IKN Kantongi Investasi Rp 35 Triliun, 6 Perusahaan Nasional Kolaborasi dengan Asing

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Hingga November 2023 ini, investasi untuk Ibu Kota Nusantara (IKN Nusantara) membuahkan 305 surat pernyataan minat (Letter of Intent/LoI), baik dalam dan luar negeri. Terhitung sudah ada 21 penanammodal nan melakukan groundbreaking dengan nilai investasi sebesar Rp 35 triliun.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono membahas mengenai progres investasi nan ada di Nusantara. Dari 305 LoI nan masuk ke Otorita IKN, terdapat 172 perusahaan nasional/lokal nan berkeinginan dengan proyek IKN. Meski demikian, sedikitnya ada 133 perusahaan luar negeri juga menyampaikan ketertarikannya.

"Dari 305 LoI nan telah diterima oleh Otorita IKN, telah kami lakukan proses uji kepantasan dengan peninjauan dan prioritasi, dimana tidak hanya perusahaan lokal tetapi juga beragam perusahaan asing nan juga berkolaborasi dengan perusahaan domestik," kata Agung, Selasa (21/11/2023).

Agung berpendapat, ini menunjukkan bahwa bukan berfaedah IKN Nusantara tak diminati perusahaan luar negeri, namun memang saat ini lebih diprioritaskan perusahaan dalam negeri dikarenakan lebih sigap dalam menyelesaikan pentahapan untuk berinvestasi di proyek ibu kota baru.

"Banyaknya perusahaan nasional/lokal nan menjadi penanammodal kami juga dikarenakan cepatnya mereka dalam menyelesaikan proses uji kelayakan, penanammodal domestik lebih sigap mengisi kebutuhan sektor-sektor prioritas di Nusantara," imbuhnya.

6 Perusahaan Pelopor

Setidaknya, terdapat enam perusahaan nasional sebagai pelopor pembangunan IKN Nusantara nan telah berkolaborasi dengan perusahaan internasional.

Antara lain, Hotel Nusantara dan Swiss Hotel, PSSI dengan FIFA, Rumah Sakit Mayapada dengan Apollo Hospital Group, Nusantara Intercultural School dengan JIS, PLN dengan Sembcorp Singapura, dan Pakuwon dengan Marriot International.

Perusahaan Asing

Selain beberapa mitra tersebut, tiga perusahaan internasional juga menjadi pemrakarsa pembangunan area perumahan di Nusantara di antaranya, Citic Construction, Maxim, dan IJM.

“Perlu ditekankan, kami tidak menutup pintu investasi untuk pihak asing, memang kita sempat melakukan pengereman terhadap beberapa corak investasi. Salah satunya argumen kajian kepantasan nan perusahaan tersebut lakukan dinilai kurang pas," tegas Agung.

Tak lupa, Ia juga menyebut insentif dan kemudahan berinvestasi di Nusantara, seperti nan tertuang dalam Peraturan Pemerintahan Nomor 12 Tahun 2023, salah satunya mengenai Hak Guna Usaha (HGU).

"Meskipun demikian, jenis paket penawaran investasi nan kami berikan juga cukup menarik di mana pemberian HGU nan mencapai 95 tahun, serta beberapa insentif, baik bentuk maupun non-fisik lainnya," terangnya.

Ia menyebutkan, kemungkinan Desember 2023, bakal ada groundbreaking tahap tiga, nan rencananya diisi oleh perusahaan-perusahaan nan dibagi ke dalam tiga sektor, ialah sektor hijau, sektor pelengkap ekosistem sumbu kebangsaan, dan sektor lembaga negara dengan sumber pendanaan non-APBN. "Namun agenda tersebut tetap belum final," tandasnya.

Mendag Bujuk Pengusaha AS Investasi di IKN Nusantara

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menghadiri forum Bisnis Indonesia-Amerika Serikat (AS) di New York, AS. Dalam pertemuan ini, mendag membujuk pengusaha AS untuk menanamkan modal di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Dalam aktivitas dengan tema "Peluang Perdagangan dan Investasi di IKN," Zulkifli Hasan menyoroti pentingnya investasi swasta dalam sektor seperti prasarana transportasi dan logistik untuk mendukung pembangunan IKN Nusantara.

“Pembangunan IKN ini merupakan proyek besar nan memerlukan investasi dan kerjasama antar beragam pihak. Investasi swasta sangat terbuka lebar di beragam sektor, termasuk sektor pendukung perdagangan seperti prasarana transportasi dan logistik”, ujar Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangan, Selasa (21/11/2023).

Meskipun tantangan ekonomi global, Mendag Zulkifli Hasan memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kokoh, mencapai 4,94% pada Q3 2023, dengan inflasi nan terkendali di 2,28% pada September 2023.

Kemudian, antusiasme positif dari pelaku upaya dalam forum ini disambut baik oleh Mendag Hasan, nan berambisi bakal terjadi peningkatan kerja sama antara Indonesia dan AS.

Serta, dalam kesepakatan Comprehensive Strategic Partnership (CSP) nan ditingkatkan setelah pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden AS Joe Biden menjadi momentum positif dalam hubungan kedua negara. Investasi di IKN diharapkan tidak hanya memberikan akibat ekonomi nan luas tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor UMKM Indonesia.

Selain itu, Mendag menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan untuk bekerja berbareng Otorita IKN dan lembaga mengenai dalam menciptakan Ibu Kota Negara Nusantara nan berfokus pada pemerataan ekonomi.

“Kementerian Perdagangan juga bakal bekerja secara berkesinambungan berbareng Otorita IKN dan seluruh lembaga terkait, dalam menciptakan Ibu Kota Negara Nusantara nan berasaskan pada pemerataan ekonomi, dan memanfaatkan IKN dalam mewujudkan sektor perdagangan nan lebih kuat dantransformatif”, tegas Zulkifli Hasan.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6