Program Restrukturisasi Kredit Covid-19 Berakhir, BSI Sudah Siap

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik berakhirnya kebijakan stimulus restrukturisasi angsuran perbankan akibat dampak pandemi COVID-19.

"BSI pasti mendukung untuk itu (pencabutan restrukturisasi angsuran COVID-19). Kita juga sudah siap, lantaran sekarang perekonomian juga sudah mulai kembali dan tidak seperti saat pandemi COVID-19," kata Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta kepada wartawan usai aktivitas buka puasa berbareng di Jakarta, dikutip Selasa (2/4/2024).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menghentikan kebijakan stimulus restrukturisasi angsuran perbankan pada Minggu (31/3) lalu.

OJK menjelaskan, berakhirnya kebijakan stimulus itu seiring kondisi perbankan nasional nan sekarang sudah mempunyai daya tahan nan kuat dalam menghadapi dinamika perekonomian, dan didukung oleh tingkat permodalan nan kuat, likuiditas nan memadai, serta manajemen akibat nan baik.

Bob melanjutnya, BSI sendiri telah mengantisipasi pemberhrntian kebijakan restrukturisasi angsuran OJK.

"Pencadangan kami itu juga cukup. Kami punya cash coverage ratio-nya sekitar nyaris mendekati 200 persen, ialah sekitar 190-an persen. Insya Allah, (pencadangan) cukup," kata Bob.

BSI mencatat, cash coverage ratio (NPF Coverage) perseroan berada di nomor 194,35 persen.

Selain itu, Bob juga memastikan bahwa perseroan tetap melanjutkan restrukturisasi angsuran meski kebijakan stimulus telah dicabut, sebagaimana nan telah disepakati sebelumnya dengan para debitur.

"Waktu COVID-19, ada perjanjian restrukturisasi nan misalnya berlakunya proses recovery-nya 5 alias 7 tahun. Saat kebijakan dicabut, ini kan tetap berlanjut," jelasnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6