Harga Kakao Dunia Tembus Level Tertinggi ke USD 5.874 per Ton Imbas El Nino

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Harga kakao dunia telah mencapai rekor tertinggi baru lantaran cuaca kering menimbulkan gangguan pada penanaman di Afrika Barat.

Mengutip BBC, Selasa (12/2/2024) harga kakao di pasar komoditas New York mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa ialah USD 5.874 per ton pekan lalu.

Harga bahan utama pembuatan coklat sekarang meningkat dua kali lipat sejak awal tahun lalu. Melonjaknya nilai kakao telah menyebar ke konsumen dan menekan produsen coklat besar.

"Harga kakao nan berhistoris diperkirakan bakal membatasi pertumbuhan pendapatan tahun ini,” ungkap salah satu produsen coklat terbesar di dunia, Hershey.

Kepala pelaksana Hersey, Michele Buck juga tidak menutup kemungkinan memasang nilai nan lebih untuk pelanggan.

“Kami tidak bisa membicarakan mengenai penetapan nilai di masa depan,” katanya saat berbincang dengan para analis.

Namun dia menambahkan, “mengingat kondisi nilai kakao, kami bakal menggunakan semua perangkat nan kami miliki, termasuk penetapan harga, sebagai langkah untuk mengelola bisnis.”

Komentar tersebut muncul ketika Hershey mengumumkan hasil keuangannya di kuartal terakhir 1023. Angka-angka tersebut menunjukkan penjualan turun sebesar 6,6 persen lantaran konsumen nan terimbas inflasi mengurangi pengeluaran untuk produk gula-gula.

Bulan lalu, Mondelez, perusahaan di kembali merek Cadbury, juga mendapati kenaikan nilai bahan baku sebagai salah satu tantangan nan dihadapinya di tahun ini.

Chief Financial Mondelez, Luca Zaramella mengungkapkan bahwa perusahaannya mengalami peningkatan nilai nan cukup signifikan pada komoditas kakao dan gula.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

El Nino jadi Pemicu Kenaikan Harga Kakao

Seperti diketahui, kejadian cuaca El Niño telah menyebabkan cuaca lebih kering di Ghana dan Pantai Gading, nan merupakan dua produsen biji kakao terbesar di dunia.

Suhu nan lebih panas dan perubahan pola curah hujan akibat perubahan suasana juga dapat berakibat pada hasil panen.

"Pedagang cemas bakal pendeknya tahun produksi dan kekhawatiran ini diperparah oleh El Niño nan menakut-nakuti tanaman Afrika Barat dengan cuaca panas dan kering," kata Jack Scoville, analis di Price Futures Group.

Imbas El Nino, Sulawesi Selatan Rawan Mati Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) mewaspadai akibat El Nino nan bisa berpengaruh terhadap suplai kelistrikan. Seperti di Sulawesi Selatan, dimana masyarakat setempat kerap mengeluhkan tindakan pemadaman listrik.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan, fenomena El Nino turut menyebabkan debit air menyusut. Padahal, itu jadi salah satu sumber kelistrikan di Sulawesi Selatan nan berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

"El Nino ini bukan baru ketahuan, tapi kurang antisipasi kita akui. Bahwa di Sulsel itu sudah lebih dari 35 persen energinya dari air, ketika musim kering El Nino ini menjadi masalah," kata Jisman di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Tak hanya krisis air, pola cuaca itu juga membikin hembusan angin di wilayah Sulawesi Selatan berkurang. Padahal, angin pun merupakan salah satu sumber kelistrikan di sana nan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), seperti PLTB Sidrap dan PLTB Tolo 1 Jeneponto.

"Jadi baru ketahuan juga bahwa hidro di Sulsel juga ada angin. Kelihatannya sejalan dia, ketika El Nino angin hilang, jadi enggak berporduksi, apalagi sampai nol di Jeneponto. Rata-rata hanya 20 persen pada saat El Nino," ungkapnya.

Usul Kementerian ESDM

Oleh karenanya, Jisman meminta konsumsi listrik di Sulawesi Selatan bisa lebih dibagi rata. Tidak hanya besar untuk salah satu sektor saja.

"Sehingga kami mencoba meminta industri sama upaya hotel sana, tolong ya kita bagi-bagi penderitaan lah, kira2 begitu. Ini kan masalah alam, sehingga kepentingan masyarakat itu didahulukan," ucapnya.

Mulai Berangsur Normal

Meskipun untuk saat ini, Jisman memandang suplai air di provinsi tersebut sudah mulai berangsur normal berkah curah hujan nan cukup banyak. Sehingga debit air di waduk terpenuhi, dan diperkirakan Mei 2024 sudah tak ada lagi kekurangan.

"Sekarang Sulsel normal kembali. Bagaimana musim kering bakal datang, kami sudah mendorong apakah itu sewa, pokoknya enggak boleh kekurangan. Pikirkan apa nan untuk dekat sama jangka menengah panjang," pintanya.

Pada 2023 lalu, seorang influencer Makassar, Bobo menyampaikan unek-uneknya mengenai seringnya pemadaman bergilir dilakukan oleh PLN. Bahkan, Bobo menyebut pemadaman bergilir di Sulsel bisa sampai 12 jam.

 "Makassar agak rutin meninggal lampu. Katanya pengaruh kekeringan jadi tenaga pembangkit listriknya mengalami kendala," ujarnya di depan Gibran Rakabuming Raka di Cafe The Icon Makassar, Jumat (24/11/2023).

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6