Kementan Pastikan Optimasi Lahan Rawa Mineral Seluas 302 Ha di Banyuasin Siap Panen

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Banyuasin Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) memastikan perkembangan optimasi lahan (Opla) rawa mineral di Desa Srimenanti, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Daerah ini mempunyai lahan rawa mineral nan telah dilakukan optimasi seluas 302 Ha sebagai hasil dari program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan siap panen pada minggu ini.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menjelaskan, lahan nan dikelola oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki 1 dan Kelompok Tani Sumber Rejeki 2 ini semula ditanami padi (IP 100) biasanya dilanjutkan dengan penanaman jagung. Namun setelah adanya optimasi lahan maka dapat dilakukan penanaman padi dua kali (IP 200).

"Setelah panen padi di bulan Juni ini langsung dilakukan percepatan tanam padi kembali sehingga menjadi IP 300. Penanaman padi di letak ini menggunakan varietas inpari 42,“ ungkap Ali Jamil usai meninjau letak Opla, Minggu, 9 Juni 2024.

Ali Jamil berharap, kesiapan alsintan berupa traktor roda 4 nan sudah dialokasikan ke Poktan2x ini alias nan melalui UPJA dapat dioptimalkan untuk mengolah lahan.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Tingkatkan Indeks Pertanaman

Sementara untuk SID nan sudah selesai clear and clean dilakukan percepatan penyelenggaraan bangunan optimasi lahan rawa nya, olah lahan dan tanam untuk mengejar pertanaman.

"Jadi ini terlihat peningkatan indeks pertanaman, penambahan areal tanam pada areal opla di Sumsel ini nan pertama bakal panen. Kami sangat mengapresiasi kerja keras dari seluruh pihak sehingga aktivitas optimasi lahan di wilayah ini dapat melangkah dengan baik dan memberikan faedah besar untuk peningkatan Indeks Pertanaman," kata Ali Jamil.

Ali Jamil menambahkan, di tempat-tempat lain khususnya di Provinsi Sumsel juga sedang berproses memperbaiki saluran-saluran air. Selain itu, juga penyiapan lahan harapannya segera menambah areal tanam.

"Di letak ini dilakukan perbaikan pintu-pintu air dan normalisasi saluran, pembuatan tanggul-tanggul dan percepatan pengolahan tanam dengan alsintan," tuturnya.

Sasaran Utama Optimasi Lahan Rawa

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran mengatakan, salah satu sasaran utama optimasi lahan rawa nan dilakukan di Sumsel ialah meningkatkan indeks pertanaman nan tetap rendah ialah dari 1 menjadi 3 kali dalam setahun. Sehingga kedepan ada tambahan produksi beras sebesar 1 hingga 2 juta ton unik dari Provinsi Sumsel.

“Dan ini bisa menyelesaikan 30 persen persoalan negara masalah impor, hanya dari Sumatera Selatan saja, jadi letak nan sedang kita kembangkan di Sumsel ini bakal menjadi salah satu wilayah penyangga pangan nasional,” ucap Mentan Amran.

Sebagai informasi, lahan sawah rawa di Sumatera Selatan seluas 340.486 ha dan pada tahun 2024 ini aktivitas Optimasi Lahan Rawa seluas 98.400 ha nan berada di Kabupaten Banyuasin 22.000 hektar, Kabupaten Ogan Komering Ilir 65.000 hektar, Kabupaten OKU Timur 5.000 ha, Kabupaten Ogan Ilir 4.000 ha, dan Kabupaten Muara Enim 2.400 ha. 

Dukungan aktivitas optimasi lahan rawa mineral kita lakukan melalui penyusunan arsip Survei Investigasi Desain (SID), pembangunan alias rehabilitasi prasarana air dan lahan, dan pengolahan tanah hingga tanam,” pungkas Mentan Amran.

(*)

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6