Kendaraan Listrik Vs Hidrogen, Mana yang Lebih Baik?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah mendorong penggunaan kendaraan nan ramah lingkungan. Salah satunya menggenjot kendaraan listrik berbasis baterai.

Pada konteks rendah emisi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga memandang adanya potensi kendaraan listrik berbasis hidrogen. Kendaraan jenis ini digadang cocok sebagai pilihan di masa depan.

"Jika bicara zero emission vehicle, sebetulnya tidak hanya mobil listrik berbasis baterai, tapi ada juga berbasis hidrogen," ujar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Eko Harjanto, dalam Investortrust Future Forum, di Jakarta, Kamis (16/5/2024).

Dia mengatakan, sudah ada beberapa pabrikan mobil bumi nan mengembangkan mobil hidrogen alias fuel cells electric vehicle (FCEV). Teknologi ini disebut lebih ramah lingkungan dan disebut lebih cocok untuk dijadikan perangkat transportasi masa depan.

"Hydrogen fuel cell menjadi teknologi nan menjanjikan untuk menghasilkan liatrik tanpa emisi lantaran satu-satunya produksi sampingan dari reaksi tersebut adalah air," ucapnya.

"Hydrogen fuel cells datang sebagai solusi daya bersih nan potensial untuk sektor transportasi di Indonesia," sambungnya.

Eko menyebut pengembangan mobil listrik berbasis hidrogen itu dinilai cocok untuk kendaraan berukuran besar. Misalnya untuk transportasi bus ataupun truk.

"Hal ini dapat mencakup pengembangan kendaraan cell bahan bakar hidrogen seperti kendaraan bus dan truk," kata dia.

Peluang Industri Kendaraan Listrik Indonesia

Lebih lanjut, Eko mengatakan pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia saat ini menjadi saat nan tepat. Misalnya bagi kendaraan listrik berbasis baterai.

Mengingat lagi, Indonesia menyimpan persediaan nikel, sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik terbesar di dunia. Diketahui, sejumlah perusahaan kakap dunia kendaraan listrik bakal mengucurkan investasinya di dalam negeri.

"Pengembangan industri kendaraan listrik Indonesia saat ini mendapatkan momentum nan baik dengan telah didukung oleh kondisi Indonesia nan merupakan produsen bahan mineral logam nikel terbesar di bumi nan banyak digunakan dalam produkso kendaraan listrik sebagai bahan baku dari batre kendaraan listrik," urainya.

"Pemerintah telah mendorong tren kendaraan listrik lantaran lebih ramah lingkungan," pungkas Eko.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Pemerintah Genjot Penjualan 50 Ribu Unit Mobil Listrik pada 2024

Sebelumnya, penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami perkembangan nan cukup signifikan. Hal tersebut tak lepas dari beragam support dari pemerintah, termasuk pemberian insentif nan cukup besar.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Transportasi (Kemenko Marves), Rachmat Kaimuddin, apalagi untuk sasaran penjualan mobil listrik telah terjadi perubahan.

"Kalau dari kami, sasaran roda empat (listrik) 50 ribu uniit untik 2025. Kalau untuk roda dua (listrik) belum dihitung," jelas Kaimuddin saat ditemui di gelaran PEVS 2024, Selasa (30/4/2025).

Sementara itu, untuk sasaran tersebut juga tentunya meningkat dibanding tahun sebelumnya nan hanya sekitar 16 ribuan unit terjual untuk mobil listrik. Sedangkan untuk pemberian insentif kendaraan listrik, memang berhujung pada tahun ini. Nantinya, bakal dievalusi apakah perlu diperpanjang untuk pemberian subsidi mobil listrik.

"Tapi perlu diingat, insentif mobil listrik juga jika tidak ada, tetap ada tambahan pembebasan untuk PPnBM," tegas Kaimuddin.

Sebelumnya, pemerintah memang resmi memberikan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk mobil listrik impor utuh namalain Completely Built Up (CBU).Aturan tersebut, tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9 Tahun 2024 nan mulai bertindak tanggal 15 Februari 2024, nan disahkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Jumat (23/2/2024).

PPnBM DTP sebesar 100% dari PPnBM terutang diberikan atas impor KBLBB roda empat CBU tertentu dan penyerahan KBLBB roda empat Completely Knocked-Down (CKD) tertentu oleh pelaku usaha. PPnBM DTP diberikan untuk Masa Pajak Januari 2024 sampai Masa Pajak Desember 2024. 

PEVS 2024 Resmi Dibuka

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrin Indonesia (Periklindo), Moeldoko resmi membuka pameran kendaraan listik Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024. Pameran otomotif yang berjalan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat ini bakal berjalan mulai Selasa ini (30/4/2024) hingga Minggu (5/4/2024).

Dijelaskan laki-laki nan juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia ini juga mengklaim, PEVS 2024 menjadi pameran kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara.

"Kita perlu bangga, lantaran belum ada negara lain nan bisa menyelenggarakan apa nan dibuat oleh Periklindo ini," Moledoko, saat sambutan dalam pembukaan PEVS 2024, Selasa (30/5/2024)

Lanjut Moeldoko, Periklindo sendiri adalah bridging institution yang dibangun dengan bisa memperjuangkan apa nan jadi angan para pemain industri kendaraan listrik di Tanah Air.

"Periklindo bisa menjembatani antara produsen dengan pemerintah. Periklindo bisa menjembatani industri otomotif. Peran Periklindo sebagai bridging institution kudu diperkuat," jelas Moeldoko.

Sementara itu, di PEVS 2024 ini, Moeldoko meyakini transaksi bisa tembus lebih dari Rp 400 miliar. Pasalnya, pameran ini semakin banyak peserta nan berpartisipasi, dan pastinya banyak muncul merek-merek baru.

Hal tersebut, bakal membikin masyarakat penasaran, dan banyak mencoba kendaraan listrik baru.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, perhelatan PEVS 2024 bakal dilaksanakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta dengan menggunakan seluruh Hall A, B dan C pada bagian area lahan seluas 49.499 m2 dari tahun sebelumnya nan hanya 20.157 m2. Peningkatan penggunaan area ini bukan tanpa sebab.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6