Menko Luhut Tetap Siap Bantu Prabowo meski Sudah Jadi Opung Usia 77 Tahun

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan kesiapan untuk kembali ikut membantu pemerintahan di kabinet Prabowo Subianto. 

Meskipun sudah tidak muda lagi dan bakal memasuki usia 77 tahun pada 2024, Luhut tetap bersedia ikut terlibat di pemerintah berbareng Prabowo. Ia pun percaya posisinya kelak bakal digantikan oleh anak muda nan punya kompetensi lebih hebat. 

"Saya jika diminta oleh beliau ya saya bantu semaksimal saya. Banyak anak-anak muda nan lebih dahsyat daripada saya. Sudah 77 tahun umur saya, bukan muda. Opung kau sudah bisa saya," ujar Luhut di Bali, Rabu (15/5/2024).

"Semua nan di bawah langit ada waktunya. Jadi saya juga kudu tahu diri. Jadi apa kelak ya, kita lihat saja," dia menambahkan. 

Menko Luhut juga sempat memastikan pembangunan proyek warisan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semisal Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga Jalan Tol Trans Sumatera bakal terus bersambung hingga 5 tahun mendatang di kabinet selanjutnya.

Pernyataan itu diberikan Menko Luhut saat menjadi narasumber dalam di aktivitas Rapat Kerja Teknis Bareskrim Polri di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 14 Mei 2024.

Menurut prospek Indonesia Emas 2045, Luhut memandang kondisi Indonesia secara makro ekonomi condong oke, baik dari segi inflasi nan terjaga hingga tetap punya banyak ruang pembangunan lebih bagus ke depan.

Pandangan itu didapatnya dari pola economic modelling nan dibuat rekan-rekannya di Kemenko Maritim dan Investasi, juga dari hasil obrolan dengan beragam pihak. 

"Kita lihat bahwa 5 tahun ke depan nomor untuk pembangunan IKN tidak ada masalah. Juga Trans Sumatera tidak ada masalah, dan banyak proyek lainnya dapat dibiayai oleh APBN," ujar Menko Luhut. 

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Kelanjutan Proyek Infrastruktur

Luhut pun memastikan kelanjutan proyek prasarana warisan Jokowi agar tidak mangkrak di kabinet pemerintahan Prabowo Subianto. Sebab, dia menilai Jokowi dkk telah melakukan perencanaan dengan cukup matang. 

"Apalagi dengan efisiensi di sana-sini dilakukan, dan Pak Jokowi sampai last minute juga tetap bekerja. Kita sangat confidence bahwa program-program nan dibuat oleh pak Jokowi bakal terus bersambung ke depan," tuturnya. 

"Dan, Presiden terpilih pun saya lihat juga sangat memahami ini dan juga memberikan perhatian terhadap hal-hal semacam ini," pungkas Menko Luhut.

Internet Elon Musk Masuk Indonesia, Menko Luhut: Operator Lokal Harus Siap Bersaing

Sebelumnya, pemerintah berbareng pendiri SpaceX, Elon Musk bakal segera meluncurkan Starlink. Layanan internet satelit itu direncanakan bakal menghubungkan jaringan komunikasi hingga ke pelosok Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi,Luhut Binsar Pandjaitan, menilai kehadiran Elon Musk dan Starlink bukan sebagai ancaman bagi para operator internet lokal. 

Justru, Luhut meminta perusahaan jasa jaringan telekomunikasi lain agar bisa bersaing dengan Starlink. "Ya semua kan kudu berkompetisi," ujarnya seusai konvensi pers Ekspedisi Bersama Indonesia-OceanX di Bali, Rabu (15/5/2024). 

Di lain sisi, Luhut meyakini kehadiran Elon Musk bersama Starlink miliknya bakal turut bantu pemerintah dalam memberikan layanan-layanan publik semisal kesehatan dan pendidikan.

"Nanti dengan ada Starlink komunikasi kita di daerah-daerah terpencil bakal sangat bagus. Jadi kelak masalah kesehatan, pendidikan, saya kira bakal sangat-sangat terbantu," ungkap dia. 

Adapun rencananya, Starlink bakal diluncurkan oleh Elon Musk berbareng dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela rangkaian aktivitas World Water Forum (WWF) 2024 Bali pada Minggu, 19 Mei 2024.

"Elon Musk kelak juga bakal meresmikan (bersama) Presiden mengenai Starlink, ialah untuk mempermudah komunikasi kita di daerah-daerah terpencil. Akan dilakukan kelak pada hari Minggu," kata Luhut beberapa waktu lalu. 

Tak hanya sekadar meluncurkan Starlink, Elon Musk pun dijadwalkan bakal jadi salah satu pembicara di WWF 2024 Bali. "Nanti juga Elon diundang sebagai pembicara publik di pembukaan dari WWF," imbuh Luhut.

Starlink Dapat Izin Operasional di Indonesia, Menkominfo: Kewajiban Sama dengan Operator Lain

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi memastikan satelit internet milik Elon Musk Starlink telah mendapatkan sertifikat Uji Laik Operasi alias ULO. Dengan mendapatkan sertifikat ULO, Starlink bisa menjalankan bisnisnya di Indonesia.

"Gini loh, ini kan sudah dilakukan uji, ULO kan uji layak operasi, bahwa Starlink itu memenuhi kriteria untuk uji layak operasi di Indonesia. Tapi kelak dia uji coba lagi, jasa dan segala macam. Mei lah," kata Menkominfo Budi Arie Setiadi ditemui di Kantor Kominfo, Jakarta, Selasa (30/4/2024).

Budi lebih lanjut memaparkan, dengan memperoleh sertifikat Uji Laik Operasional, Starlink kudu mengikuti izin Indonesia.

"Kami minta pokoknya kudu ikut izin Indonesia, jika BPH frekuensi, iya. Ini agar kami sebagai negara tetap bisa mengontrol, (takutnya jika ada) gambling online di situ, pornografi di situ, kelak kita nggak bisa jangkau (jika tak patuhi regulasi)," kata Menkominfo Budi Arie.

Meski bisa menjalankan jasa di Indonesia, Budi mengungkapkan bahwa Starlink cocok untuk menggelar jasa di wilayah 3T, bukan di perkotaan.

Hal ini lantaran secara bisnis, nilai internet satelit dinilai tidak kompetitif dibandingkan jasa internet terestrial.

"Dia (internet satelit) cocok di 3T, jika di kota tidak. Gini, harganya tidak bakal kompetitif. Kalau di perkotaan dia kalah. Teknologi satelit itu cocoknya di daerah-daerah, masa di Jakarta pakai satelit," ujarnya.

Cocok untuk Pebisnis Daerah

Budi mengungkapkan, satelit internet lebih cocok untuk menggelar jasa upaya di daerah-daerah nan susah dijangkau prasarana seperti BTS seluler dan fiber optik.

"Kalau dia (Starlink) mau retail silakan saja, tidak apa-apa, tetapi daerah-daerah Indonesia timur itu susah jika tidak ada teknologi satelit. Jangan membayangkan Starlink dipakai di Jakarta, gak mungkin Starlink bakal kompetitif, lantaran internet di Jakarta sudah kencang," tutur Budi.

Lebih lanjut, meski Starlink telah mendapatkan sertifikat ULO, pemerintah selalu mengawasi agar Starlink alias penyedia layanan-layanan internet kudu mematuhi izin nan sama dengan penyelenggara jasa telekomunikasi internet lain alias operator seluler.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6