Industri Otomotif Kembali Bangkit, Pelaku Usaha Pede Ekspansi Bisnis

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Industri manufaktur utamanya di industri otomotif di Indonesia hingga kuartal II-2023 terus mengalami pertumbuhan nan cemerlang.

Hal itu tercermin dari penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil nasional pada Januari-Juni 2023 sebanyak 505.985 unit alias tumbuh 6,5 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu.

Kemudian, untuk penjualan retail (dealer ke konsumen) mobil nasional tercatat sebanyak 502.536 unit periode Januari-Juni 2023 alias naik 8 persen jika dibandingkan periode nan sama tahun lalu.

Berkaca dari perihal tersebut, RMA Indonesia, Agen Pemegang Merek (APM) Ford di Indonesia, berkolaborasi dengan PT Hayyu Pratama Dealer telah melakukan pembukaan dealer resmi Ford di Kota Samarinda.

Mengadopsi jasa berstandar 3S (Sales, Service, dan Sparepart), kehadiran bagian ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam upaya terus memperluas kehadiran merek Ford di tanah air.

"Langkah ini sekaligus menjawab permintaan para pecinta mobil Ford, terutama nan berdomisili di wilayah ini, serta menjadi bukti komitmen kami untuk terus mendukung pertumbuhan industri otomotif di Indonesia," kata Country Manager RMA Indonesia Jari Kohonen, dikutip, Sabtu (18/11/2023).

Selain mempunyai retail showroom nan mengesankan, pengguna bakal dapat mengakses akomodasi purna jual nan mencakup bengkel perawatan dan perbaikan kendaraan mereka. Keberadaan penyimpanan suku cadang otentik Ford di dealer ini juga bakal memudahkan konsumen dalam membeli komponen fast-moving dan slow-moving dengan nilai nan lebih terjangkau.

"Dengan kelengkapan unit, produk serta jasa terbaik, kami siap memberikan pengalaman berkendara nan tak tertandingi, terutama menyambut musim liburan di penghujung tahun ini," ujar Direktur PT Hayyu Pratama Dealer Brama Wijaya.

Industri Otomotif Indonesia Berhasil Kalahkan Jepang

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, bahwa industri otomotif Indonesia sukses mengalahkan Jepang. Padahal, Jepang merupakan rumah bagi produsen kendaraan kelas dunia.

"Industri, plus motor lebih besar dari di Jepang. Karena otomotif ini tidak hanya di sektor manufaktur, tapi juga perdagangan," ungkapnya saat membuka arena Pameran GIIAS 2023 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (10/8/2023).Saat ini, industri otomotif sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Dia mencatat, industri otomotif berkontribusi pada penyerapan 1,5 juta lapangan kerja.

"Otomotif ini salah satu penopang ekonomi kita. Kontribusinya sudah menyerap 1,5 juta tenaga kerja," katanya.

Dia mencatat, saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan roda empat. Adapun, total kapabilitas produksi mobil sebanyak 2,35 juta unit per tahun.

Pertumbuhan EkonomiPertumbuhan ekonomi Indonesia 5,17 persen di kuartal II-2023 juga salah satunya ditopang oleh sektor industri pengolahan nan bisa tumbuh sebesar 4,88 persen secara year on year (yoy) dengan kontribusi sebesar 18,25 persen terhadap PDB. Sementara itu, Industri Alat Angkutan merupakan salah satu industri nan selalu mencatatkan pertumbuhan positif selama sembilan kuartal berturut sejak Kuartal II-2021 sampai dengan Kuartal II-2023.

Pada kuartal kedua tahun 2023 pertumbuhan industri perangkat pikulan tumbuh sebesar 9,66 persen. Adapun, kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 1,42 persen.

"Dan seluruh backbonenya (tulang punggungnya) adalah industri otomotif," ungkap Menko Airlangga.

Target Ekspor Mobil

Sementara untuk tahun 2023, pemerintah menargetkan ekspor mobil dalam corak utuh (Completely Build Up/CBU) mencapai 500.000 unit. Target ini meningkat 30.000 unit dari realisasi ekspor mobil CBU 470.000 unit di 2022 lalu.

"Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekspor, jika tahun lampau ekspornya 470 ribu, targetnya 500 ribu tahun ini," ujar Menko Airlangga.

Dia menargetkan, transaksi penjualan mobil dalam arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 mencapai Rp15 triliun. Target ini melampaui realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp14,3 triliun.

"Kita berambisi transaksi (GIIAS 2023) bisa Rp15 triliun. Lebih tinggi dari tahun lampau sampai di atas Rp14,3 triliun. Itu saya rasa tahun ini juga minimal targetnya lebih baik," ucapnya.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6