Inflasi AS Lebih Tinggi dari Prediksi, Jerome Powell Beri Sinyal Tahan Suku Bunga

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali bahwa inflasi Amerika Serikat telag turun lebih lambat dari perkiraan. 

Hal ini akan menjadi aspek nan membikin bank sentral AS menahan diri untuk jangka waktu nan lama.

Berbicara pada rapat umum tahunan Asosiasi Bankir Asing di Amsterdam, pemimpin bank sentral tersebut

Melansir CNBC International, Rabu (15/5/2024) Powell mencatat bahwa disinflasi pesat nan terjadi pada tahun 2023 telah melambat secara signifikan di 2024 ini, dan menyebabkan pemikiran ulang mengenai arah kebijakan.

"Kami tidak menyangka ini bakal menjadi jalan nan mulus. Namun (data inflasi) ini lebih tinggi dari nan saya perkirakan," kata Powell.

"Hal ini memberi tahu kita bahwa kita kudu bersabar dan membiarkan kebijakan melakukan tugasnya," ungkapnya.

Meskipun Powell memperkirakan inflasi AS bakal turun sepanjang tahun ini, dia mencatat bahwa perihal tersebut belum terjadi sejauh ini.

"Saya pikir nan jadi persoalan adalah mempertahankan kebijakan pada tingkat saat ini lebih lama dari nan diperkirakan," bebernya.

Namun, Powell juga mengulangi bahwa dia tidak memperkirakan The Fed bakal meningkatkan suku bunganya.

Kebijakan The Fed

Seperti diketahui, The Fed telah mempertahankan suku kembang pinjaman dalam kisaran 5,25%-5,5%. Meskipun nomor tersebut sudah ada sejak bulan Juli, tetap merupakan level tertinggi dalam 23 tahun terakhir.

"Saya kira, berasas info nan kami miliki, kemungkinan besar langkah selanjutnya nan kami ambil adalah kenaikan suku bunga," Powell menyebutkan.

"Tapi saya pikir kemungkinan besar kita bakal mempertahankan suku kembang kebijakan pada posisi saat ini," tambah dia.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6