Rp 800 Triliun Utang Indonesia Jatuh Tempo, Sri Mulyani Punya Jurus Apa?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah punya utang jatuh tempo senilai Rp 800,33 triliun pada 2025, nan berasal dari surat berbobot negara (SBN) senilai Rp 705,5 triliun dan pinjaman Rp 94,83 triliun.utang jatuh tempo

Meskipun bukan nomor nan kecil, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan jajarannya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap percaya diri bisa menangani utang jatuh tempo pada masa awal pemerintahan Prabowo Subianto tersebut.

"Ibu (Sri Mulyani) menyampaikan kemarin selama pasar finansial baik, confident dari masyarakat dari penanammodal bagus, itu sesuatu nan bisa kita manage," ujar Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Deni Ridwan di Jakarta, dikutip Selasa (11/6/2024).

Deni tak memungkiri utang jatuh tempo tahun depan senilai Rp 800 triliun bukan nomor nan kecil. Pasalnya, pemerintah biasanya bayar utang jatuh tempo per tahun di kisaran Rp 600-700 triliun.

Adapun utang nan kudu dibayarkan tahun depan membengkak jadi Rp 800 triliun lebih gara-gara adanya penarikan utang dalam corak SBN nan diterbitkan selama masa pandemi Covid-19.

"Cuman tahun depan jatuh tempo lantaran ada SBN nan diterbitkan dalam rangka pandemi covid. Jadi sebagian Rp 100 triliun nan dimiliki BI (Bank Indonesia)," imbuh Deni.

Kementerian Keuangan bakal terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mencari jalan keluar terhadap utang jatuh tempo Rp 800 triliun. Sehingga, kata Deni, tidak sampai mengganggu keberlanjutan fiskal.

"Jadi ini sudah ada timnya dari pemerintah dan BI untuk mendiskusikan, menangani SBN nan jatuh tempo tahun depan, nan sebetulnya diterbitkan dalam rangka pandemi," ungkap dia.

"Supaya kelak mendapatkan solusi nan terbaik, di satu sisi juga untuk menjaga stabilitas sistem fiskal kita," pungkas Deni.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Utang Jatuh Tempo RI Tembus Rp 800 Triliun di 2025, Prabowo Sanggup Bayar?

Utang jatuh tempo pemerintah Indonesia mencapai Rp 800,33 triliun pada 2025, tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan nilai utang itu tidak menjadi masalah, selama kondisi pemerintahan stabil.

Diketahui, 2025 merupakan tahun pertama pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Besaran nilai utang jatuh tempo itu terungkap dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) dalam RAPBN 2025.

Sri Mulyani menegaskan, akibat dari utang jatuh tempo itu terbilang mini jika finansial negara stabil kedepannya.

"Jatuh tempo dari utang pemerintah, ini nan sering kemudian menimbulkan banyak sekali ada nan menganalisa ada nan khawatir, jadi jika pengelolaan itu ada pokok nan jatuh tempo, akibat nan dihadapi oleh suatu negara bukan pada magnitude-nya tapi apakah keahlian negara tersebut melakukan revolving pada biaya nan dianggap fair, itu menjadi salah satu corak risiko," tuturnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (6/6/2024).

"Jadi jika negara ini tetap kredibel, APBN-nya baik, kondisi ekonominya baik, kondisi politiknya stabil, maka revolving itu sudah nyaris dipastikan risikonya sangat mini lantaran market beranggapan 'oh negara ini tetap sama'," sambungnya.

Rincian Utang

Perlu diketahui, nomor utang jatuh tempo Rp 800,33 triliun nan bakal ditanggung pemerintah Prabowo - Gibran itu diantaranya Rp 705,5 triliun merupakan Surat Berharga Negara (SBN), dan sisanya Rp 94,83 triliun dari jatuh tempo pinjaman.

Dia kembali menegaskan tingginya utang jatuh tempo RI di beberapa tahun mendatang bukan menjadi masalah jika kondisi di dalam negeri stabil.

"Sehingga jatuh temponya seperti nan terlihat disini 2025, 2026, 2027 nan terlihat tinggi itu tidak menjadi masalah selama persepsi terhadap APBN, kebijakan fiskal, ekonomi dan juga politik tetap sama," tutur Menkeu.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6