapat kenaikan penyerahan SPT sebesar 7,32 persen alias 885.836 SPT lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya nan hanya 12,10 juta SPT.

"Hari ini saya mendapat laporan dari Dirjen Pajak Pak Suryo Utomo mengenai Jumlah SPT Pajak Penghasilan Pribadi (Pasal 21) nan mencapai 12.987.904- terjadi kenaikan penyerahan SPT sebesar 7,32% alias 885.836 SPT lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya nan berjumlah 12.102.068," ujar Menkeu.

Untuk rinciannya, 12.987.904 SPT tersebut terdiri dari SPT orang pribadi sebanyak 12.636.477 alias tumbuh 7,38 persen dibanding tahun sebelumnya. Kemudian, untuk SPT badan berjumlah 352.427 SPT alias tumbuh 5,15 persen.

Lebih lanjut, bendaharawan negara ini mengucapkan terimakasih kepada seluruh wajib pajak nan telah alim melaporkan SPT Tahunan 2023 sesuai dengan peraturan dan perundangan nan berlaku.

"Terimakasih dan penghargaan sekali lagi kepada seluruh pembayar pajak nan alim sesuai peraturan perundangan. Dengan duit pajak, kita bangun Indonesia nan berdikari maju sejahtera dan berkeadilan," pungkasnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

67,46 Juta NIK Sudah jadi NPWP

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan jumlah Nomor Induk Kependudukan (NIK) nan dipadankan dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) telah mencapai 67,46 juta.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Dwi Astuti, menjelaskan, memang tidak ada kenaikan signifikan mengenai jumlah pemadanan NIK dengan NPWP.

Misalnya, jika dibandingkan pada periode 22 Maret 2024 pemadanan NIK dan NPWP mencapai 67,36 juta alias 91,68 persen dari sasaran 72,17 juta NIK. Kemudian, pada 31 Maret 2024 NIK nan sukses dipadankan sebanyak 67,46 juta NIK (91,7 persen).

"Sekarang 10 hari kemudian jadi 67.469.000 persentasenya 91,7 persen naik sedikit," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Dwi Astuti dalam media briefing pembaruan pelaporan SPT, di Kantor DJP, Jakarta, Senin (1/4/2024).

Jumlah NIK Turun

Dari jumlah tersebut nan dipadankan oleh sistem menjadi 63,24 juta NIK alias naik sekitar 2 jutaan hingga 31 Maret 2024. Kemudian, nan dipadankan oleh wajib pajak juga mengalami kenaikan sedikit ialah 4,22 juta NIK.

"Yang dipadankan oleh sistem nan tadinya 63.161.483, sekarang jadi 63.240.780 naik sekitar 2 jutaan, dan nan tadinya dipadankan oleh wajib pajak tadinya 4.205.390 sekarang menjadi 4.228.220 naik kurang lebih 23.000 (NIK) walaupun sedikit terus bergerak angkanya," ujarnya.

Adapun jumlah NIK nan belum dipadankan mencapai 6,10 juta NIK. Kata Dwi, jumlah ini mengalami penurunan dari sebelumnya 6,15 juta NIK. Kendati demikian, pihaknya bakal terus mendorong pemadanan NIK tersebut.

"Yang belum padan tadinya 6.115.691 NIK sekarang tinggal 6.106.964 NIK, ada pergerakan sekitar 15 ribuan. Walaupun pelan-pelan kita terus jalankan pemadanan," pungkasnya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6