Menyongsong Indonesia Emas 2045, Industri Pelabuhan Harus Apa?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Acara nan mengusung tema "Industri Jasa Kepelabuhanan Sebagai Jembatan Menuju Indonesia Emas 2045" ini dihadiri oleh beragam tokoh penting, termasuk Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dalam sambutannya, Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan asosiasi untuk mewujudkan program-program strategis nasional.

"Pelabuhan merupakan gambaran dari aktivitas logistik nan efisien. Dengan pengelolaan nan baik dan standar nan tinggi, kita dapat mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045," ujar Menhub, ditulis Minggu (9/6/2024).

Dia juga mengapresiasi ABUPI atas penyelenggaraan seminar ini, nan melibatkan beragam asosiasi dan pemangku kepentingan.

Infrastruktur Pelabuhan Memadahi

Seminar Nasional ini menampilkan empat narasumber nan membahas beragam aspek strategis dalam industri kepelabuhanan.

Dirjen Perhubungan Laut Antoni Arif Priadi menggarisbawahi pentingnya prasarana nan memadai, kesiapan SDM, dan penerapan teknologi.

Sementara itu, Khoiri Sutomo dari KADIN Indonesia menambahkan pentingnya kerjasama dan kerja sama, dan Darmansyah Tanamas dari INSA menekankan sinergi antara pelabuhan dan pelayaran. Akbar Djohan dari ALFI lebih konsentrasi pada kerjasama publik dan privat untuk menarik investasi dalam pembangunan prasarana pelabuhan.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Apa Rencana Badan Usaha Pelabuhan?

Rakernas ABUPI IX menghasilkan beberapa keputusan penting, termasuk pembentukan golongan kerja untuk mengkaji izin di bagian kepelabuhanan, hubungan dengan organisasi kepelabuhanan internasional, dan pembentukan panitia unik menjelang Munas ABUPI 2025.

Selain itu, tujuh Koordinator Wilayah baru dilantik, mencakup Riau, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah.

Ketua Umum ABUPI, Aulia Febrial Fatwa, menegaskan bahwa tanggung jawab ini adalah kesempatan luar biasa untuk berkontribusi dalam pengembangan industri kepelabuhanan Indonesia.

Sekjen ABUPI, Liana Trisnawati, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak nan mendukung kelancaran aktivitas ini, termasuk Kementerian Perhubungan, narasumber, akademisi, dan sponsor.

Dengan terselenggaranya seminar nasional dan Rakernas ini, ABUPI berambisi dapat terus mendorong pertumbuhan dan pengembangan industri kepelabuhanan di Indonesia, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6