KAI Curhat Kesulitan Tertibkan Aset Tanah dan Bangunan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta PT Kereta Api Indonesia (Persero) namalain KAI kerap menemui hambatan dalam pengamanan aset seperti tanah dan gedung milik perusahaan. Menyusul, banyak aset KAI nan ditempati oleh pihak-pihak nan dinilai tak berwenang.

Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Sandry Pasambuna mengatakan sejumlah halangan nan kerap ditemukan di lapangan. Menurutnya, pihak-pihak nan menguasai tanpa kewenangan selalu menyebut jika Aset Tanah PT KAI adalah Tanah Negara Bebas serta Aset Rumah Perusahaan PT KAI adalah Rumah Negara.

"Sehingga pada akhirnya PT KAI perlu melakukan langkah non litigasi berupa penertiban aset apalagi sampai upaya litigasi berperkara di Pengadilan," ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Legalitas Aset Tanah dan Rumah Milik PT KAI, Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Menurutnya, merujuk pada info dan kebenaran nan ada serta Putusan Pengadilan nan sudah inkracht dalam perkara perdata, pidana umum & pidana unik (korupsi), aset Tanah nan tercatat dalam neraca PT KAI merupakan kekayaan negara nan dipisahkan sehingga bukan tanah negara bebas dan aset Rumah Perusahaan nan tercatat dalam neraca KAI bukanlah merupakan rumah negara.

Siap-Siap Dilaporkan

Sandry menegaskan, jika ada pihak-pihak nan mengakui, mengklaim, menduduki, dan/atau menguasai baik aset Tanah PT KAI maupun Rumah Perusahaan secara melawan norma bakal dilaporkan ke Kepolisian alias Kejaksaan. Baik pelaporan pidana umum maupun pidana korupsi.

“Untuk mengamankan aset tersebut, KAI terus melakukan penertiban aset dengan dibantu oleh abdi negara kewilayahan dan kepolisian sehingga prosesnya melangkah dengan lancar," kata dia.

"Di samping itu, KAI juga meminta Kementerian ATR/BPN agar dapat terus memberikan support terhadap program penyertipikatan aset KAI nan selama ini telah melangkah baik,” sambung Sandry.

Kumpulkan Dokumen

Selain penertiban dan penyertipikatan aset, KAI juga terus bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Arsip Nasional Belanda (Nationaal Archief Netherlands) untuk mendapatkan arsip original tentang aset-aset KAI.

Dokumen ini krusial untuk menunjukkan bukti bahwa aset tersebut adalah milik KAI sejak dulu.

“Dengan adanya FGD KAI dengan stakeholders mengenai beragam persoalan aset KAI ini, KAI bakal semakin optimistis dalam mengamankan serta mengoptimalkan seluruh aset perusahaan untuk memajukan perkeretaapian nasional,” kata Sandry.

Tiket KA Libur Nataru

Diberitakan sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menyatakan sebanyak 102.603 tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 telah terjual untuk keberangkatan periode 21 - 25 Desember 2023.

Menurut ahli bicara PT KAI, Joni Martinus, jumlah tiket nan terjual tersebut tetap 17 persen dari total nan disediakan.

"Secara dunia KAI menyediakan sekitar 3.888 kereta alias 3.888 perjalanan kereta api untuk kita operasikan selama Nataru dan itu belum termasuk kereta tambahan, itu kereta reguler saja. Tiket nan kami sediakan untuk kereta reguler itu ada sekitar 2,2 juta tiket dan itu belum termasuk tiket tambahan lantaran kereta api tambahan beserta tiketnya itu belum kita running," ujar Joni, Senin, 13 November 2023.

Joni mengatakan PT KAI menetapkan Angkutan Nataru berjalan pada 21 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024.

Sejumlah perjalanan KA nan menjadi favorit untuk Angkutan Nataru 2023/2024 sejauh ini di antaranya KA Airlangga relasi Pasarsenen -- Surabaya Pasarturi pp, KA Jayabaya relasi Pasarsenen -- Malang pp, KA Serayu relasi Pasarsenen -- Purwokerto pp, KA Kahuripan relasi Kiaracondong -- Blitar pp, dan lainnya.

"KAI berambisi masyarakat dapat segera memesan tiket lantaran tiket KA masa Nataru tetap cukup banyak tersedia" kata Joni.

Sedangkan untuk KA lokal reguler pada Angkutan Nataru ini, PT KAI menyiapkan 1.296 KA, dengan sekitar 521 ribu tempat duduk.

Sementara untuk pengoperasian kereta api tambahan pada masa Angkutan Nataru ini, KAI bakal menginfokan lebih lanjut .

"Tarif tiket kereta api komersial di masa Nataru, tetap merujuk pada ketentuan Tarif Batas Bawah (TBB) - Tarif Batas Atas (TBA). Dimana tiket untuk KA Public Service Obligation (PSO) tarifnya tetap sesuai dengan nan telah ditentukan oleh pemerintah," ungkap Joni.

Masih Tersedia

PT KAI mencatat bahwa tiket kereta api untuk periode libur Natal 2023 tetap tersedia. Penjualan tiket kereta api pada masa libur Nataru 2023/2024 dimulai tanggal 6 November 2023 alias H-45 keberangkatan.

Adapun periode Angkutan Nataru nan ditetapkan KAI adalah keberangkatan kereta api pada 21 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024.

"Tiket dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, serta seluruh channel resmi pemesanan tiket KA lainnya," sebut Joni.

Adapun pembelian tiket di loket stasiun hanya tersedia untuk keberangkatan KA mulai 3 jam (go show).

Joni menuturkan KAI berkomitmen untuk menyediakan tiket kereta api secara transparan dan terpercaya bagi seluruh pelanggan.

"Untuk menangkal praktik percaloan tiket, KAI sudah lama menerapkan kebijakan one seat one passenger dan boarding system nan mewajibkan nama penumpang sesuai antara nan tertera di tiket dan di kartu identitas," tukas Joni.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6