Sederet Jurus Petrokimia Gresik Bantu Pemerintah Tekan Emisi Karbon

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Petrokimia Gresik mempunyai sejumlah strategi industri dan proyek baru untuk mendukung Pemerintah mengurangi emisi karbon.

Dari strategi-strategi tersebut Petrokimia Gresik bisa meminimalisasi emisi karbon lebih dari 1,2 juta ton dalam setahun. Hal ini disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo saat menjadi pembicara dalam aktivitas "Pavilion Indonesia Talks Session" COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

"Petrokimia Gresik adalah produsen pupuk dan bahan kimia terlengkap di Indonesia. Produk utama kami adalah pupuk, nan merupakan kebutuhan dasar bagi sektor pertanian untuk menghasilkan pangan. Dalam operasional perusahaan, kami terus berupaya untuk meminimalisasi adanya emisi karbon nan terjadi lantaran proses industri," tutur dia dikutip Kamis (7/12/2023).

Adapun strategi nan dijalankan Petrokimia Gresik untuk meminimalisasi emisi karbon, pertama adalah pemanfaatan karbon untuk bahan baku pupuk Urea, ZA, serta menggunakan karbon untuk bahan produksi CO2 cair dan dry ice. Melalui strategi ini, Petrokimia Gresik telah memanfaatkan emisi karbon sekitar 902.700 ton/tahun.

Kedua, Petrokimia Gresik seoptimal mungkin meningkatkan efisiensi dalam pembakaran pada boiler berbahan bakar batubara. Melalui upaya ini, Petrokimia Gresik bisa meminimalisasi emisi karbon sekitar 1.600 ton/tahun. 

Strategi efisiensi daya berikutnya dilakukan Petrokimia Gresik melalui pemanfaatan purge gas sebagai bahan bakar tambahan nan dapat mengurangi konsumsi gas alam. Melalui langkah ini, Petrokimia Gresik juga meminimalisasi emisi karbon hingga 3.145 ton/tahun.

Transisi Energi

Ketiga, Petrokimia Gresik juga melakukan transisi daya dengan mengurangi produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Batubara dan menggantinya dengan konsumsi listrik dari PLN. Transisi daya ini dapat meminimalisasi emisi karbon hingga 105.000 ton/tahun.

Keempat, upaya Petrokimia Gresik untuk meminimalisasi emisi karbon juga dilakukan dengan memanfaatkan daya terbarukan, ialah menginstalasi panel surya dengan dengan kapabilitas 471 kWp menghasilkan sekitar 516.000 kWh per tahun. Melalui panel ini, Petrokimia Gresik bisa mengurangi potensi timbulnya emisi karbon sekitar 447 ton/tahun.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga telah membeli Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN 2.160 unit/bulan. Melalui upaya ini, Petrokimia Gresik bisa meminimalisasi emisi karbon setara 22.550/tahun 

Kendaraan Listrik

Kelima, Petrokimia Gresik melakukan elektrifikasi dengan menggunakan 150 unit kendaraan listrik untuk operasional usaha, sehingga bisa mengurangi emisi karbon hingga 50 ton/tahun.

"Strategi-strategi ini telah dijalankan oleh Petrokimia Gresik dan sudah memberikan kontribusi nyata dalam meminimalisasi emisi karbon," tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, selain strategi tersebut, Petrokimia Gresik juga mempunyai rencana proyek nan bisa mengurangi emisi karbon. Antara lain Co-Firing Ammonia di Coal-Fired Boiler dapat mereduksi 60.000 ton emisi karbon/tahun. 

Petrokimia Gresik juga bakal membangun pabrik soda ash, nan merupakan pabrik soda ash pertama di Indonesia. Pabrik ini mempunyai kapabilitas produksi hingga 300.000 ton dan memanfaatkan 174.000 ton CO2 sebagai bahan baku.

Dwi Satriyo menjelaskan, soda ash sendiri merupakan komoditas nan permintaannya mencapai sekitar 1 juta ton per tahun dan saat ini tetap sepenuhnya diimpor. Hal ini juga didorong oleh tumbuhnya industri lain seperti industri kaca dan keramik, sabun, dan deterjen nan merupakan industri turunan dari soda ash.

"Petrokimia Gresik bakal terus tumbuh menjadi perusahaan go dunia dengan senantiasa berwawasan lingkungan," pungkasnya.

Sementara itu, di COP28 para pemimpin bumi tahun ini tengah membahas rumor perubahan suasana di masa depan dan strategi untuk menurunkan emisi karbon dunia. Adapun salah satu sesi di COP28 adalah "Pavilion Indonesia Talks Session" dengan tema "Circular Economic Approach in Decarbonizing Hard-to-Abate Fertilizer Company".

Siapkan Fasilitas Energi Bersih 

Sementara itu di rangkaian COP28, Pupuk Indonesia menandatangani Joint Development Agreement (JDA) berbareng PLN, dan ACWA Power. JDA ini mengenai pengembangan sumber daya bersih ialah ekosistem green hydrogen dan green ammonia nan bakal dibangun di area Petrokimia Gresik.

Merespon kerja sama tersebut, Dwi Satriyo menyampaikan pihaknya menyambut positif kesepakatan tersebut dan mendukungnya dengan menyiapkan akomodasi pengembangan nan dibutuhkan.

"Dalam proyek ini, Petrokimia Gresik mendapat tugas dari Pupuk Indonesia menyiapkan lahan untuk letak pembangunan electrolyzer, alias perangkat nan bakal menghasilkan green hydrogen dari air. Selanjutnya green hydrogen tersebut bakal dikirim ke salah satu Pabrik di Petrokimia Gresik sehingga dapat menghasilkan green ammonia," tandas Dwi Satriyo.

Dalam kerjasama ini, Pupuk Indonesia berbareng PLN dan ACWA Power bakal membentuk sebuah perusahaan joint-venture (JV). Perusahaan patungan ini bakal menjalankan proyek, termasuk pemilihan kontraktor EPC (Engineering, Procurement, & Construction) hingga penjualan green ammonia untuk pasar domestik maupun mancanegara.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6