Siasat AirAsia Dihadang Harga Avtur Mahal

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) merespons soal kenaikan harga avtur dan pelemahan nilai tukar rupiah nan sedang terjadi. Lantas, apakah Perseroan bakal mengerek nilai tiket pesawatnya? 

Terkait perihal tersebut, Direktur Utama AirAsia Veranita Yosephine berambisi tidak terjadi kenaikan tarif tiket pesawat di tengah nilai avtur nan mahal. Akan tetapi, dia belum bisa berkomentar lebih jauh mengenai perihal tersebut. 

Di samping itu, dia menyebut, pihaknya mau mempertahankan tiket pesawat dengan nilai nan terjangkau. Namun, pada saat bersamaan, AirAsia juga perlu mempertimbangkan sustainability (keberlanjutan) perusahaan. 

"Untuk itu AirAsia terus bekerja untuk memaksimalkan efisiensi sekaligus juga menambah penerimaan dari non-flight dari nan belum dimaksimalkan," ujar dia dalam paparan publik, Kamis (16/11/2023). 

Dengan demikian, AirAsia bakal terus menggali potensi upaya di luar upaya penerbangan, mulai dari pengiriman kargo hingga kerja sama dengan korporasi. 

"Sehingga bisa memberikan jasa terbaik dan nilai terbaik," kata dia. 

Dia menjelaskan, Perseroan mempunyai misi untuk memberikan jasa nan terbaik dan nilai nan terjangkau. Tetapi, juga misi nan lain tetap hidup, ialah keberlanjutan perusahaan. 

Di samping itu, dalam rangka meningkatkan pendapatan, Perseroan memastikan bakal membuka rute baru dengan kapabilitas nan dimiliki sehingga membikin opsi konsumen lebih banyak.

Adapun rute baru nan bakal dibuka oleh AirAsia diantaranya Brunei Darussalam, Hong Kong, Filipina, Maldives, China dan India.  

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6