Indonesia Punya 81 Proyek Investasi Senilai Rp 239 Triliun yang Siap Ditawarkan, Apa Saja?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan Indonesia mempunyai 81 proyek investasi nan tersebar di seluruh tanah air senilai Rp 239 triliun. 

Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno mengatakan, proyek investasi itu ditawarkan untuk beragam sektor. 

"81 proyek nan siap ditawarkan mulai dari industri manufaktur, infrastruktur, pangan, pertanian, pariwisata, area industri, dan daya terbarukan," kata Riyatno dalam aktivitas forum promosi Indonesia-China di Jakarta, Selasa (14/5/2024).

Riyatno menambahkan pemerintah juga menyiapkan beberapa kebijakan keringanan pajak, seperti lain tax holiday berupa pembebasan pajak penghasilan perusahaan mulai 5 hingga 20 tahun untuk industri pionir nan mempunyai nilai investasi besar dan strategis.

Selanjutnya super deduction tax hingga 200 persen untuk pelaku upaya nan melakukan aktivitas vokasi, dan hingga 300 persen untuk aktivitas penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Adapun tax allowance berupa pengurangan pajak penghasilan perusahaan dihitung dari nilai investasi sebesar 30 persen nan diberikan selama 6 tahun. 

"Kemudian pembebasan biaya masuk impor selama 2 tahun untuk mesin-mesin, peralatan, serta bahan baku," ujar dia.

Pada kesempatan nan sama, Riyatno mengungkapkan nilai investasi China di Indonesia mencapai USD 30,2 miliar sejak 2019 hingga kuartal I 2024. Ia turut mengatakan kerja sama Indonesia dengan China sangat erat dalam 10 tahun terakhir. Hal ini tercermin dari kedua kepala negara nan saling berjumpa dan melakukan kunjungan satu sama lain. 

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Realisasi Investasi Kuartal I-2024 Capai Rp 401,5 Triliun, Luar Jawa Mendominasi

Sebelumnya, Kementerian Investasi alias Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan, realisasi investasi pada kuartal I-2024 mencapai Rp401,5 triliun alias telah mencapai 24,3 persen dari sasaran realisasi investasi 2024 nan sebesar Rp 1.650 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, realisasi investasi pada kuartal I-2024 tersebut meningkat 22,1 persen dibandingkan periode nan sama pada 2023.

"Realisasi investasi kita diikuartal pertama sebesar Rp 401,5 triliun, tumbuh secara QnQ dibandingkan dengan Kuartal IV-2023 tumbuhnya sekitar 9,8 persen, dan dibandingkan dengan semester pertama 2023 yoy itu tumbuh 22,1 persen," kata Bahlil Lahadalia dalam konvensi pers paparan keahlian investasi Kuartal I-2024, di Kantor Kementerian BKPM, Senin (29/4/2024).

Dari realisasi investasi kuartal I-2024 nan mencapai Rp401,5 triliun sukses menyerap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 547.419 orang.

Secara rinci, kontribusi penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I-2024 mencapai Rp204,4 triliun alias 50,9 persen, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) realisasinya mencapai Rp197,1 triliun alias 49,1 persen.

"Alhamdulillah ini sebagai bentuk kepercayaan dunia kepada Indonesia dibawah kepemimpinan bapak Presiden Jokowi. Bayangkan bumi dalam kondisi ekonomi tidak menentu tidak ada kepastian, tetapi Foreign Direct Investment kita tetap terjaga. Ini terjadi lantaran kerjasama kerjasama nan baik antara pengarahan Presiden, pak Menko, dan Kementerian-kementerian teknis," ujarnya.

Luar Jawa Mendominasi

Secara sebaran wilayah, investasi di luar Pulau Jawa pada kuartal I-2024 tetap mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp 201 triliun alias 50 persen dari total capaian realisasi investasi. Angka tersebut juga meningkat 16,2 dari periode nan sama tahun 2023.

Sementara itu, realisasi investasi di Pulau Jawa pada kuartal I-2024 mencapai sebesar 200,5 triliun alias 49,9 persen dari capaian realisasi investasi. Angka tersebut meningkat 28,5 dibandingkan periode nan sama tahun 2023.

"Kita lihat di kuartal pertama ini cukup agresif, beberapa investasi nan masuk ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI ini cukup luar biasa sekali, lantaran memang pemerintah wilayah bekerja-sama dengan kami bekerja dengan cepat," pungkasnya.

20 KEK Catat Investasi Rp 15,1 Triliun pada Awal 2024

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menegaskan kondisi perekonomian Indonesia pada Triwulan I tahun 2024 tetap tergolong stabil di tengah memanasnya kondisi geopolitik global.

"Inflasi di negara kita tetap bakal sangat terkendali, di 2024 ini kita bisa tumbuh di atas 5%. Kemungkinan resesi tetap jauh lebih rendah dibandingkan kemungkinan terjadinya resesi di beragam negara lain, lantaran Pemerintah telah menyiapkan beragam kebijakan untuk mengantisipasi beragam dinamika geopolitik global,” ujar Susiwijono saat menyampaikan keynote speech pada aktivitas Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Rakernas KEK) Triwulan I Tahun 2024 Hari Pertama pada Selasa (23/04) di Hotel Borobudur, Jakarta.

 Menurut Sesmenko Susiwijono, semangat optimisme itu nan perlu disampaikan kepada seluruh penanammodal di bumi bahwa berinvestasi di Indonesia, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi pilihan tepat mengingat Indonesia cukup kuat dari sisi ekonomi. 

Untuk meningkatkan daya saing KEK diperlukan pemantauan perkembangan pembangunan, realisasi investasi, dan efektifitas akomodasi masing-masing KEK melalui rapat kerja pertimbangan secara berkala.

Pada Rakernas KEK Triwulan I Tahun 2024 ini, Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengungkapkan bahwa, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK memantau dan mengevaluasi keberlangsungan KEK serta merekomendasikan langkah tindak lanjut hasil Evaluasi kepada Presiden sesuai dengan petunjuk Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan KEK.

20 KEK Catatkan Kinerja Positif

Dalam rapat kerja, disimpulkan bahwa 20 KEK telah mencatatkan realisasi investasi, penambahan jumlah pelaku upaya dan penyerapan tenaga kerja nan cukup positif.

Sepanjang triwulan I tahun 2024, 20 KEK telah mencatatkan capaian investasi sebesar Rp15,1 triliun, penyerapan tenaga kerja sebanyak 9.342 orang serta terdapat tambahan 19 pelaku upaya baru nan berinvestasi di KEK.

Secara kumulatif hingga triwulan I tahun 2024, 20 KEK telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp187,5 triliun dengan menyerap 126.506 orang tenaga kerja. 

Dalam pengembangannya, KEK tetap bisa menopang perekonomian Indonesia, ditunjukkan dengan beragam terobosan KEK seperti hilirisasi di beragam bidang, mulai dari hilirisasi sumber daya alam di beberapa KEK manufaktur seperti di KEK Gresik dan KEK Sei Mangkei, hingga hilirisasi digital di KEK Nongsa, serta jasa lainnya seperti Kesehatan di KEK Sanur, Pendidikan di KEK Singhasari, dan MRO di KEK Batam Aero Technic. 

Selain itu, salah satu KEK pariwisata di Indonesia ialah KEK Mandalika juga tetap menjadi sorotan bumi dengan menjadi tuan rumah beragam gelaran sport tourism event kelas dunia.

Forum Komunikasi

Lebih lanjut, penyelenggaraan Rakernas KEK diharapkan dapat menjadi forum komunikasi bagi pemangku kepentingan KEK di seluruh Indonesia, meliputi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan pelaku upaya untuk membahas perkembangan KEK secara menyeluruh mulai dari capaian investasi, serapan tenaga kerja, multiplier effect, perkembangan pembangunan kawasan, dan lainnya.

Pada rapat kerja juga dilakukan upaya kolaboratif antara Pemerintah dan pelaku upaya mengenai tantangan strategis nan dihadapi di lapangan seperti tantangan dalam penerapan akomodasi fiskal dan non fiskal, penyediaan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan SDM, serta pemenuhan daya nan reliable dan terjangkau.

“Kami juga mengevaluasi kontribusi KEK terhadap perekonomian daerah, meliputi pertumbuhan investasi; pertumbuhan tenaga kerja, dan pertumbuhan nilai tambah bruto alias produk domestik regional bruto,” ujar Plt. Sekjen Edwin.

“Dari catatan Rakernas hari pertama kemarin, selain capaian keahlian kita juga mencatat beberapa KEK nan tetap memerlukan support dari Kementerian/Lembaga. Pada kesempatan ini, kita berambisi dari 17 Kementerian/Lembaga bisa menyelesaikan semua persoalan nan selama ini menjadi catatan dalam penerapan di lapangan,” ujar Sesmenko Susiwijono saat pidato pembukaan aktivitas pada Rakernas KEK Triwulan I Tahun 2024 Hari Kedua pada Rabu (24/4).

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6