Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia, Indonesia Harus Gencarkan Digitalisasi Pariwisata

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Dukungan untuk menggairahkan sektor pariwisata Indonesia terus dilakukan sebagai corak kontribusi nyata bagi perekonomian tanah air. Indonesia nan disebut sebagai salah satu negeri dengan potensi wisata terbaik dunia terus menyimpan untuk peningkatan devisa.

Peluang ini nan dikembangkan oleh PT Gerbang Pembayaran Indonesia melalui aplikasi LinKita untuk membikin program guna peningkatan wisata di tanah air, ialah dengan menyediakan jasa pembelian tiket wisata nan bisa dibeli melalui aplikasi tersebut.

“Adalah komitmen kami untuk menggabungkan konsep kemudahan teknologi dan wisata dalam satu langkah mudah sehingga pengguna dari mana saja bisa membeli tiket wisata dengan mudah tanpa kudu antri,” ungkap Direktur PT Gerbang Pembayaran Indonesia Didin Noor Ali dikutip Selasa (13/2/2024).

Didin menyebut beberapa wahana wisata terkemuka Indonesia, di Bali dan Jawa saat ini sudah bisa dibeli melalui aplikasi LinKita. Beberapa letak tersebut antara lain GWK, Bali Bird Park, Waterboom Bali serta beberapa air terjun terkemuka di Jawa seperti Dlundung, Coban hingga total mencapai 37 letak wisata nan terus bertambah

“Dari total jumlah letak wisata tersebut tentunya bakal terus bertambah, sesuai dengan salah satu visi LinKita di 2024 untuk membangun konektivitas tidak hanya dari segi pembayaran dan digitalisasi keuangan, namun digitalisasi wisata di tanah air untuk mendukung pariwsata Indonesia,” imbuh Didin.

Dia menyebut bahwa digitalisasi wisata menjadi tren di bumi teknologi. Hal ini tentu tidak lepas berasas survei mengutip info bahwa 35,71% mahir optimis pada tahun 2024 kondisi pariwisata Indonesia bakal membaik seperti sebelum pandemi.

Selain itu, menurut unggahan instagram Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia @kemenparekraf.ri, ada beberapa potensi tren wisata di tahun ini, antara lain pemesanan nan lebih sigap dan mudah.

Di era teknologi ini, orang lebih suka bikin pemesanan wisata, mulai dari akomodasi liburan, restoran termasuk pembelian tiket nan diakses secara online condong lebih diminati. Selain itu, tren berekreasi dengan pengalaman budaya nan penuh makna seperti mempelajari budaya dan budaya istiadat unik masyarakat bakal diminati.

“Tentunya tujuan wisata nan bekerja dengan LinKita bakal terus bertambah, selain di Bali dan Jawa serta beberapa tempat lainnya. Dengan ekosistem wisata serta digital tentunya bakal memberikan pengaruh domino nan luar bisa untuk pertumbuhan ekonomi,” imbuh Didin.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Teknologi Digital

Penggunaan teknologi digital untuk pembayaran berkonsep cashless terus melahirkan penemuan nan tidak pernah berakhir demi kemudahan pelanggan. Seperti nan dilakukan oleh PT Gerbang Pembayaran Indonesia melalui program co-branding LinKita untuk memudahkan akses pembayaran digital nan dilengkapi dengan beragam kemudahan lain untuk mendukung transaksi finansial secara digital.

Didin nan juga penggerak industri digital payment menyebutkan, sinergi nan dilakukan oleh LinKita adalah salah satu upaya mewujudkan digitalisasi wisata tanah air sebagai lompatan besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi imajinatif di Indonesia.

Mengingat konsep digital tourism secara tidak langsung membikin masyarakat semakin melek dan ikut beradaptasi dalam perkembangan teknologi. Tentu bukan perihal nan sulit, lantaran style hidup masyarakat condong sigap dan bergesekan langsung dengan internet. Adanya jasa tiket wisata tentunya menambah akomodasi LinKita nan hingga awal Januari diunduh lebih dari 25 ribu pengguna via playstore.

Dimana sebelumnya LinKita telah menawarkan ragam produk terlengkap, termasuk jasa PPOB (Payment Point Online Bank), dengan nilai kompetitif, termasuk jasa transfer dan tarik tunai, e-money, transaksi PPOB (Payment Point Online Banking) pembayaran online, beragam tagihan rutin, pembelian paket info hingga pembelian tiket transportasi dalam satu aplikasi nan mudah.

“Dengan digitalisasi wisata, LinKita terus berkomitmen untuk menghadirkan inovasi-inovasi baru untuk terus memberikan kemudahan dalam bagian nan lebih luas di luar elektronik payment bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Didin Noor Ali nan juga aktif di financial technology.

Masa Kampanye Pemilu 2024 Berakhir, Bagaimana Dampaknya Terhadap Jumlah Wisatawan?

Sebelumnya, masa kampanye Pemilu dan Pilpres nan berjalan pada 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024 sudah berakhir.  Ada kekhawatiran beragam pihak jika jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara bakal berkurang. Tapi faktanya terjadi pergerakan visitor nan cukup signifikan selama masa kampanye Pemilu 2024.

"Alhamdulillah jumlah visitor meningkat selama masa kampanye (Pemilu 2024), apalagi jumlahnya terus meningkat dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Wisatawan mancanegara juga meningkat secara signifikan, terutama nan datang ke Bali sebagau gerbang utama wisman," terang Sandiaga Uno dalam aktivitas The Weekly Brief with Sandi Uno nan digelar hybrid di Jakarta, Senin, 5 Februari 2024.

"Apakah peningkatan ini berangkaian dengan kampanye Pemilu alias tidak, untuk turis asing kemungkinan meningkat lantaran ini sebagai bentuk demand nan sangat tinggi dan promosi nan sukses kita lakukan dengan baik,” sambungnya.

Untuk pergerakan visitor nusantara (wisnus), Sandiaga Uno mengatakan pergerakannya juga sangat meningkat dan kemungkinan berangkaian dengan pergerakan orang nan sangat meningkat selama masa kampanye.  Kenaikan jumlah visitor juga berangkaian dengan libur Natal dan Tahun Baru 2024 dan libur Isra Mikraj-Imlek pada 7 sampai 11 Februari 2024.

Menurut Menparekraf, jumlah visitor meningkat pesat selama libur Imlek dan Isra Mikraj 2024. Sejumlah tempat wisata favorit di beberapa wilayah nyaris dipenuhi pengunjung.  Padatnya visitor saat libur panjang pada 7-11 Februari 2024 membikin tingkat keterisian hotel (okupansi) di sejumlah lokasi wisata meningkat hingga 80 persen.

Okupansi Hotel dan Kereta Cepat Saat Long Weekend

"Menurut laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat okupansi hotel naik hingga 80 persen di sejumlah area wisata di Sumatera Barat, Pekanbaru, sepanjang pantai pulau Jawa dan Bandung, Yogyakarta, Jawa Timur termasuk Banyuwangi sampai ke Bali," terang laki-laki nan biasa disapa Sandi ini.

Sementara itu kereta sigap Whoosh sukses melayani 92 ribu penumpang selama long weekend pada 7-11 Februari 2024, dengan kenaikan rata-rata mencapai 35 persen dibanding pekan sebelumnya. Pada periode tersebut, KCIC mengoperasikan 208 perjalanan kereta sigap Whoosh. Dengan rincian 40 perjalanan reguler dan 8 perjalanan tambahan untuk mengakomodir peningkatan jumlah penumpang.

Adapun kebanyakan pada setiap agenda pemberangkatan okupansi Whoosh pada musim liburan berkisar di antara 80 sampai 100 persen. "Saya sendiri ikut merasakan padatnya penumpang kereta sigap Whoosh. Di long weekend kemarin selain ke Jawa Tmur dan Jawa Tengah, saya memang sempat ke Bandung dengan naik Whoosh dan kudu berdesakam di antara padatnya penumpang dan sampai kudu duduk di tengah," kata Sandi.

"Di Bandung saya sempat berekreasi kuliner dan tempat oleh-oleh, termasuk di Bandung Raya dan beberapa area lainnya di sekitar Bandung. Di sana kunjungan visitor memang sangat ramai dan itu sangat meningkatkan pergerakan ekonomi kita termasuk di sektor ekonomi kreatif," sambungnya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6