Soal Bayar Tol Pakai QRIS, Infrastruktur Belum Mendukung

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tetap hukuman Quick Response Code Indonesian alias QRIS bisa dipakai sebagai perangkat pembayaran jalan tol. Pasalnya, ada sejumlah hambatan nan membikin penyelenggaraan transaksi tol dengan menggunakan sistem pembayaran itu bisa dilakukan.

Ketua Gugus Tugas Lebaran Astra Infra Group Rinaldi mengatakan, bukan pihaknya tidak mendukung, tapi dia menilai pembayaran tol dengan QRIS memerlukan waktu persiapan tidak sebentar.

"Untuk QRIS sekarang itu belum ada ya, tapi jangan dianggap tidak mendukung. Tapi saat ini prasarana untuk QRIS belum ada, seperti nan kita tahu untuk kartu elektronik aja roadmap-nya cukup panjang, bukan 1-2 tahun," ujarnya dalam sesi jumpa media berbareng Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Tak Yakin

Oleh karenanya, dia mengaku hukuman jika pembayaran via QRIS bisa dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga Hutama Karya tetap mengandalkan pembayaran dengan kartu elektronik e-toll di tiap ruas tol nan dikelolanya.

"Jadi jika kita mau pakai QRIS untuk secepat ini saya agak sangsi. Sampai saat ini kita tidak mempersiapkan prasarana itu. Jadi kita tetap tetap konsentrasi dengan duit elektronik nan dikeluarkan oleh bank," ungkapnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Infrastruktur Belum Siap

Senada, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana mengutarakan, pihaknya belum menyiapkan prasarana agar proses pembayaran tol dengan QRIS bisa diterapkan.

Selain itu, dia juga cemas jika proses pembayaran dengan QR Code nan diluncurkan Bank Indonesia tersebut malah menghalang transaksi di tiap gerbang tol.

"Memang salah satu karakter dari waktu transaksi standar di 3-5 detik. Nah, kami cemas memang belum bisa mengikuti. Dan betul sekali, infrastrukturnya ini proses panjang. Kita perlu ada verifikasi dengan Bank Indonesia, OJK untuk proses tersebut," tuturnya.

"Jadi jika ditanya apakah badan upaya jalan tol ada nan menggunakan QRIS saat ini, itu belum ada lantaran mengikuti karakter dari pengguna jalan tolnya. Itu dirasa tetap memadai dari metode nan ada saat ini," ucap Lisye.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6