Peserta Kartu Prakerja Bisa Langsung Dapat Kerja 1 Bulan Usai Pelatihan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja menyatakan penyelenggaraan program sejak 2020-2023 telah sukses mengubah nasib sejumlah para pesertanya. Mulai dari bantu memberikan bekal bagi para pengangguran untuk mendapat kerja dalam waktu cepat, hingga menyokong kenaikan penghasilan untuk peserta nan telah bekerja. 

Direktur Eksekutif PMO Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, berasas hasil riset nan dilakukan Asian Development Bank (ADB) pada 2023, kreasi penyelenggaraan program Prakerja sudah on the right track.

Menurut dia, itu terbukti dari adanya sejumlah peserta nan tadinya menganggur sukses mendapatkan kerjaan dalam satu bulan pasca menyelesaikan pelatihan.

"Dari survei itu sekitar dr 1/3 dari nan nganggur kemudian dapat kerja dalam waktu satu bulan pasca penyeselesaian pelatihan. Tapi saya enggak memonitor jika sudah setahun hasilnya bagaimana," ujar Denni di Jakarta, Rabu (15/5/2024). 

Meskipun program pelatihannya dilakukan dalam waktu condong singkat, namun dia meyakini program Prakerja telah bantu meningkatkan kompetensi para pesertanya. "Dan bekerjanya baik ada nan menjadi wirausahawan maupun sebagai karyawan," imbuhnya. 

Denni menyebut eks peserta Kartu Prakerja paling banyak mendapat pekerjaan ialah sebagai tenaga manajemen perkantoran, termasuk dalam bagian HRD hingga tenaga penjualan dan pemasaran (sales).

"Karena itu sebenernya matching dengan apa nan ada di job portal. Karena info job portal kita tarik dan itu real time rupanya itu pekerjaan nan paling banyak adalah untuk tenaga penjualan dan pemasaran, dan nan kedua manajemen perkantoran," ungkapnya. 

Tak hanya itu, Denni bilang program Kartu Prakerja juga menawarkan kesempatan bagi para pesertanya nan telah mempunyai kerja. Dengan adanya peningkatan kompetensi, itu dianggap bisa jadi nilai jual untuk memperoleh tambahan gaji.

"Selain itu, Ptakerja juga meningkatkan penghasilan buat mereka nan sudah berkerja. Angkanya ada dalam laporan," pungkas Denni.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

PMO Susun Anggaran 2025, Prabowo Diminta Lanjutkan Kartu Prakerja

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian berambisi program Kartu Prakerja bisa terus dilanjutkan oleh kabinet pemerintahan selanjutnya di bawah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.  

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, sejak Kartu Prakerja dimulai per Maret 2020, pemerintah berbareng tim manajemen pelaksana program (PMO) telah menghadapi beragam dinamika menyulitkan, termasuk pandemi Covid-19. 

Setelah melewati beragam modifikasi, penyelenggaraan program Prakerja tetap bisa memperkuat hingga saat ini. Oleh karenanya, Susiwijono berambisi pemerintahan Prabowo bisa melanjutkan program ini.

"Keberlanjutan program ini jadi salah satu program nan sejujurnya kita dengan pak Menko (Airlangga Hartarto) dan teman-teman semuanya berambisi ini terus berlanjut, terutama di pemerintahan berikutnya," ujar dia dalam aktivitas Rilis Laporan Pelaksanaan Program Kartu Prakerja Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Dari sisi PMO, Direktur Pemantauan dan Evaluasi Prakerja Cahyo Prihadi menyampaikan, pihaknya memang telah menyusun anggaran untuk penyelenggaraan Kartu Prakerja 2025. Namun, finalisasi kebijakannnya berada di tangan Komite Cipta Kerja. 

"Memang kami sedang menyusun anggaran untuk tahun 2025. Tapi again, kami menunggu pengarahan untuk tahun 2025 apakah program Prakerja kelak (lanjut) dengan skema seperti apa, tunggu tanggal mainnya," ungkapnya pada kesempatan nan sama.

Beasiswa Rp 4,2 Juta

Adapun untuk program Kartu Prakerja 2024 nan dibuka pada 23 Februari 2024, pemerintah menyasar sekitar 1,148 juta calon peserta di tahun ini. Jumlah anggaran nan disiapkan sekitar Rp 4,8 triliun, naik Rp 500 miliar dari tahun sebelumnya.

Program ini bakal memberikan besaran danasiwa kepada peserta sebesar Rp 4,2 juta per individu. Jumlah support danasiwa Kartu Prakerja itu terbagi atas biaya training sebesar Rp 3,5 juta, insentif biaya pascapelatihan Rp 600.000 nan diberikan sebanyak satu kali, serta insentif survei sebesar Rp 100.000 untuk dua kali pengisian survei.

Tercatat sejak awal peluncurannya pada 2020 hingga 2023, program ini telah bisa memberikan faedah kepada 17,5 juta masyarakat di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia, termasuk Papua.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6