Menko Airlangga Yakin Kartu Prakerja Tetap Berlanjut Siapapun Pemenang Pilpres

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator bagian Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini program kartu prakerja bakal tetap bersambung di tahun mendatang meski siapapun calon presiden (capres) bakal terpilih nantinya.

Ini dia sampaikan saat menghadiri aktivitas Continuous Improvement, Evidence-driven Decision Making - Diseminasi Riset Prakerja 2023, Kamis (23/11/2023).

Keyakinan Menko Airlangga lantaran pemerintah saat ini tetap bertanggung jawab menentukan besaran anggaran di tahun depan dalam APBN.

"Anggaran ke depan ditentukan oleh pemerintahan sekarang. Jadi dalam siklus anggaran pemerintah sekarang bisa menitipkan program keberlanjutan sehingga dengan demikian sistem begini maka beberapa program nan baik lantaran program budget diputuskan di parlemen multi party sehingga jika kita ajukan program unggulan termasuk kartu prakerja dalam APBN 2025 maka program berlanjut," tegas dia.

Sebaliknya, dijelaskan Airlangga, program kartu prakerja bisa saja tidak bersambung jika memang ada keputusan pembatalan anggaran.

Namun, perihal itu dipastikan memerlukan proses panjang nan juga mendapatkan persetujuan banyak pihak. "Kami optimis program unggulan ini tetap melangkah dan DPR sebagai multi party kan jika disetujui bakal menyetujui program unggulan tersebut," tegas Airlangga.

Sekadar info, Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan nan ditujukan untuk pencari kerja, pekerja/buruh nan terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh nan memerlukan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku upaya mikro dan kecil.

Program Kartu Prakerja bermaksud untuk mengembangkan kompetensi angkatan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing angkatan kerja, serta mengembangkan kewirausahaan.

Anies Baswedan Bicara Nasib Program Kartu Prakerja, Bakal Lanjut?

Bakal Calon Presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan buka bunyi mengenai nasib Program Kartu Prakerja, sebuah jagoan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia memberikan sinyal jika program itu tetap bakal dilanjutkan.

Namun, Anies Baswedan menegaskan, kelanjutan program tidak berjuntai pada siapa pemimpinnya. Tapi, program nan bisa memberikan faedah ke masyarakat.

"Gini, gini, kami punya prinsip bukan dilanjutkan apa tidak, no, menurut kami sudah cukup kita ini ganti, gonta-ganti, gonta-ganti, kita nan berada di pemerintahan tau persis kok bahwa rakyat itu gak peduli mau siapa nan jadi walikota, gubernur nan krusial adalah mereka dapatkan manfaat," ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Anies menerangkan, ketika program Kartu Prakerja itu tetap bermanfaat, maka ada kesempatan untuk dilanjutkan kedepannya. Menurutnya, perihal itu jadi tugas negara untuk memberikan program nan menyentuh langsung masyarakat.

"Jadi, prinsipnya adalah semua perihal nan baik nan dirasakan bermanfaat, nan dirasakan masyarakat luas sebagai program nan membantu ya tentu bakal berkepanjangan lantaran itulah memang tugas dari negara," kata dia.

"Negara memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan rakyat terpenuhi dengan baik, termasuk program-program itu semua," imbuhnya.

Ada 4 Aspek Pertimbangan

Lebih lanjut, Anies mengatakan ada 4 aspek nan jadi perhatian untuk menentukan satu program itu bersambung alias tidak. Pertama, aspek apa nan perlu ditingkatkan. Kedua, apa nan perlu dikoreksi.

Ketiga, apa nan perlu dihentikan. Keempat, apa perihal baru nan bisa dilakukan. "Tapi ada juga perihal nan kurang dirasakan kurang bermanfaat, tidak bermanfaat, ya itu unsur nan mungkin kudu dihentikan. Lalu, ada perihal nan hari ini dirasa kurang, belum ada, tapi dibuatlah perihal baru," tuturnya.

Namun, dia mengungkap, tetap banyak pihak nan hanya mengambil poin ketiga dan ke empat. Yakni, hanya pada aspek apa nan perlu dihilangkan, dan apa nan perlu dibuat baru.

"Kebanyakan dari kita, ketika bicara change itu dipikirnya nomor 3 dan nomor 4 aja, nah itu menurut saya bahaya. Jangan, kita kelak ngerasain, saya dulu tugas di Jakarta, lenyap itu negitu selesai tugas ada perubahan, gapapa, memang otoritasnya orangnya beda," ungkap Anies.

"Jadi ada empat. nan diteruskan alias ditingkatkan, nan dikoreksi, nan tidak dilanjutkan, dan nan perihal baru nan kudu dikerjakan. Jadi semua perihal baik bakal diteruskan," tegasnya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6