KAI Kembali Ingatkan Denda bagi Penumpang KA yang Turun Melebihi Relasi di Tiket

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan kepada pengguna nan ketahuan perjalanannya melampaui relasi dari tujuan nan tercantum di tiket kereta api bakal dikenakan denda nan kudu dibayar langsung di kereta dan bakal diturunkan pada stasiun kesempatan pertama.

Adapun besaran denda nan kudu dibayarkan adalah dua kali lipat dari nilai tiket parsial subkelas terendah. Ini  sesuai dengan kelas pelayanan nan dimiliki oleh pelanggan, dari stasiun tujuan nan tertera pada tiket hingga stasiun tempat pengguna diturunkan.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus menuturkan, kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga kenyamanan berbareng serta menegakkan tata tertib di dalam kereta api. 

"Sejak 3 Agustus 2023 lalu, KAI telah menerapkan kebijakan nan menegaskan bahwa pengguna nan sengaja melampaui relasi pada tiketnya bakal dikenai hukuman serius. Denda nan dikenakan apalagi mencapai dua kali lipat dari nilai tiket nan tertera, sampai larangan naik kereta api sementara waktu," ujar Joni di Jakarta, Kamis (4/4/2024).

Apabila pengguna dengan sengaja melampaui relasi dan tidak bisa bayar di dalam kereta, pengguna bakal diturunkan di stasiun kesempatan pertama untuk bayar denda di loket stasiun dalam waktu 1x24 jam.

Bagi nan tidak bayar denda dalam waktu nan ditentukan, pelanggan tidak diperkenankan naik kereta api selama 90 hari kalender, dan bagi nan melakukan pelanggaran lebih dari tiga kali, larangan naik kereta dapat diperpanjang hingga 180 hari kalender.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Upaya KAI

Aturan larangan turun melampaui stasiun nan tertera di tiket ini bagian dari upaya KAI untuk menyediakan jasa transportasi nan aman, nyaman, dan terpercaya, krusial bagi semua pengguna untuk mematuhi patokan nan berlaku. Kepatuhan terhadap relasi tiket adalah tanggung jawab berbareng untuk memastikan kelancaran perjalanan dan keamanan seluruh pelanggan.

"Sebagai langkah pencegahan atas jenis pelanggaran tersebut, kondektur selalu memberikan imbauan melalui pengeras bunyi di dalam kereta serta melakukan pengecekan menggunakan aplikasi Check Seat Passenger," ujar Joni.

KAI pun mengingatkan kepada seluruh pengguna untuk selalu memeriksa relasi tiketnya sebelum melakukan perjalanan. "Dengan demikian, kita dapat bersama-sama menciptakan pengalaman perjalanan nan menyenangkan, ceria, dan bermakna, terutama saat bakal mudik Lebaran tahun ini," ujar Joni.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka

KAI Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2024 pada 8-9 April 2024

Sebelumnya diberitakan, ratusan calon pemudik mulai memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/3/2024). Dari pengamatan di lokasi, tampak ratusan calon penumpang Kereta Api (KA) jarak jauh sudah berada di letak stasiun pada 1-2 jam sebelum keberangkatan. 

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, ada sebanyak 15.205 penumpang nan melakukan keberangkatan melalui Stasiun Pasar Senen per Kamis (28/3/2024). 

Jumlah ini belum mencapai maksimum bangku nan disediakan, ialah sebanyak 43.506 set kursi. Sehingga tetap ada 387.365 bangku alias 17.608 set bangku tersedia untuk kereta selama periode Lebaran 2024.

“Total kesiapan tempat duduk sebanyak 957.138 seat atau 43.506 set perharinya,” jelas Ixfan melalui keterangan tertulis. 

“Tempat duduk nan terjual adalah sebanyak 576.831 seat alias 26.220 seat perharinya, jadi tetap terdapat sisa seat +/- 387.365 seat alias 17.608 seat perharinya," sambungnya. 

Untuk puncak arus mudik lebaran sendiri, Ixfan memprediksi bakal terjadi pada tanggal 8 April 2024 dan tanggal 9 April 2024.

“Untuk volume penumpang pada puncak arus mudik sementara, terjadi pada tanggal 8 April 2024 sebanyak 41.151 dan diurutan kedua terjadi pada tanggal 9 April 2024 sebanyak 40.822 penumpang,” jelas Ixfan. 

Arus Balik Diprediksi pada 15 April 2024

Sementara untuk arus balik, diprediksi bakal terjadi pada tanggal 15 April 2024 dengan 40.559 penumpang.

“Untuk volume penumpang pada puncak arus balik  sementara terjadi pada tanggal 15/4/24 sebanyak 40.559 penumpang,” tegasnya.

Untuk itu, KAI mengimbau kepada calon penumpang jasa pikulan kereta api bagi nan belum membeli tiket untuk memilih tanggal keberangkatan pada tanggal 31 maret sampai dengan 3 April 2024.

“Untuk tanggal tersebut, tetap tersedia tempat duduk untuk keberangkatan kurang lebih 40% sampai 61.8%,” jelas Ixfan. 

Selain itu, bagi penumpang nan sudah mempunyai tiket kereta api pikulan lebaran untuk datang lebih awal dari jam keberangkatan agar tidak ketinggalan kereta api.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6