Mendagri Usul PNS Ingin Cepat Naik Pangkat Pindah ke IKN

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bakal membantu menuntaskan persoalan lahan di area Ibu Kota Nusantara (IKN) demi mempercepat pembangunan ibu kota baru Republik Indonesia nan berada di Kalimantan Timur tersebut.

Dia pun beranggapan jika ada PNS nan mau dipindahkan ke IKN maka sudah semestinya bisa segera dipromosikan untuk naik jabatan. Dia mengaku pernah menerapkan perihal serupa mengenai perpindahan pegawai ketika berdinas di Polda Papua.

"Dulu waktu saya bikin kebijakan di Polda Papua, untuk mendorong orang mau ke Papua, tempat itu dijadikan test case. Berhasil, naik pangkat," ucap dia dikutip dari Antara, Selasa (11/6/2024).

Selain itu, dia menilai adanya pergantian Kepala Otorita IKN, dia justru mau terlibat lebih jauh dalam pembangunan itu. Sebagai Mendagri, dia bisa mengoordinasikan pemerintah wilayah untuk mendukung percepatan.

"Saya bisa menghubungkan dengan sigap (pemerintah daerah) dengan Pak Basuki (Plt Kepala Otorita IKN)," kata Tito usai menghadiri rapat kerja berbareng DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Sejauh ini, menurutnya rumor lahan menjadi salah satu persoalan nan utama dalam pembangunan IKN. Dia mengatakan persoalan lahan itu pun melibatkan pemerintah daerah.

Dia mengatakan bahwa Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara ialah Makmur Marbun merupakan salah seorang stafnya di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Pj Gubernur Kalimantan Timur ialah Akmal Malik juga merupakan salah seorang Direktur Jenderal (Dirjen) di Kemendagri.

"Jadi saya mempunyai hubungan emosional," kata mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia itu.

Secara pribadi, dia pun mengaku mau segera pindah ke IKN Nusantara lantaran aspek alam nan menjadi daya tarik baginya. Selama bekerja di kepolisian, dia mengaku selalu menikmati jika ditugaskan untuk berdinas di daerah-daerah lantaran daya tarik lingkungan alam tersebut.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Jokowi Undang Megawati hingga SBY Upacara HUT ke-79 RI di IKN

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mengundang para mantan presiden untuk datang dalam upacara Hari Ulang Tahun atau HUT ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur pada 17 Agustus 2024. Mulai dari, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri hingga Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Semuanya (mantan presiden) diundang, semuanya diundang. (Upacara) ke IKN," kata Jokowi di Posyandu Terintegrasi RW 02 RPTRA Taman Sawo Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2024).

Adapun upacara HUT ke-79 RI bakal digelar di dua letak yakni, IKN dan laman Istana Merdeka Jakarta. Jokowi mengatakan perihal ini corak transisi perpindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN, Kalimantan Timur.

"Ini kan masa transisi, masa transisi dari Jakarta menuju ke IKN Nusantara. Agar ada perjalanan menuju pindahnya itu keliatan. Jadi di sini (Istana Merdeka) tetap dilakukan, di sana (IKN) tetap dilakukan," jelasnya.

Jokowi menyampaikan upacara HUT ke-80 RI pada tahun 2025 bakal digelar sepenuhnya di IKN, usai keputusan presiden (keppres) pemindahan ibu kota terbut. Disisi lain, dia mengakui akomodasi dan transportasi di IKN tidaklah mudah.

"Nanti tahun depan jika sudah ada keputusan presiden mengenai perpindahan baru kelak di IKN saja. Termasuk juga urusan nan berangkaian dengan mobilisasi, transportasi, akomodasi itu tidak mudah," tutur Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi bakal memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI bakal digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur pada 17 Agustus 2024. Sementara itu, Wapres Ma'ruf Amin bakal datang di laman Istana Merdeka Jakarta.

Jokowi Didampingi Prabowo

Adapun Jokowi nantinya bakal didampingi Presiden Terpilih RI periode 2024-2029, Prabowo Subianto. Sedangkan, Ma'ruf Amin didampingi Wapres Terpilih periode 2024-2029, Gibran Rakabuming Raka.

"Sebagian di IKN, sebagian di sini (Istana Jakarta). Pak Presiden nan mimpin (di IKN), Pak Wapres nan (di Istana)," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/6/2024).

"Nanti Pak Wapres terpilih bakal mendampingi Wapres. Sedangkan Presiden terpilih bakal mendampingi Presiden," sambungnya.

Menurut dia, pejabat negara dan tamu undangan nan datang dalam upacara HUT RI di IKN belum diputuskan. Namun, kata Muhadjir, kemungkinan pejabat negara bakal dibagi dua untuk datang di IKN dan laman Istana Merdeka.

"Belum ada list, mungkin bakal dipecah dua. Termasuk upacara di Makam Pahlawan di Kalibata dan IKN memorial," ujarnya.

Kehadiran Megawati hingga SBY

Muhadjir menuturkan pemerintah juga belum memutuskan apakah mantan presiden dan wakil presiden, seperti Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wapres ke-6 RI Try Sutrisno, hingga Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla bakal datang di IKN alias tidak. Dia menuturkan perihal tersebut tetap dibahas.

"Itu tetap diusulkan. Tadi Pak Presiden rekomendasi kan pokoknya kudu jadi perhatian para tokoh-tokoh apakah di sini (Istana) dan IKN," jelas Muhadjir.

Dia menuturkan para duta besar negara sahabat bakal diundang untuk upacara HUT RI di IKN. Nantinya, mereka tidak bakal bermalam di IKN.

"Ada kemungkinan dubes juga di IKN kelak tidak nginap langsung aktivitas terus balik," ucap Muhadjir.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6