IMF Bilang Mata Uang Digital Bank Sentral Bisa Saja Gantikan Uang Tunai

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Dana Moneter Internasional (IMF) memandang potensi Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) untuk menggantikan duit tunai, tetapi penerapannya tetap memerlukan waktu alias tidak instan.

"CBDC dapat menggantikan duit tunai nan mahal untuk didistribusikan di negara-negara kepulauan," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgiva, dikutip dari CNBC International, Jumat (17/11/2023).

"(Uang digital bank sentral) dapat menawarkan ketahanan di negara-negara maju. Dan mereka dapat meningkatkan inklusi finansial ketika hanya sedikit orang nan mempunyai rekening bank," ujarnya dalam kegiatan Singapore FinTech Festival pada Rabu (15/11).

Sebagai informasi, CBDC merupakan corak digital mata duit fiat suatu negara, nan diatur oleh bank sentral negara nan memberlakukan. 

Uang digital ini didukung oleh teknologi blockchain, nan memungkinkan bank sentral menyalurkan pembayaran pemerintah langsung ke rumah tangga.

"CBDC bakal menawarkan pengganti nan kondusif dan berbiaya rendah(untuk duit tunai). Mereka juga bakal menawarkan jembatan antara duit swasta dan tolok ukur untuk mengukur nilainya, seperti duit tunai saat ini nan dapat kita tarik dari bank kita," jelas ketua IMF.

IMF mengungkapkan, sejauh ini lebih dari 100 negara sedang menjajaki penerapan CBDC alias sekitar 60 persen negara di dunia.

"Tingkat minat dunia terhadap CBDC belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa bank sentral telah meluncurkan uji coba alias apalagi menerbitkan CBDC," kata IMF dalam laporannya pada bulan September 2023.

Bank Sentral Dunia Mulai Jajaki Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC)

Adapun survei nan dilakukan oleh Bank for International Settlements pada 2022 menunjukkan, dari 86 bank sentral nan disurvei, 93 persen mengatakan mereka sedang menjajaki CBDC.

Sementara 58 persen mengatakan mereka kemungkinan bakal alias mungkin menerbitkan CBDC ritel baik dalam jangka pendek alias menengah. 

Namun hingga bulan Juni, hanya 11 negara nan telah mengangkat CBDC, dengan tambahan 53 negara dalam tahap perencanaan lanjutan dan 46 negara sedang meneliti topik tersebut, menurut info dari Dewan Atlantik.

"Ini bukan waktunya untuk mundur. Sektor publik kudu terus bersiap untuk menerapkan CBDC dan platform pembayaran mengenai di masa depan," kata Georgiva.

Mampu Redam Inflasi, IMF Puji Kinerja Bank Sentral Seluruh Dunia

Dana Moneter Internasional (IMF) menilai bank-bank sentral di seluruh bumi telah melakukan tugasnya dengan baik dalam mengatasi kenaikan inflasi.

"Dalam satu tahun, inflasi turun hingga setengahnya. Tadinya sekitar 11 persen, sekarang menjadi sedikit di atas 5 persen. Dan itu lantaran tindakan telah diambil," kata Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgiva, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (17/11/2023).

"Bank-bank sentral memperhatikan info dengan hati-hati, dan jika info memberi tahu mereka bahwa Anda kudu tetap bertahan, inflasi tidak berada pada titik nan seharusnya, mereka kudu mengikuti. Jika info memberi tahu mereka bahwa kondisi sedang berubah, tentu saja mereka bakal meresponsnya," ujarnya dalam kegiatan Singapore FinTech Festival (SFF) 2023.

Georgiva kembali menyoroti inflasi yang menimbulkan risiko bagi pertumbuhan, lantaran memperburuk kepercayaan penanammodal dan keahlian konsumen untuk berperan-serta aktif dalam perekonomian.

Oleh lantaran itu, bank sentral berkedudukan menstabilkan nilai dan mengembalikannya ke titik nan baik untuk pertumbuhan serta membantu golongan masyarakat miskin.

"Adalah tugas otoritas finansial untuk memperhatikan siapa nan paling terkena dampaknya, dan mereka juga telah melakukan pekerjaan nan cukup baik dalam memberikan support kepada golongan masyarakat nan rentan," ucap Georgieva.

Dia melanjutkan, meskipun pertumbuhan ekonomi di Asia melambat, keahlian area ini secara keseluruhan tetap lebih baik dibandingkan sebagian besar kawasan lain di dunia.

Namun, Tiongkok perlu menciptakan kondisi nan mendukung pertumbuhan nan didorong oleh konsumen jika mau mencapai pemulihan ekonomi nan sigap dan berkelanjutan, kata bos IMF.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6