Masa Tenang Pemilu 2024, Menkominfo Ajak Masyarakat Tangkal Penyebaran Hoaks hingga Fitnah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pencoblosan Pemilu 2024 bakal digelar serentak pada Rabu, 14 Februari 2024. Jelang hari pemumgutan suara, ada periode tertentu nan melarang aktivitas kampanye alias disebut masa tenang Pemilu.

Adapun masa tenang Pemilu 2024 dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari Minggu, 11 Februari 2024 hingga Selasa, 13 Februari 2024.

Terkait perihal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menilai penyelenggaraan beragam tahapan Pemilu 2024 hingga saat ini berjalan aman, lancar, dan demokratis.

Hal ini tentu tidak terlepas dari beragam upaya berbareng lintas sektor, termasuk organisasi masyarakat, untuk mewujudkan Pemilu 2024 tenteram dan beradab.

"Kini kita memasuki masa tenang Pemilu 2024 ini. Saya membujuk kita semua untuk terus beriktiar mewujudkan Pemilu 2024 Damai dan Beradab, melalui pengendalian info secara tepat," kata Budi Arie melalui keterangannya, Selasa (13/2/2024).

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian hingga tuduhan selama penyelenggaraan Pemilu 2024.

"Penyebaran disinformasi, hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah selama penyelenggaraan Pemilu 2024 kudu dicegah, karena dapat merusak proses kerakyatan nan berjalan dan mengganggu persatuan bangsa," Menkominfo memungkaskan.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Menkominfo Ajak Gen Z Wujudkan Pemilu Damai

Lebih lanjut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus menggalakkan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) Damai kepada generasi muda. Satu di antaranya menggaet generasi Z di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mendeklarasikan semangat tersebut.

Deklarasi itu dipimpin oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi. Ia mengajak, para generasi Z untuk menggunakan kewenangan pilihnya, menghindari hoaks maupun politik identitas. 

"Dengan sungguh-sungguh kami berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan demokrasi, mengedepankan info fakta, menolak politik identitas dan SARA. Bertekad menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa di atas segala perbedaan," kata Budi Arie dilansir dari Antara, Sabtu (3/2/2024).

Selain Budi Arie, dalam aktivitas tersebut datang juga Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin dan Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto.

Budi Arie juga mengimbau, masyarakat khususnya pemilih pemula untuk bijak menggunakan media sosial. Sebab, konten di media sosial bisa menjadi pemicu kerawanan dalam kesuksesan Pemilu 2024.

Budi Arie menyebut bahwa Pemilu sebagai proses memilih pemimpin perlu diimbangi dengan partisipasi setiap penduduk negara dengan menggunakan kewenangan pilih, mengingat Indonesia merupakan negara demokrasi.

"Untuk pemilih pemula jangan golput (golongan putih) dan tanggal 14 datang ke TPS. Jadi kudu (ajak) ke teman-temannya. Pemilu itu kan haknya masyarakat, kewenangan kedaulatan rakyat, lantaran itu mari gunakan kewenangan itu agar tanggal 14 Februari 2024 beramai-ramai datang ke TPS masing-masing," kata Menkominfo.

Penyebaran Hoaks Pemilu 2019 Lebih Parah dari Pemilu 2024

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi menyebut bahwa penyebaran buletin bohong namalain hoaks pada Pemilu 2024 jauh menurun dibandingkan tahun Pemilu 2019 lalu.

"Dibanding tahun 2019 penyebaran hoaks di pemilu 2024 ini jauh menurun. Bukan berfaedah tidak ada," kata Budi kepada wartawan di Makassar, Kamis (1/2/2024). 

 Dia menjelaskan bahwa sejauh ini Kemenkominfo telah men-take down sedikitnya 700 buletin hoaks. Hal itu merupakan tindakan tegas nan dilakukan oleh Kemenkominfo. 

"Sekitar 700an kita take down ya macam-macam, tapi kita Kominfo tegas tidak perduli siapa pun tidak memandang paslon 1, 2, 3 begitu ditimpa hoaks langsung kita take down," sambungnya.

Budi Arie mengatakan, di masa kampanye produktivitas para penyebar hoaks bermunculan. Ia apalagi menyebut bahwa setiap hari pasti ada saja buletin hoaks nan tersebar. 

"Namanya orang upaya imajinatif tapi Menkominfo tegas loh, 1x24 jam hoaks pasti kita take down," tegas dia 

Budi memberikan contoh salah satu penyebaran buletin hoaks adalah adanya video beredar mengenai Jokowi bagi-bagi sembako di Istana Negara Bogor.

"Bayangin Presiden bagi sembako di Istana Bogor, pada perihal bagi-bagi itu waktu lebaran bulan April lalu. Dibikinnya katanya sekarang, itukan hoaks," sebutnya

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak termakan buletin bohong. Kominfo telah bekerja sama dengan abdi negara kepolisian dan seluruh penyelenggara Pemilu baik itu KPU dan Bawaslu.

"Untuk pemilih pemula seperti nan saya katakan sharing dulu sebelum dishare baca dulu, kedua cek, jika nan itu stop hoaks," tandasnya. 

Infografis Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Teknologi LP6
Teknologi LP6