Menengok Kinerja Pertamina sepanjang 2024

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mencatatkkan keahlian positif pada periode 2023. Kinerja positif ini di semua lini upaya alias semua unsur subholding. Pertamina bisa menorehkan keahlian positif ini pasca restrukturisasi organisasi pembentukan Holding dan Subholding.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, sejak restrukturisasi organisasi, keahlian operasional seluruh lini bisnis, baik holding dan subholding juga semakin solid dan andal.

Seiring dengan pertumbuhan operasional, capaian finansial pun meningkat berkah efisiensi, optimasi biaya, manajemen liabilitas, serta komitmen penyelesaian piutang pemerintah kepada Pertamina,” ungkap Nicke dalam keterangan tertulis, Selasa (11/6/2024).  

Melalui Subholding Hulu, produksi minyak dan gas (migas) bertumbuh 8% dari tahun 2022 sebesar 967,4 juta barel setara minyak per hari (million barrel oil per day/MBOEPD) menjadi 1.044 MBOEPD pada 2023.

Produksi tersebut dialokasikan untuk kebutuhan daya nasional, dimana dari 24% blok dalam negeri nan dikelola Pertamina berkontribusi terhadap pasokan minyak dan gas nasional sebanyak 69% dan 34%. Pada tahun 2023, Pertamina juga melakukan 6 akuisisi blok, termasuk Blok Masela, Blok Bunga dan Peri Mahakam.

Dari Subholding Pengolahan dan Petrokimia, produksi kilang meningkat 2% dari tahun dari 333 juta barel (BBL) di tahun 2022 menjadi 341 juta BBL pada tahun 2023.

Program refinery development master plan (RDMP) Balikpapan telah mencapai 84% per akhir Desember 2023, serta keberhasilan lain seperti penemuan produk daya ramah lingkungan berupa sustainable aviation fuel (SAF), BioSolar B35, dan Pertamax Green.  

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Pemasaran dan Gas

Sementara pada upaya pemasaran dan niaga, melalui subholding Commercial & Trading, realisasi penjualan produk BBM dan Non-BBM juga meningkat, ialah dari 98 juta kiloliter (KL) di tahun 2022 menjadi 100 juta KL di tahun 2023.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga telah mulai menyalurkan BBM ramah lingkungan Pertamax Green 95, Biosolar 35. Pertamina, di tahun 2023 terus menjalankan program BBM 1 Harga, One Village One Outlet (OVOO) dan Pertashop di seluruh wilayah Indonesia, nan hingga akhir tahun 2023 telah mencakup 98% wilayah.

“Sebagai lini upaya nan berasosiasi dengan konsumen, Pertamina terus mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi secara terintegrasi, mulai dari pengedaran hingga layanan, sehingga proses upaya sektor ini dapat menghasilkan efisiensi nan signifikan bagi Pertamina,” jelas Nicke.

Gas 

Subholding Gas juga  berhasil meningkatkan penjualan gas dari  327 ribu BBTU (billion british thermal unit) di tahun 2022 menjadi 337 ribu BBTU di tahun 2023. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan permintaan dari sektor industri, komersial dan rumah tangga.

Sementara itu, jaringan gas (jargas) pada tahun 2023 bertambah 55 ribu, alias secara akumulasi menjadi 820 ribu sambungan rumah tangga (SRT). Sementara, transmisi gas meningkat sekitar 8% dari 493 Miliar SCF di tahun 2022 menjadi 532 Miliar SCF di tahun 2023.

Logistik dan Energi Terbarukan

Subholding Integrated Marine Logistics ( SH IML) juga mencatatkan keahlian nan positif di sepanjang 2023. Transportasi kargo Pertamina  meningkat 3% dari tahun sebelumnya ialah dari 157 juta KL di tahun 2022 menjadi 161,4 juta KL di tahun 2023.

SH IML saat ini mengoperasikan 784 tanker serta supported vessels di domestik dan 50 rute internasional. Sebagian besar kapal milik Pertamina juga telah menggunakan kreasi EcoShip, nan berakibat pada penurunan emisi dan efisiensi bahan bakar hingga 8%.

Adapun di sisi subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), produksi listrik dari daya baru dan terbarukan, termasuk panas bumi naik 17% dari 4.658 giga watt hour (GWh) di tahun 2022 menjadi 5.451 GWh di tahun 2023. SH PNRE juga melakukan komersialisasi beberapa operasional, diantaranya IPP Jawa 1 Unit 2, Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Rokan, Refinery Unit II, III, IV, dan VI.

“Sebagian besar parameter operasi di seluruh subholding meningkat pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022. Kenaikan operasional Pertamina Grup dipicu oleh tumbuhnya permintaan dari konsumen, terutama pada sektor daya transisi dimana pertumbuhannya cukup tinggi. Hal ini mencerminkan Pertamina menjalankan visinya untuk mendorong pemanfaatan daya transisi, sekaligus menjaga ketahanan daya nasional pada sektor migas,” ungkap Nicke.

Digitalisasi

Nicke menambahkan, selama tahun 2023, salah satu kunci pemanfaatan digitalisasi di Pertamina diimplementasikan melalui Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC),  yang merupakan transformasi digital dalam memonitor dan mengendalikan  seluruh proses upaya Pertamina dapat melangkah dengan baik, termasuk  proses pengedaran dan kesiapan pasokan energi.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6