Hari Laut Sedunia, Menteri KKP Ingatkan Masyarakat Pentingnya Jaga Kebersihan Laut

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada momen peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day), Sabtu, 8 Juni 2024 menyerukan kepada masyarakat pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan laut.

Trenggono mengatakan sebagai negara maritim, menurutnya, masyarakat selayaknya menjadikan laut sebagai laman depan nan senantiasa dijaga kebersihannya.

"Jadikan laut sebagai laman depan, jangan buang sampah ke laut, tidak hanya plastik tapi semua jenis sampah," ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dikutip Minggu (9/6/2024).

Seruan ini dilakukan lantaran Trenggono menilai tetap banyak masyarakat nan belum mengetahui pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan laut. Baik itu dari limbah sampah maupun aktivitas pemanfaatan nan dapat menakut-nakuti keberlanjutan ekosistem. 

Menurutnya, pemanfaatan ruang laut untuk beragam aktivitas pun diimbaunya kudu memperhatikan keberlanjutan ekologi. Termasuk aktivitas penangkapan ikan kudu dilakukan dengan cara-cara nan ramah lingkungan.

Trenggono turut menuturkan, sesehatan laut, bakal memberi pengaruh besar dalam menahan laju perubahan iklim. Ekosistem laut dapat menyerap karbon dalam jumlah sangat besar, dan andaikan kondisinya rusak juga dapat melepaskan karbon nan semula tersimpan.

"Jadi kita kudu bersama-sama memastikan bahwa laut bersih, sehat, lantaran laut memberi kehidupan bagi umat manusia. Kalau kehidupan umat manusia ini mau berjalan dengan aman, baik, dan sehat, maka jagalah laut," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KKP Rudi Heriyanto Adi Nugroho menambahkan, pada peringatan World Ocean Day (WOD) tahun ini, KKP menggelar beragam aktivitas edukasi diantaranya literasi pengelolaan sampah, workshop/seminar mengenai WOD, training teknik transpalantasi terumbu karang, hingga menghadirkan taman referensi masyarakat. 

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Gelar Aksi Lingkungan

KKP juga menggelar tindakan lingkungan seperti membersihkan sampah di laut dan pantai, penanaman mangrove, serta monitoring karang. Untuk tindakan bersih sampah dilakukan serentak di beragam letak oleh Unit Pelaksana Teknis KKP dan penduduk masyarakat di seluruh Indonesia. Seluruh aktivitas tersebut melibatkan masyarakat lintas kalangan termasuk anak-anak sekolah.

"Kita kudu bersama-sama melakukan tindakan nyata dalam menjaga ekosistem laut," jelas Rudi.

Pihaknya mau meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian laut. Di samping itu, sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai isu-isu kelautan, sesuai tema WOD Catalyzing Action for Our Ocean & Climate.

Rugikan Negara Rp 1,4 Miliar, Kementerian Kelautan Ciduk Kapal Asal Filipina di Sulawesi

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap satu kapal pengangkut ikan asal Filipina di perairan di Laut Sulawesi. Kapal ini rupanya sudah beraksi selama tahunan melakukan penangkapan terlarangan di wilayah Indonesia.

Atas praktik ini, kerugian negara ditaksir mencapai  Rp 1,4 miliar. Ini merupakan hitungan dari potensi kerugian atas hilangnya sumber daya perikanan nan diangkut ke negara lain secara ilegal.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pung Nugroho Saksono menegaskan tindakan penangkapan kapal terlarangan wajib dilakukan.

"Operasi semacam ini menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menjaga kedalulatan sumber daya perikanan Indonesia serta memberikan pesan kuat kepada pelaku illegal fishing bahwa kami bakal tindak tegas,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah adanya penangkapan, diketahui jika aktivitas penangkapan ikan terlarangan ini sudah terjadi sejak 2022 lalu. Bahkan, hasil tangkapan di laut Indonesia dibawa ke Filipina untuk dijual.

"Berdasarkan pengakuan dari nahkoda kapal tersebut, pihaknya telah melakukan pengangkutan ikan di perairan Indonesia ke  General Santos ( Gensan) Filipina sejak tahun 2022 sampai Maret 2024, tanpa arsip sama sekali namalain Illegal,” kata Pung Nugroho.

Sementara itu, Kepala Stasiun PSDKP Tahuna, Bayu Y Suharto menjelaskan kronologi penangkapan kapal ikan Filipina tersebut. Dia dengan armada Speedboat Pengawas (SP) Napoleon 39 sukses menghentikan, memeriksa dan menahan Kapal FB.CA. F-01 alias KM. EPM pada 18 Maret 2024, pukul 11:14 (WITA) di Perairan Pelabuhan Perikanan Dagho WPPNRI 716.

Hitung Kerugian Negara

Dengan penangkapan tersebut, Stasiun PSDKP Tahuna sukses menjaga potensi valuasi kerugian negara dari penangkapan illegal fishing sebesar Rp 1.420.650.000. Angka tersebut didapatkan dari kalkulasi total ikan nan diangkut ke Gensan Filipina dalam kurun tiga tahun terakhir.

Kapal Filipina nan berjenis kapal pengangkut ikan tersebut mempunyai 4 orang ABK nan berkebangsaan Filipina dengan muatan kurang lebih 2 ton Tuna.

“Kapal tersebut juga masuk ke teritorial Laut Sulawesi dengan tidak dilengkapi arsip perizinan pengangkutan ikan nan sah, apalagi menggunakan arsip palsu,” ujar Bayu.

Saat ini, Kapal Filipina tersebut berada di Stasiun PSDKP Tahuna untuk diproses norma lebih lanjut.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6