Jadi Jutawan Jalur Mandiri Bukan Hanya Kerja Keras, Ini 9 Tips Keuangannya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Anda mungkin merasa tidak mempunyai banyak kesamaan dengan para jutawan, tetapi para self-made jutawan alias jutawan jalur mandiri, seringkali berasal dari latar belakang nan rendah.

Meskipun jalan setiap orang untuk menjadi jutawan itu unik, ada pembelajaran finansial nan bisa dipelajari di sepanjang jalan nan bisa diterapkan oleh kebanyakan orang.

GOBankingRates berjumpa dengan dua jutawan self-made, Steve Davis, CEO Total Wealth Academy, dan Chad Willardson, pendiri dan presiden Pacific Capital, untuk mendengarkan nasihat keuangan terbaik nan mereka terima dalam perjalanan mereka menuju kesuksesan. Berikut sembilan nasihat duit terbaik nan dikumpulkan dari para”self made millionaire” :

Menjadi jutawan berdikari adalah angan banyak orang, tetapi memerlukan disiplin, tekad, dan pengelolaan finansial nan bijak. Sepanjang perjalanan menuju kesuksesan finansial, para jutawan sering kali mengumpulkan wawasan dan nasihat berbobot nan membentuk pendekatan mereka terhadap uang.

9 Nasihat Finansial dari Jutawan:

Menjadi "Self Made Milionaire" Membutuhkan Sebuah Tim

Steve Davis merasa tidak nyaman dengan istilah "Self Made Milionaire," "saya tidak percaya ada perihal seperti itu." Ukuran tim saya adalah 100 orang. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan upaya kolaboratif.

Davis memulai kariernya di bagian pemasaran 30 tahun nan lalu, dengan bekerja 70 jam per minggu. Setelah memenangkan kejuaraan penjualan nasional dan perjalanan ke Hawaii, dia pulang dengan potongan penghasilan nan besar dan kesadaran tidak pernah mau mempunyai pekerjaan tetap lagi.

Sebuah iklan tengah malam tentang investasi properti mengubah segalanya dia mengikuti kelas-kelas di kartu kreditnya,

"dua bulan kemudian, saya menjual properti secara grosir, nan tidak memerlukan lisensi, dan menghasilkan lebih banyak duit daripada pekerjaan saya sebelumnya."

Dia mulai dengan membeli rumah family tunggal, lampau apartemen. "Kemudian saya menemukan sindikasi di mana Anda bekerja sama dengan orang lain," ujar dia.

Hal ini akhirnya membawanya pada penghasilan pasif dengan ber-investasi di upaya real estat

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Jadilah Proaktif

Mungkin saran finansial paling krusial nan Davis pelajari sama sekali bukan tentang uang. Nasihat ini diberikan oleh seorang pembimbing sekolah menengah, Kolonel Al Thomas dari Korps Marinir Amerika Serikat.

"Dia mendidik saya tentang akuntabilitas pribadi. Dia tidak terbiasa dengan istilah itu, tetapi Steven Covey mendefinisikannya sebagai proaktif. Dia mengubah saya dari orang nan reaktif menjadi orang nan proaktif, dan saya mulai memandang segala sesuatu sebagai kesalahan saya, baik alias buruk. Jika ada sesuatu nan terjadi dalam hidup saya, itu adalah kesalahan saya, dan saya menikmatinya lantaran itu berfaedah saya bisa mengubahnya."

Jangan Bergantung Pada Satu Sumber Pendapatan

Dalam perjalanannya, Davis menemukan pernyataan Warren Buffett nan menyatakan bahwa Anda tidak boleh hanya berjuntai pada satu sumber pendapatan, seperti pekerjaan, dan kudu selalu berinvestasi untuk membangun sumber pendapatan kedua.

"Saya hanya mengenal ekuitas, reksa dana, dan investasi lain nan tidak menghasilkan uang. Ketika dia menyebut investasi nan menghasilkan pendapatan, saya menemukan real estat. Saya segera membangun sumber pendapatan kedua. "Hal itu membikin saya tersentak."

Kelilingi Diri Anda dengan Orang Sukses

Davis ingat pernah mendengar pepatah, jika Anda berbaur dengan sembilan pecundang, Anda bakal segera menjadi pecundang kesepuluh.

Hasilnya, kebalikannya juga benar, jelasnya. "Jika Anda berbaur dengan sembilan orang pemenang, Anda bakal segera menjadi nan kesepuluh."Tentu saja, "Kesulitannya adalah menemukan orang-orang sukses nan mempunyai waktu untuk Anda," katanya

Membaca untuk Belajar

Davis dengan sigap belajar bahwa dia bisa mempelajari apa nan tidak dia ketahui, dan dia percaya ini adalah pelajaran krusial dalam perjalanan menuju akumulasi kekayaan.

Jika Anda tidak mendapatkan hasil nan Anda inginkan dalam hidup, Anda perlu membaca. Baca, baca, dan baca lagi setelah Anda selesai. Akui bahwa Anda tidak tahu apa nan Anda lakukan. "Belajarlah sampai Anda mencapai tujuan Anda."

Orang nan Belajar Akan Menuai Hasil

Willardson menekankan pentingnya belajar dengan menambahkan frasa nan dia dengar selama ini.

"Saya mendengar bahwa 'pelajar adalah pencari nafkah dan pemimpin adalah pembaca'," tambahnya.

Dia tidak suka membaca saat tetap mini alias dewasa muda, tetapi setelah dia memulai profesinya dan menemukan sungguh banyak perihal nan tidak diketahuinya, dia terobsesi untuk belajar.

Willardson juga mempunyai awal nan buruk, bekerja untuk Meryl Lynch dengan penghasilan training selama nyaris satu dekade, nyaris tidak bisa memperkuat hidup hingga dia berakhir dan mendirikan perusahaannya sendiri.

Jangan Takut, Tetapi Ambil Tindakan

Kata-kata bijak lainnya nan Willardson dengar dan selalu melekat pada dirinya adalah "rasa takut itu seperti mengompol di celana, dan keberanian adalah bergerak maju dan mengambil tindakan dengan celana nan basah."

"Saya mengambil banyak tindakan dengan celana basah, mencari kesempatan dan mengambil akibat untuk membangun bisnis," katanya.

Berinvestasi Lebih Awal dan Rutin

"Berinvestasilah sejak awal dan sesering mungkin, berapa pun jumlah duit nan Anda hasilkan." Ujar willardson.

Bahkan ketika dia menghasilkan USD 36.000 per tahun dan membesarkan sebuah keluarga, dia terus menginvestasikan sebagian dari setiap gajinya, membentuk sebuah kebiasaan nan tidak pernah dia hentikan.

Anda tidak bisa mendapatkan kebebasan finansial dengan langkah Anda sendiri.

Nasihat nan paling susah untuk diterima adalah Harus Investasi Menuju ke Sana

Anda tidak bisa mendapatkan jalan menuju kebebasan finansial. Anda kudu berinvestasi untuk menuju ke sana," tambah Willardson.

Dia menekankan bahwa style hidup sering kali menelan duit ekstra nan dihasilkan orang. Hanya investasi nan dapat memberikan kembang majemuk dan imbal hasil nan lebih tinggi atas duit Anda.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6