Jebolan Ma'had Aly Pondok Pesantren Bisa Ikut Seleksi CPNS, Ini Formasinya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas dan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyepakati langkah terobosan untuk membuka ruang bagi para lulusan Ma’had Aly mengikuti seleksi CPNS 2024 pada susunan penyuluh agama. Tahun ini, ada ribuan susunan penyuluh kepercayaan nan bakal dibuka.

"Alhamdulillah, setelah obrolan detail, kami menyepakati bahwa lulusan Ma’had Aly dari beragam pesantren di Tanah Air bisa mengikuti seleksi CPNS penyuluh agama. Untuk teknisnya kelak klasifikasinya diatur oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN)," kata Anas dalam keterangan resmi, Rabu (3/4/2024).

"Kami bermufakat untuk memberi kesempatan alumni Ma'had Aly bisa mendaftar CPNS. Ini merupakan rekognisi pemerintah atas kualitas dan kompetensi lulusan pesantren," imbuh Yaqut.

Ma’had Aly sendiri merupakan perguruan tinggi keagamaan berbasis pesantren. Para peserta didiknya kerap disebut sebagai mahasantri.

Ma'had Aly menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bagian penguasaan pengetahuan kepercayaan Islam berbasis kitab kuning nan diselenggarakan oleh pondok pesantren. Di Indonesia, saat ini terdapat sedikitnya 78 Ma’had Aly nan tersebar di beragam pondok pesantren.

Selama ini, lanjut Anas, pengelompokkan rekrutmen penyuluh hanya dari lulusan perguruan tinggi keagamaan seperti UIN alias IAIN. Untuk seleksi CPNS penyuluh kepercayaan mulai tahun ini, lulusan Ma’had Aly bisa mengikutinya.

"Ini corak negara datang merekognisi kekhasan sistem pendidikan pesantren. Maka tadi saya sampaikan ke teman-teman Kementerian PANRB dan BKN, rekognisi diperlukan sebagai apresiasi kepada lembaga-lembaga pendidikan nan berkedudukan krusial bagi kemajuan bangsa, termasuk di dalamnya adalah pesantren nan telah datang jauh sebelum Indonesia merdeka," ungkapnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Dibahas Bersama Majelis Masyayikh

Sementara Menag Yaqut mengatakan, secara teknis kebijakan ini juga bakal dibahas berbareng dengan Majelis Masyayikh. Majelis Masyayikh dikukuhkan pada Desember 2021 oleh Gus Men, sapaan berkawan Yaqut.

Keberadaannya juga sebagai corak dari rekognisi negara terhadap kekhasan pendidikan pesantren melalui proses penjaminan mutu nan dilakukan dari, oleh, dan untuk pesantren. Hal ini sejalan dengan petunjuk UU Nomor 18/2019 tentang Pesantren.

"Majelis Masyayikh bakal terus kita perkuat. Penguatan kelembagaan Majelis Masyayikh sangat krusial lantaran keberadaannya seperti BAN-PT-nya (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) Ma’had Aly," tegas Menag.

Terbesar dalam Sejarah! Kemenag Buka 110.553 Formasi CPNS 2024 dan PPPK

Sebelumnya, Kementerian Agama telah mengusulkan 151.489 susunan ASN kepada Kemenpan-RB. Jumlah ini terdiri atas 61.708 formasi CPNS dan 89.781 susunan CPPPK.

“Dari 151.489 usulan Kementerian Agama, susunan nan sudah kita setujui adalah 110.553. Untuk CPNS-nya 20.772 formasi, sedang PPPK-nya 89.781 formasi,” jelas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas dikutip Selasa (2/4/2024).Menurut Azwar, porsi CPNS dan PPPK Kementerian Agama ini menjadi nan terbesar sepanjang sejarah.

“Tahun ini porsinya gede banget. Belum tentu tahun nan bakal datang ada porsi nan segede ini. Dalam sejarah enam tahun terakhir, ini nan paling gede,” lanjut Azwar.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik 110.553 susunan calon ASN yang disetujui Menpan-RB. Menurutnya, jumlah susunan tersebut adalah nan terbesar dalam sejarah Kementerian Agama.

“Kita baru mendapatkan susunan nan luar biasa terbesar dalam sejarah, nyaris 111.000 susunan ASN,” ungkap Gus Men sapaan akrabnya.

Kebutuhan Formasi ASN

Gus Men mengungkap kebutuhan susunan ASN nan banyak tersebut disebabkan oleh beberapa pertimbangan, di antaranya: banyaknya ASN Kemenag nan memasuki usia pensiun, pemekaran wilayah, serta alih status penegerian sekolah-sekolah nan ada di bawah naungan Kementerian Agama.

“Pegawai kami nan memasuki usia pensiun pada 2024 sampai 2028 itu ada 48.991 ASN. Nah ini tentu menjadi konsen kami mengenai usia pensiun pada rentang empat tahun ke depan,” terang Gus Men.

“Ada juga pertimbangan mengenai pemekaran wilayah mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai kecamatan, dan juga beberapa program alih status penegerian dan madrasah dan sekolah-sekolah lain di bawah Kementerian Agama,” tambah Menag.

Fungsi Penyuluh Agama

Selain membahas susunan calon ASN tahun 2024, pertemuan dua tokoh nasional ini juga membahas kegunaan penyuluh kepercayaan dalam memberikan pembinaan mengenai rumor lingkungan. Dibahas juga kegunaan penghulu dalam memberikan perhatian kepada calon pengantin untuk memberikan nutrisi nan cukup kepada buah hati.

“Kita telaah juga gimana penyuluh bisa memberikan penyuluhan, bukan hanya mengenai habluminallah dan habluminannas, tapi juga habluminalalam. Bagaimana penyuluh juga memberikan penyuluhan dan pembinaan, gimana manusia kudu berkedudukan krusial terhadap menjaga lingkungan dan menjaga kebersihan,” terang Gus Men.

“Dibahas juga gimana penghulu memberikan pengarahan kepada para calon pengantin agar mereka memperhatikan anak-anaknya agar ke depan bisa menjadi generasi nan dahsyat dan bisa diandalkan oleh bangsa, salah satunya dengan menjaga agar anak-anak tidak terkena stunting. Itu menjadi salah satu tanggungjawab penghulu mengingatkan kepada calon pengantin,” tutup Gus Men.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6