OJK Blokir 896 Pinjol Ilegal Hingga Mei 2024

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Ororitas Jasa Keuangan (OJK) telah memblokir ratusan platfom pinjaman online (pinjol) ilegal. OJK tercatat telah memblokir 896 pinjol terlarangan sepanjang 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan telah dilakukan pengawasan sepanjang Januari-Mei 2024.

Berdasarkan pada laporan nan masuk ke OJK, didapati ada 896 pinjaman ilegal nan sudah diblokir. Kemudian ada 18 investasi terlarangan nan juga disetop OJK. Sehingga totalnya ada 915 entitas finansial terlarangan nan disanksi.

"Dari sisi pemberantasan aktivitas finansial ilegal, sejak 1 Januari sampai dengan 31 Mei 2024, Satgas PASTI telah menghentikan 915 entitas finansial terlarangan nan diantaranya terdiri dari 19 investasi ilegal, dan 896 pinjaman online ilegal," ujar Friderica dalam Konferensi Pers, Senin (10/6/2024).

Jumlah pengaduan nan masuk ke OJK tidak kalah banyak. Dia mengatakan, ada sebanyak 7.560 pengaduan nan masuk ke OJK.

Itu meliputi pengaduan pinjol terlarangan sebanyak 7.194 pengaduan dan pengaduan investasi terlarangan sebanyak 366 pengaduan.

Adapun, secara total OJK sudah memblokir sebanyak 7.576 pinjol terlarangan sejak 2017-Mei 2024 ini. Rinciannya, 404 ditindak pada 2017-2018, 1.493 pada 2019, 1.026 pada 2020, 811 pada 2021, 698 pada 2022, dan 2.248 pinjol terlarangan pada 2023 lalu.

Sementara itu, OJK juga sudah menindak sebanyak 1.237 investasi terlarangan pada periode nan sama. Serta, gadai terlarangan sebanyak 251 kegiatan. Secara total, OJK sudah memblokir 9.064 entitas finansial ilegal.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Blokir 4.921 Rekening Judi Online

Diberitakan sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sudah nyaris 5.000 rekening mengenai gambling online nan diblokir. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkap ada 4.921 rekening nan diblokir oleh lembaga nan dipimpinnya itu.

Mahendra mengatakan, langkah ini sebagai bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas sistem jasa finansial di dalam negeri. OJK juga jadi bagian dari Satuan Tugas (Satgas) gambling online.

Tak hanya itu, OJK juga melakukan penelusuran rekening dengan nama nan sama mengenai dengan gambling online. Setelah ditemukan, OJK turut menutup rekening tersebut.

"Melakukan pemblokiran terhadap 4.921 rekening dari info nan kami terima nan dikirimkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika serta meminta perbankan menutup rekening dalam satu customer identification file alias CIF nan sama," tutur Mahendra dalam Konferensi Pers, Senin (10/6/2024).

Mahendra mengatakan, OJK juga telah meminta perbankan untuk melakukan verifikasi, identifikasi terhadap daftar nama nan terindikasi melakukan transaksi gambling online. Termasuk melakukan penelusuran (tracing) dan profiling kepada nama-nama tersebut.

"OJK juga memasukkan daftar rekening pengguna mengenai transaksi gambling online dalam sistem info anti pencucian duit dan pencegahan pendanaan terorisme nan dikenal dengan sistem SIGAP," katanya.

Langkah ini agar para pelaku industri jasa finansial bisa menelusuri nama-nama tersebut. Diharapkan bisa dilakukan antisipasi kedepannya.

"Sehingga dapat diakses oleh seluruh lembaga jasa finansial dan mempersempit ruang mobilitas pelaku gambling online dan mengatasi asimetric informastion di sektor jasa keuangan," bebernya.

Edukasi Masyarakat

Tak sebatas pada penindakan, Mahendra menuturkan, pihaknya aktif dalam melakukan sosialisasi mengenai ancaman gambling online. Ini dilakukan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan.

Selain kepada masyarakat, OJK juga meminta pelaku industri untuk mengidentifikasi dan verifikasi rekening dengan transaksi nan mencurigakan, termasuk transaksi gambling online.

"Upaya preventif juga dilakukan di sisi edukasi masyarakat mengenai judol dan meminta industri jasa finansial secara proaktif melakukan identifikasi dan verifikasi atas rekening dengan transaksi nan mencurigakan termasuk aktivitas gambling online," pungkasnya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6