Makin Pedas, Harga Cabai Rawit di Pasar Jakarta Hampir Tembus Rp 100.000

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Harga komoditas cabe tetap terus mengalami lonjakan. Peningkatan nilai cabe ini terjadi baik di tingkat regional seperti DKI Jakarta maupun nasional.

Mengutip info nilai di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP), Selasa (21/11/2023), harga cabai rawit merah di pasar Jakarta melambung Rp 5.000 alias 5,44 persen, dari Rp 91.973 per kg menjadi Rp 96.973 per kg.

Sementara di tingkat nasional, nilai rata-rata cabai rawit merah juga melonjak 4,92 persen dari Rp 77.300 per kg jadi Rp 81.100 per kg.

Senada, nilai cabe merah keriting di DKI naik 2,2 persen dari Rp 82.609 per kg jadi Rp 84.427 per kg. Sementara di pasar nasional Cabai merah keriting naik 0,46 persen dari Rp 65.600 per kg jadi Rp 65.900 per kg.

Di sisi lain, nilai cabe merah besar di pasar Jakarta tetap Rp 77.245 per kg, namun di tingkat nasional justru meroket 5,76 persen dari Rp 60.800 per kg jadi Rp 64.300 per kg.

Kenaikan nilai juga melanda komoditas bawang. Di Jakarta, nilai bawang putih melambung 0,45 persen dari Rp 40.336 per kg jadi 40.518 per kg, sementara di pasar nasional naik tipis 0,27 persen dari Rp 36.500 per kg jadi Rp 36.600 per kg.

Sedangkan nilai bawang merah di Jakarta stabil Rp 36.909 per kg, namun di pasar nasional naik 1,33 persen dari Rp 30.100 per kg jadi Rp 30.500 per kg.

Lonjakan nilai juga dirasakan produk telur ayam ras, dimana di Jakarta komoditas pangan berkepentingan dibanderol Rp 27.391 per kg, naik 0,33 persen dari sebelumnya Rp 27.300 per kg. Sementara di nasional harganya tetap Rp 27.300 per kg.

Berikut daftar nilai pasar untuk produk lainnya:

  • beras medium: tetap Rp 13.452 per kg (Jakarta), tetap Rp 13.600 per kg (nasional)
  • beras premium: tetap Rp 14.209 per kg (Jakarta), tetap Rp 15.100 per kg (nasional)
  • gula pasir: tetap Rp 15.591 per kg (Jakarta), naik 0,6 persen dari Rp 16.600 per kg jadi Rp 16.700 per kg (nasional)
  • minyak goreng kemasan: tetap Rp 20.400 per liter (Jakarta), tetap Rp 20.600 per liter (nasional)
  • daging sapi: tetap Rp 142.727 per kg (Jakarta), naik 0,7 persen dari Rp 136.600 per kg jadi Rp 136.700 per kg (nasional)
  • daging ayam ras: turun 0,56 persen dari Rp 33.717 per kg jadi Rp 33.529 per kg (Jakarta), turun 0,56 persen dari Rp 35.800 per kg jadi Rp 35.600 per kg (nasional)

Harga Beras Mahal, Kepala Bapanas: Nomor Satu Ada Dulu

Harga beras medium di pasaran rata-rata tetap melampaui nilai referensi penjualan (HAP) nan ditetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 7 Tahun 2023 sebesar Rp 10.900 per kilogram-Rp 11.800 per kilogram.

Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), nilai rata-rata beras premium sebesar Rp 15.000 per kilogram. Namun, di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat bisa tembus hingga Rp 20.000 per kilogram.

Sementara itu nilai beras medium bertengger pada rata-rata nilai Rp 13.250 per kilogram. Harga tertinggi ada di beberapa provinsi dengan patokan Rp 14.000 per kilogram.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan, ketersedian pangan pokok dan strategis secara nasional adalah paling utama, terutama selama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Semua hari ini bekerja sama menyiapkan pangan nasional. Nomor satu ada dulu, nilai nomor dua. Daripada harganya murah, tapi stoknya enggak ada. Sekarang nomor satu availability, setelah itu bicara price," ujar Arief usai peluncuran mobil laboratorium keliling pengawasan keamanan pangan di Bogor, dikutip Selasa (21/11/2023).

Arief menerangkan, penguatan stok pangan nasional sebagai salah satu upaya untuk menjaga stabilitas pangan selama pesta demokrasi. Sejauh ini, kata Arif, stok pangan nasional cukup sampai Pemilu 2024.

"Ketersediaan ini kita jaga betul-betul. Kita pengen pesta kerakyatan riang gembira. Jangan ada orang lapar, jangan ada orang sakit, jangan ada orang mengonsumsi pangan yang tidak aman," terangnya.

Bantuan Sosial

Untuk menjaga stabilitas pangan, kata Arief, pemerintah bakal kembali menyalurkan support sosial kepada 20 juta family penerima manfaat.

Akan tetapi, Arief membantah tudingan muatan politis di kembali perpanjangan support pangan beras bagi family penerima faedah hingga Juni 2024 mendatang.

"Ini tidak ada kaitannya sama politik. Dari kemarin-kemarin sudah dikasih (bansos) dan ke depan bakal dikasih lagi sampai Juni tahun depan. Sampai betul-betul kita punya panen nan baik lantaran ada mundur musim tanam 2-3 bulan," ucapnya.

Arief menegaskan program support beras tersebut merupakan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan inflasi dari nilai beras. Menurut dia, keputusan perpanjangan support beras itu telah melalui pertimbangan mendalam.

"Kita pastikan penyaluran ke masyarakat selalu tepat sasaran," pungkas Arief. 

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6