Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Makin Jauh dari USD 100 per Barel

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Harga minyak mentah AS turun pada Rabu (Kamis waktu Jakarta). Harga minyak dunia terjun bebas setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunda pertemuan penting mengenai pengurangan produksi nan dijadwalkan pada akhir pekan.

Dikutip dari CNBC, Kamis (23/11/2023), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk perjanjian bulan Januari turun sekitar 5% menjadi USD 73,85 per barel di pagi hari, namun bisa memulihkan sebagian besar kerugian tersebut.

Harga minyak mentah AS tersebut akhirnya menetap di USD 77,10 per barel, turun 67 sen alias 0,86%. Sedangkan nilai minyak Brent untuk perjanjian bulan Januari turun 49 sen, alias 0,59%, menjadi USD 81,96 per barel.

OPEC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan para menteri daya ditunda hingga Kamis depan. Organisasi tersebut tidak memberikan alasannya, namun Arab Saudi sedang berjuang untuk meyakinkan Angola dan Nigeria agar menerima sasaran produksi nan lebih rendah, kata para delegasi kepada Bloomberg.

Ada peningkatan antisipasi di kalangan pedagang bahwa OPEC dan sekutunya, nan disebut OPEC+, mungkin bakal menerapkan pengurangan produksi tambahan, nan mendorong nilai lebih tinggi pada akhir pekan lampau dan awal pekan ini.

Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga menyatakan, kepatuhan merupakan tantangan besar bagi OPEC+ lantaran banyak negara mempunyai insentif untuk tidak mematuhi kuota produksi mereka.

“Kepatuhan bakal lemah di masa depan,” kata Varga. 

Dia menunjuk pada Rusia khususnya, nan perlu membiayai perangnya di Ukraina.

Harga Minyak Anjlok

Harga minyak telah turun drastis dari level tertingginya di bulan September lantaran rekor produksi non-OPEC berbenturan dengan kekhawatiran permintaan di Tiongkok, di mana ekspor telah turun selama enam bulan berturut-turut.

“Hal ini melemahkan upaya Saudi untuk mengembalikan nilai minyak ke USD 100 per barel lebih,” John Kilduff, analis minyak di Again Capital, mengatakan kepada “Power Lunch” CNBC pada hari Rabu.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6