Sambut Mudik Lebaran, Pertamina Tambahan Pasokan Avtur 22 Persen di Kalimantan Timur

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Patra Niaga di Regional Kalimantan menyiapkan tambahan supply avtur sebesar 22 persen di Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Kota Balikpapan, AFT APT Pranoto Kota Samarinda, dan AFT Kalimarau di Kabupaten Berau.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra memperkirakan, bakal ada kenaikan permintaan Avtur di Kalimantan Timur dari rata-rata penyaluran harian normal sebesar 262 Kiloliter (KL) menjadi 319 KL jelang Lebaran 2024.

"Kenaikan ini tentunya dikarenakan tambahan penerbangan di Kalimantan Timur jelang hari raya Lebaran nan diperkirakan terjadi pada H-7 sampai H-1 nanti," terang Arya, Kamis (4/4/2024).

Saat ini, PT Pertamina Patra Niaga regional Kalimantan melayani konsumen maskapai di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, APT Pranoto dan Kalimarau nan terdiri dari Lion Group, Citilink, Garuda Indonesia, Pelita Air dan konsumen maskapai lainnya.

“Kami bakal terus memastikan pelayanan pengedaran Avtur nan optimal kepada seluruh konsumen maskapai tersebut sehingga pelayanan maskapai kepada para penumpang pesawat udara juga dapat terselenggara dengan baik saat seremoni hari raya Idul Fitri 1445 H nanti," imbuh Arya.

Stok Aman

Pada kesempatan terpisah, Aviation Fuel Terminal Sepinggan Dimas Bagus Satriyo Wibowo mengatakan, kondisi stok Avtur saat ini di Kalimantan Timur dalam keadaan aman. Lalu, kehandalan sarana akomodasi Aviation Fuel Terminal dalam kondisi sangat baik.

"Stok Avtur per Rabu (3/4/2024) mempunyai jumlah ketahanan hingga 17 hari akumulatif. Kami juga menyiagakan tim satgas untuk mengantisipasi permintaan-permintaan tambahan dari maskapai sekaligus memastikan pengedaran Avtur melangkah optimal dan lancar," ungkap Dimas.

Sementara Corporate Secretary Irto Ginting menyatakan, secara nasional stok Avtur berada di level 31 hari dan dipastikan kondusif untuk memenuhi kebutuhan RAFI 2024.

"Stok sangat kondusif dan kami prediksikan pada Idul Fitri alias Lebaran ini peningkatan konsumsi Avtur sekitar 1,3 persen dari kebutuhan normal," ujar Irto.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Konsumsi BBM Bakal Naik 6 Persen Selama Mudik Lebaran, Tapi Solar Turun

PT Pertamina (Persero) tengah bersiap menghadapi lonjakan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) selama periode mudik lebaran 2024 mendatang. Prediksinya konsumsi BBM mengalami kenaikan sebesar 6 persen secara agregat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan ada peningkatan konsumsi BBM tersebut. Mulai dari konsumsi Pertalite, Pertamax, hingga Pertamina Dex dan Dexlite.

"Jadi secara total mungkin peningkatannyq sekitar 5-6 persen," kata Irto saat meninjau SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin (1/4/2024).Dia turut merinci kenaikan dari masing-masing jenis BBM. Prediksinya, konsumsi Pertalite naik 10 persen, Pertamax naik 15 persen, Pertamax Turbo naik 6 persen.

Kemudian, kategori Dex seperti Dexlite dan Pertamina Dex diprediksi naik sebesar 4 persen. Konsumsi avtur juga diprediksi meningkat 1 persen. Serta, konsumsi LPG diprediksi naik 4 persen.

"Sementara untuk stok sendiri kami sudah siapkan (peningkatan) 10 sampai 15 persen, untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan nan meningkat selama ramadan dan idul fitri," jelas Irto.

Solar Turun

Kendati ada kenaikan konsumsi di BBM jenis gasoline, Irto mencatat penggunaan solar malah diprediksi mengalami penurunan. Angkanya apalagi diperkirakan mencapai 13 persen selama periode nan sama.

"Solar kami prediksi bakal ada penurunan konsumsi 13 persen lantaran untuk industri dan kendaraan berat itu ada pembatasan untuk perjalanan, lantaran industri libur," pungkasnya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6