Project Astra, AI Canggih Besutan Google yang Mampu Mengenali Dunia Sekitar

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Google I/O 2024 menjadi arena Google untuk memperkenalkan penemuan terbarunya. Tak hanya memamerkan penemuan AI dan Android, Google juga memperkenalkan salah satu proyek AI terbarunya, ialah Project Astra.

Pada aktivitas Google I/O 2024, sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (15/4/2024), Project Astra ditunjukkan sebagai aplikasi nan mempunyai antar muka utama berupa viewfinder kamera ponsel.

Cara penggunaan aplikasi ini adalah mendeteksi lingkungan di sekeliling pengguna, kemudian pengguna dapat memberikan pertanyaan mengenai barang di sekitar. Sebagai informasi, proyek ini menggunakan teknologi Gemini AI.

Contohnya, pengguna bisa bertanya "Tunjukkan barang nan bisa menampilkan gambar." Kemudian, Project Astra akan mendeteksi dan mencari barang nan bisa menghasilkan gambar.

Ketika sistem mendeteksi monitor, Project Astra bakal merespons, "Saya memandang monitor, nan mana barang ini bisa menampilkan gambar."

Tak hanya menjawab pertanyaan sederhana, Project Astra juga bisa menjawab pertanyaan spesifik. Sebagai contoh, pengguna bisa mengarahkan kamera ponsel ke suatu sudut, kemudian menggambar lingkaran di layar nan menunjukkan barang tersebut.

Lalu, pengguna dapat bertanya "Ponsel jenis apa ini?", dan sistem bakal bisa langsung menjawab jenis ponsel nan ditunjukkan.

Tidak hanya itu, Project Astra dari Google ini juga bisa membantu pengguna mencari barang di sekitar. Contohnya, pengguna dapat memindai lingkungan sekitar menggunakan kamera ponsel.

Kemudian, pengguna bisa meminta tolong AI dengan bertanya "Bisakah Anda mencari kacamata saya?", dan AI bakal secara instan memberikan info soal kacamata tersebut.

Google baru saja merilis Gemini, model kepintaran buatan (AI) terbaru nan menjadi saingan ChatGPT. Meskipun sebelumnya ada laporan tentang penundaan peluncuran, sekarang Gemini sudah tersedia dan dapat digunakan.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Cara Kerja Project Astra

Project Astra bekerja dengan memproses info visual secara langsung (real-time). Namun tak hanya itu, aplikasi ini juga dapat mengingat objek sekitar nan dipindai.

Menurut CEO Google DeepMind Demis Hassabis, kemampuan ini bisa dilakukan lantaran AI di Project Astra didesain untuk memroses info lebih cepat, dengan menyandingkan frame video nan diterima secara terus-menerus.

Kemudian, AI menggabungkan video dan input perintah ke dalam timeline, dan menyimpan info dalam corak cache untuk memberikan jawaban nan lebih efisien.

Kendati demikian, menurut Hassabis, fitur ini tetap dalam tahap uji coba dan memerlukan waktu untuk menyempurnakannya.

"Meskipun kami telah mencapai kemajuan luar biasa dalam mengembangkan sistem AI nan dapat memahami info secara multimodel, mempersingkat waktu respons terhadap sesuatu nan berkarakter percakapan merupakan tantangan teknis nan sulit," ujar Hassabis.

Kapan Project Astra Diluncurkan ke Publik?

Meskipun Astra sudah diperkenalkan, teknologi ini belum mempunyai rencanadalam peluncuran nan jelas. Namun, Hassabis menulis jika di masa depan, ada kemungkinan teknologi asisten AI ini akan datang di smartphone. 

Google juga telah berupaya agar memberikan lebih banyak ekspresi vokal, sehingga AI tersebut dapat memberikan respons seperti manusia.

Perusahaan juga menyempurnakan bunyi AI dengan mengubah langkah sistem berbicara. Jadi, bunyi AI tersebut bisa memberikan info dengan lebih banyak style bicara dan intonasi.

Google I/O Hadirkan Deretan Pengumuman Menarik

Dalam gelaran Google I/O kali ini, Google nyaris dapat dipastikan bakal mengungkap sejumlah produk anyar besutan mereka ke publik. Mengutip info dari Engadget, Rabu (8/5/2024), ada beberapa perihal nan kemungkinan bakal dibahas Google dalam event tersebut.

Salah satunya, sama seperti event tahun sebelumnya, Google I/O 2024 bakal menjadi debut dari Android jenis terbaru. Dan kali ini, perusahaan dapat dipastikan bakal memperkenalkan Android 15.

Saat ini, Android 15 versi beta telah mulai digulirkan untuk sejumlah penguji. Beberapa fitur dari system operasi terbaru ini pun sudah mulai terungkap, seperti Privacy Sandbox nan diperbarui hingga konektivitas satelit nan ditingkatkan.

Selain Android 15, Google besar kemungkinan bakal banyak membahas soal AI dalam event tahun ini. Terlebih, perusahaan itu sudah mempunyai Gemini AI dan digadang-gadang bakal menjadi salah satu konsentrasi pembahasan dalam I/O tahun ini.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Teknologi LP6
Teknologi LP6