Perjalanan Dinas Pertama Jadi Menteri ATR, AHY Blusukan ke Sulawesi Utara

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), langsung tancap gas melakukan perjalanan dinas ke Sulawesi Utara (Sulut), sehari setelah menjabat sebagai menteri mengisi posisi nan ditinggalkan Hadi Tjahjanto. 

Perjalanan dinas itu bakal digelar setelah dirinya mendapat undangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meresmikan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. 

"Blusukan. Saya tadi berbareng pak Wamen (Raja Juli Antoni) intinya adalah saya datang ke Sulut ini juga menjadi perjalanan dinas pertama saya sebagai Menteri ATR/BPN," ujar AHY di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (22/2/2024).

Agus Harimurti Yudhoyono juga menyimpan sejumlah angan dalam kunjungan kerjanya tersebut. Sebab, dirinya berbareng tim bakal langsung memandang struktur instansi perwakilan kementerian secara langsung di daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

AHY juga telah menyiapkan agenda untuk mengunjungi sejumlah instansi pertanahan di wilayah Sulawesi Utara, sembari menanyakan soal pemilikan sertifikat tanah kepada penduduk setempat.

"Kalau bisa kelak mengunjungi salah satu instansi nan melayani urusan pertanahan bagi masyarakat di sana. Tapi jika memungkinkan waktu juga saya sampaikan ada enggak sertifikat nan segera kita serahkan ke masyarakat di sana," ungkapnya. 

Menurut dia, tugasnya sebagai Menteri ATR/BPN memang mengharuskan untuk melakukan blusukan langsung ke lapangan. AHY menilai, itu jadi langkah paling efektif untuk mengetahui kondisi terkini nan terjadi di lapangan.

"Karena memang kediaman kami bekerja di lapangan, untuk menyapa langsung masyarakat. Saya rasa itu nan paling efektif, mendengarkan langsung angan dan aspirasi masyarakat. Itu bisa bukan hanya menggerakan kita, tapi mempercepat untuk kita bantu," tuturnya. 

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

AHY Gelar Rapat Perdana Jadi Menteri ATR/BPN, Bahas soal Sengketa Tanah

Sebelumnya diberitakan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar rapat ketua perdananya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (22/2/2024).

Tak bisa lama, AHY kemudian pamit undur dari rapim lantaran kudu langsung bertolak ke Sulawesi Utara untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peresmian Bendungan Lolak.

Saat ditanya mengenai sasaran 100 hari pertama sebagai Menteri ATR/BPN, AHY belum bisa banyak buka bunyi lantaran program itu tetap digodok berbareng jajaran Kementerian ATR/BPN.

"Yang jelas saya mau meyakinkan target-target pencapaian sesuai dengan kebijakan dan program-program kerja nan selama ini sudah dijalankan oleh bapak Menteri sebelumnya (Hadi Tjahjanto) dan jejeran di tingkat pusat ini," ujarnya.

Membedah Masalah

Oleh karenanya, AHY mau membuka satu per satu mana saya nan perlu dilakukan percepatan selama masa kerja singkatnya dalam 8 bulan. Termasuk mengakselerasi penuntasan kasus sengketa tanah.

"Jadi saya baru bisa menjelaskan di kesempatan ini, bahwa kami semangatnya adalah melakukan percepatan penuntasan segala rumor dan persoalan termasuk sengketa-sengketa tanah, baik individu, korporasi, dan komunitas," kata AHY.

Butuh Sinergi

Namun, dia menekankan bahwa dirinya berbareng Kementerian ATR/BPN tidak bisa bekerja sendirian. Sebab, beragam urusan lembaga semisal di bagian pertanahan dan lainnya juga turut bersenggolan dengan kementerian lain.

"Jadi ini juga nan menjadi prioritas saya untuk melakukan koordinasi, komunikasi awal. Saya sudah berkomunikasi dengan sejumlah menteri terkqit untuk mencari waktu, lantaran semua pasti punya kesibukan nan tidak bisa ditinggalkan," tuturnya.

"Jadi saya mau mencari waktu sejenak saja, paling tidak jika ada isu-isu strategis dan teknis nan bisa diselesaikan sigap antara Kementerian ATR dan kementerian lain," pungkas Agus Harimurti Yudhoyono.

AHY ke Mafia Tanah: Kita Tegas, Bukan Asal Tebas

Sebelumnya diberitakan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan rencananya dalam menghadapi mafia tanah di Indonesia. Dia menegaskan, tak mau 'asal tebas' dalam memerangi praktik negatif tersebut.

Tapi, AHY ingin pendekatan nan tegas dalam menegakkan patokan hukum. Meski, diketahui AHY punya latar belakang militer nan tak sebentar, sama seperti pendahulunya, Hadi Tjahjanto.

"Tegas, bukan asal tebas, tapi tegas itu kita tidak mau siapapun nan melawan norma di negeri kita. Termasuk nan mafia tanah nan dia kita tau banyak merugikan rakyat, merugikan negara, dengan demikian kita berambisi ada langkah-langkah nan taktis," ujar AHY usai Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Dia mengakui punya latar belakang nan tak jauh berbeda dengan Hadi. Sama-sama lahir dari militer, dia mau pendekatan nan dilakukan ATR/BPN nan dipimpinnya dal 8 bulan ke depan bisa lebih proporsional.

Selesaikan Masalah

Landasannya adalah patokan norma nan jadi referensi di Tanah Air. Poin pentingnya, kata dia, adalah secara konsisten menegakkan norma di sektor pertanahan.

"Secara umum kita punya banyak kesamaan ya. Artinya, pendekatan itu kudu proporsional, kita kembalikan kepada norma dan patokan nan berlaku, regulasinya seperti apa dan kudu konsisten di pusat, di wilayah dan seterusnya," urainya.

Pendekatan Humanis

Anak sulung Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menginginkan adanya pendekatan nan humanis. Ini menyasar pada beragam persoalan nan ada, tak sebatas pada mafia tanah alias sengketa lahan.

Tak lain, tujuannya adalah untuk menjadi lebih dekat kepada masyarakat. Harapannya, pendekatan nan humanis ini bisa lebih diterima oleh semua kalangan masyarakat.

"Tapi juga saya mau menghadirkan ATR nan humanis, humanis ini nan betul-betul menyentuh di masyarakat, dan selama ini juga sudah dilakukan, bagus, saya lihat bagaiamana pendekatan langsung ke masyarakat itu bukan hanya menuai simpati tapi juga betul-betul dirasakan masyarakat mini terutama," jelas Menteri ATR/BPN baru ini.

Atas pendekatan nan baik tadi, AHY membidik bisa mengarahkan pada upaya mencari solusi nan lebih baik atas masalah pertanahan nan ada.

"Pada akhirnya kita mau menuntaskan masalah-masalah, bukan hanya masalah nan berangkaian dengan sengketa, tapi juga dampaknya terhadap ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat kita," ucapnya.

Dia turut menegaskan, pendekatan nan dilakukan ini bakal disesuaikan dengan konteks masalah nan dihadapi. Tentunya, tak terlepas dari patokan norma nan berlaku.

"Jadi pendekatannya tentu sangat-sangat fleksibel, kita mau pendekatannya itu sesuai dengan konteks isunya, karakter masyarakatnya, jika berbincang hukum, aturan, kita tegak lurus, tidak ada negosiasi disini harusnya," pungkas AHY.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6