OJK: 5 Perusahaan Multifinance Belum Penuhi Modal Rp 100 Miliar

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Agusman, menyebut hingga Maret 2024 tetap ada lima perusahaan pembiayaan alias multifinance nan belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum modal sebesar Rp 100 miliar.

"Pada posisi bulan Maret 2024, terdapat lima perusahaan pembiayaan dari 147 perusahaan nan belum memenuhi ketentuan tanggungjawab ekuitas minimum," kata Agusman, dikutip Kamis (4/4/2024).

Sementara, untuk Penyelenggara P2P Lending, tetap terdapat 8 dari 101 Penyelenggara P2P Lending nan belum memenuhi tanggungjawab ekuitas minimal Rp2,5 miliar.

Oleh lantaran itu, OJK terus melakukan langkah-langkah nan diperlukan mengenai progress action plan upaya pemenuhan tanggungjawab ekuitas minimum dimaksud berupa injeksi modal dari pemegang saham, maupun dari strategic penanammodal lokal/asing nan kredibel, termasuk di antaranya pengembalian izin usaha.

Upaya OJK

Tak hanya itu saja, OJK juga telah melakukan supervisory action dan enforcement kepada perusahaan pembiayaan nan belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum sampai timeline nan disetujui.

Disisi lain, OJK bakal terus menguatkan tata kelola melalui aktivitas berbareng stakeholders di seluruh Indonesia, khususnya sektor jasa keuangan, kementerian alias lembaga, pemerintah daerah, civitas academica dan stakeholders lainnya di beberapa daerah.

Untuk memperkuat sektor ini, OJK juga sudah meluncurkan roadmap Pengembangan dan Penguatan perusahaan pembiayaan periode 2024-2028 pada tanggal 5 Maret 2024.

"Hal ini sebagai upaya mewujudkan industri perusahaan pembiayaan nan sehat, kuat, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan," pungkasnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

OJK Susun Peta Jalan Pengembangan Perusahaan Pembiayaan hingga 2028

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyusun peta jalan pengembangan perusahaan pembiayaan hingga 2028 mendatang. Harapannya, proses ini bisa berjalan lebih sigap dari pemisah akhir tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Lainnya OJK, Agusman menerangkan penyelenggaraan peta jalannatau roadmap ini dibagi dalam 3 tahap.

Tahap pertama diawali dengan Fase 1 Penguatan Fondasi pada 2024-2025. Kemudian, dilanjutkan dengan Fase 2 berupa Konsolidasi dan Menciptakan Momentum pada 2026-2027.

"Dan diakhiri dengan Fase 3 Penyesuaian dan Pertumbuhan (pada) 2028," ucap Agusman dalam Peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024-2028, di Jakarta, Selasa (5/3/2024).

6 Strategi

Dalam kurun waktu tersebut, Agusman menjelaskan ada 6 strategi nan bakal dijalankan guna melakukan pengembangan tersebut. Mulai dari penguatan permodalan, tata kelola, hingga transformasi digital dalam ekosistem perusahaan pembiayaan.

Secara rinci, strategi nan digunakan diantaranya; pertama, penguatan permodalan, tata kelola, manajemen risiko, dan SDM. Kedua, Penguatan Pengembangan usaha. Ketiga, Penguatan pengaturan, pengawasan, dan perizinan. Keempat, Penguatan perlindungan konsumen. Kelima, Penguatan pengembangan komponen ekosistem. Keenam, Akselerasi transformasi digital.

"Setiap strategi mempunyai program kerja masing-masing sebagai action plan konkrit untuk diimplementasikan oleh stakeholders terkait," tegasnya.

"Roadmap ini merupakan living document sehingga berkarakter adaptif dan dapat disesuaikan seiring dinamika perkembangan ekonomi dan industri perusahaan pembiayaan ke depan," imbuh Agusman.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6