Soal Kredit Macet di Investree, OJK: Pemeriksaan Sudah Selesai

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan info teranyar mengenai kasus PT Investree Radhika Jaya (Investree) selaku penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi (LPBBTI) alias fintech peer to peer lending.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK, Agusman mengatakan saat ini pemeriksaan Investree sudah selesai dari Pemeriksaan Khusus untuk melihat kemungkinan pelanggaran aspek pidananya.

"Kasus investree sedang didalami oleh Departemen Penyidikan Jasa Keuangan OJK untuk dilakukan penyidikan," kata Agusman, dikutip dari pernyataan tertulisnya, Kamis (4/4/2024).

Adapun untuk mencegah terjadinya perihal nan serupa langkah nan perlu diambil, antara lain adalah penyempurnaan proses pembiayaan dari lender kepada borrower. Selain itu, OJK terus mendalami perkembangan dan langkah-langkah penyelesaian nan diambil oleh Investree, baik mengenai penanganan kredit macet ataupun mengenai dugaan fraud.

OJK juga bakal terus memastikan progress pemenuhan ketentuan salah satunya mengenai pemenuhan ekuitas, diantaranya dengan pertemuan nan dilakukan dengan perwakilan pemegang saham dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap Investree.

"Dari hasil pertemuan dengan pihak Investree, diketahui bahwa pemegang saham tetap berkomitmen untuk menjaga going concern perusahaan, antara lain dengan mencari tambahan modal, meningkatkan efisiensi bisnis, dan membantu penyelesaian angsuran macet salah satunya melalui upaya collection," pungkasnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Begini Kabar Teranyar Soal Kredit Macet di Investree

Sebelumnya diberitakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan info teranyar mengenai kasus PT Investree Radhika Jaya (Investree) selaku penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi (LPBBTI) alias fintech peer to peer lending.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya, Agusman, mengatakan OJK telah melakukan pemeriksaan dan memantau perkembangan serta langkah-langkah penyelesaian nan diambil oleh Investree, baik mengenai penanganan angsuran macet ataupun mengenai dugaan fraud.

"Selain itu, OJK juga terus memantau perkembangan progres pemenuhan ekuitas Investree salah satunya dengan melakukan pertemuan dengan perwakilan pemegang saham," kata Agusman dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (10/3/2024).

Terkait dengan nasip pra lender di Investree, kata Agusman, dari hasil pertemuan dengan pihak Investree, diketahui bahwa Pemegang Saham tetap berkomitmen untuk menjaga going concern perusahaan, di antaranya dengan mencari tambahan modal, meningkatkan efisiensi upaya dan membantu penyelesaian angsuran macet, salah satunya melalui upaya collection.

Pengawasan Lebih Lanjut

Adapun OJK bakal melakukan tindakan pengawasan lebih lanjut sesuai ketentuan nan ada dan berkoordinasi dengan abdi negara penegak norma (APH) andaikan ditemukan adanya indikasi pelanggaran pidana.

Diketahui sebelumnya, pada 13 Januari 2024, OJK telah memberikan hukuman administratif ke Investree lantaran dinilai melanggar ketentuan penyaluran pinjaman atau kredit.

Besarnya rasio TWP90 Investree sebagai perusahaan peer to peer (P2P) lending, menunjukkan tingkat kelalaian penyelesaian tanggungjawab di atas periode pemisah TWP90 nan ditetapkan OJK, ialah tidak lebih dari 5 persen.

Pengawasan Ketat OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap PT Investree Radhika Jaya (Investree) selaku penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi (LPBBTI) alias fintech peer to peer lending.

"Menyikapi pemberitaan dan atensi masyarakat, OJK saat ini sedang melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap Investree, antara lain mengenai adanya dugaan pelanggaran ketentuan dalam operasional dan pelindungan konsumen sebagaimana kejuaraan masyarakat," kata Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa dalam keterangannya, Jumat (16/2/2024).

 Dia menambahkan, OJK  bakal menindaklanjuti dengan melakukan langkah-langkah nan diperlukan sesuai ketentuan dalam perihal dugaan pelanggaran tersebut terbukti.

"Termasuk bakal bekerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mendukung proses penindakan lebih lanjut terhadap pihak-pihak nan dinilai bertanggung jawab atas pelanggaran dimaksud," tambahnya.OJK meminta Investree untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai tata kelola nan baik, dan mengimbau masyarakat bijak dalam menyikapi atensi terhadap Investree tersebut.

Sudah Diberi SanksiPada 13 Januari 2024, OJK telah memberikan hukuman administratif ke Investree lantaran dinilai melanggar ketentuan penyaluran pinjaman.

Besarnya rasio TWP90 Investree sebagai perusahaan peer to peer (P2P) lending, menunjukkan tingkat kelalaian penyelesaian tanggungjawab di atas periode pemisah TWP90 nan ditetapkan OJK, ialah tidak lebih dari 5 persen.

Perusahaan induk Investree Singapore Pte. Ltd juga tengah berupaya menyelesaikan masalah kredit macet melalui rencana restrukturisasi dengan penyuntikan ekuitas baru dari investor.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6