Makin Ketat, Google Blokir Email Palsu untuk Berantas Serangan Phishing dan Spam

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Google mulai memblokir email palsu secara otomatis untuk memperkuat pertahanan terhadap serangan spam dan phishing. Aturan ini salah satunya bertindak untuk pengirim email massal nan kerap dianggap mengganggu.

Seperti nan diumumkan pada Oktober 2023, Google mewajibkan pengguna nan mau mengirimkan lebih dari 5.000 pesan setiap hari ke akun Gmail untuk menyiapkan autentikasi email SPF/DKIM dan DMARC untuk domain mereka.

Pedoman baru ini juga mengharuskan pengirim email massal untuk menghindari pengiriman pesan nan tidak diminta alias tidak diinginkan, memberikan opsi berakhir berlangganan sekali klik dan menanggapi permintaan berakhir berlangganan dalam dua hari.

Tingkat spam juga kudu dipertahankan di bawah 0,3%, dan header "From" tidak boleh meniru identitas Gmail.

Ketidakpatuhan pedoman ini dapat mengakibatkan masalah pengiriman email, termasuk email nan ditolak alias email dikirim secara otomatis ke berkas spam penerima.

“Pengirim massal nan tidak memenuhi persyaratan bakal mulai mendapatkan teguran sementara dengan kode kesalahan pada sebagian mini pesan nan tidak memenuhi persyaratan,” kata Google, sebagaimana dikutip dari BleepingComputer, Rabu (3/4/2024).

Kesalahan sementara ini, Google melanjutkan, membantu pengirim mengidentifikasi email nan tidak memenuhi pedoman kami sehingga pengirim dapat menyelesaikan masalah nan melanggar kepatuhan.

"Mulai April 2024, kami bakal menolak trafik nan tidak mematuhi kebijakan. Penolakan bakal dilakukan secara berjenjang dan hanya bakal berakibat pada trafik nan tidak mematuhi kebijakan," ucap Google memungkaskan.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Blokir 15 Miliar Email

Perusahaan juga berencana untuk menerapkan persyaratan ini mulai Juni 2024, dengan percepatan agenda untuk domain nan digunakan oleh mengirim email massal yang terdaftar sejak 1 Januari 2024.

Seperti nan diklaim Google ketika pedoman baru ini pertama kali diumumkan, pertahanannya nan didukung AI sukses memblokir nyaris 15 miliar email nan tidak diinginkan setiap hari, mencegah lebih dari 99,9% spam, upaya phishing, dan malware menyusup ke kotak masuk pengguna.

“Kamu tidak perlu cemas tentang seluk-beluk standar keamanan email, namun Anda kudu bisa percaya diri mengandalkan sumber email,” kata Neil Kumaran, Manajer Produk Grup untuk Keamanan & Kepercayaan Gmail.

“Pada akhirnya, ini bakal menutup celah nan dieksploitasi oleh penyerang nan menakut-nakuti semua orang nan menggunakan email,” tuturnya.

Bertepatan dengan April Mop 20 Tahun Lalu, Google Rilis Gmail

Untuk diketahui, 20 tahun lalu, tepatnya pada 31 Maret 2004, Google menyebut rencana mereka untuk menghadirkan jasa email baru berbarengan dengan tanggal 1 April alias April Fool's Day atau April Mop. 

Saat itu, perusahaan nan bermarkas di California, AS, ini telah menjadi perusahaan mesin pencari terbesar  dan mau melengkapinya dengan menawarkan jasa email. 

Asal tahu saja, 20 tahun lalu, jasa email tetap dikuasai oleh MSN melalui Hotmail dan Yahoo Mail. 

Selanjutnya, pada 1 April tahun nan sama alias April Mop 2004, Google secara resmi mengumumkan Gmail melalui siaran pers. Uniknya, siaran pers tersebut mencurigakan dan dirancang seolah merupakan lelucon belaka (karena dirilis bertepatan dengan April Fool's Day). 

Dua puluh tahun kemudian, Gmail menjadi jasa email terpopuler dengan jumlah pengguna mencapai 1,8 miliar di dunia. Angka ini setara 22 persen dari populasi dunia. 

Saat merilis produk tersebut, perusahaan di bawah Alphabet ini menggunakan kombinasi marketing nan unik, pendekatan nan konsentrasi pada pengguna, serta kemampuannya menjangkau bumi siber. 

Kini, langkah pengguna menggunakan Gmail berubah seiring dengan bertambahnya tahun. Begitu juga dengan langkah Gmail memakai info pribadi penggunanya.

Seiring kemunculan AI generatif, Gmail milik Google kini bisa menganalisis info dari konten email pengguna untuk memberikan kampanye pemasaran nan lebih terarah ke kotak masuk pengguna, dengan bahasa seperti percakapan mudah dipahami.

Mulanya Gmail Cuma Buat Orang-Orang nan Diundang

Menyoal Gmail nan rilis di April Fool's Day 2004, sebelumnya Google hanya menghadirkan Gmail kepada para beta tester dan pengguna lainnya melalui skema undangan. 

Dengan pedoman pengguna nan cukup besar di tahun itu, ialah 5,1 juta user, Gmail berhujung menjadi jasa email terbanyak nomor 8  pada akhir 2004. 

Selanjutnya, Google membuka Gmail untuk pengguna umum (tanpa undangan) pada Hari Valentine tahun 2007. Itu artinya, untuk memakai Gmail, pengguna tak perlu lagi menunggu undangan. 

Gmail pun terus bertumbuh. Layanan milik Google tersebut menempati posisi ke-4 pada 2010 dengan pengguna nan melonjak hingga 207,5 juta user. 

Gmail menyatakan mahkota kemenangan di sektor jasa email pada 2012 dengan 502 juta pengguna. Selama bertahun-tahun setelahnya, Yahoo Mail hingga Hotmail nan sekarang menjadi Microsoft Outlook mengalami penurunan. 

Infografis Email Hijacking (Liputan6.com/Abdillah)

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Teknologi LP6
Teknologi LP6