Harga Emas Dunia Jatuh di Tengah Penantian Data Inflasi AS

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas bumi tergelincir pada perdagangan di hari Senin menjelang keluarnya info inflasi Amerika Serikat (AS) dan komentar dari pejabat Bank Sentral AS alias the Fed mengenai rencana penurunan suku bunga.

Mengutip CNBC, Selasa (13/2/2024), harga emas dunia di pasar spot turun 0,4% menjadi USD 2.015,59 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS juga turun 0,5% menjadi USD 2.029,20 per ounce.

Analis senior Kitco Metal Jim Wyckoff mengatakan, penurunan suku kembang mungkin bakal dilakukan pada paruh kedua tahun ini lantaran info ekonomi AS akhir-akhir ini terlalu kuat untuk menjadi patokan penurunan suku kembang pada bulan Mei.

Dia menambahkan, minat beli terhadap emas tetap terbatas lantaran reli pasar saham baru-baru ini.

“Kami memperkirakan bakal terjadi penurunan inflasi dan jika kami tidak mencapainya, perihal ini bakal memberikan tekanan baru pada nilai emas,” katanya.

Jajak pendapat Reuters untuk nomor inflasi AS bulan Januari memproyeksikan kenaikan bulanan sebesar 0,2% sementara indeks nilai konsumen inti diperkirakan naik 0,3%.

Data CPI AS bakal dirilis pada hari Selasa, diikuti oleh info penjualan ritel AS pada hari Kamis dan info indeks nilai produsen (PPI) pada hari Jumat.

Sementara, pelaku pasar juga menunggu komentar dari setidaknya tujuh pejabat Fed pada minggu ini.

Pada pekan lalu, beberapa pengambil kebijakan The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell mengatakan mereka bakal menunggu penurunan suku kembang sampai mereka lebih percaya bahwa inflasi bakal turun menjadi 2%.

Alat CME Fedwatch menunjukkan bahwa pelaku pasar memandang kesempatan penurunan suku kembang sebesar 57% pada bulan Mei.

Kepala analis komoditas TD Securities Bart Melek dalam catatannya menjelaskan bahwa sembari menunggu penurunan suku kembang The Fed, permintaan bentuk emas nan kuat dan pembelian sektor resmi diproyeksikan bakal mengangkat nilai ke rata-rata USD 2.200 per ounce pada kuartal berikutnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Harga Emas Dunia Diramal Cerah Pekan Ini

Sebelumnya, nilai emas mengalami pergerakan nan sangat dramatis pada awal pekan lalu. Harga emas di pasar spot pada Minggu malam pekan lampau di sempat menyentuh level USD 2.041 per ounce sebelum akhirnya jatuh ke level terendah dihitung secara mingguan di level USD 2.016 per ounce pada Senin pagi.

Sedangkan untuk gerak harga emas dunia pada pekan ini, para analis di Wall Street dan pelaku pasar alias pedagang berada dalam lingkungan nan sama. Keduanya memandang sangat mini kesempatan tindakan jual nan signifikan dalam beberapa hari mendatang lantaran pasar mencapai perkiraan konsensus stabil dengan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.

Presiden Adrian Day Asset Managemen Adrian Day mengatakan, pergerakan harga emas dunia bakal terus bersambung ke perspektif pandang positif. “Emas telah mundur setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menghancurkan ekspektasi penurunan suku kembang jangka pendek,” katanya.

“Sekarang emas dapat menemukan basisnya lagi dan mulai bergerak naik kembali. Awal dari pasar bullish telah ditunda tetapi tidak dibatalkan.” jelas dia dikutip dari Kitco, Senin (12/2/2024).

Sedangkan James Stanley, analis senior di Forex.com, kembali berada pada posisi bullish setelah meragukan potensi emas dalam jangka pendek pada minggu lalu.

“Sejauh ini nilai emas terus bergerak positif dan memperkuat di atas USD 2.000 dan apalagi ketika Dolar AS mengalami reli dua hari terbesarnya nilai emas tetap bisa bertahan,” katanya.

“Jadi struktur bullish tetap ada dan sejauh ini ada pertahanan terhadap struktur tersebut.” tutur dia.

Meski begitu, Stanley percaya tren nilai selanjutnya bakal didorong oleh laporan CPI. “Jika kita memandang CPI Inti lebih dari 4% secara tahunan, perihal ini dapat menyebabkan kekacauan pada tren risiko, dan menurut saya perihal tersebut dapat berakibat negatif pada emas,” katanya.

“Tetapi saya memperkirakan IHK bakal lemah dan saya pikir perihal itu dapat memberi kesempatan bagi pembeli.” 

Prediksi Harga Emas Pekan Ini

Broker Komoditas Senior RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, pelemahan nilai emas pada Jumat kemarin adalah reaksi pasar terhadap info China dan pertaruhan bakal info AS pekan ini.

“Saya pikir ini adalah antisipasi terhadap angka-angka minggu ini,” katanya.

“Mungkin beberapa pedagang keluar lebih awal, namun nan terpenting adalah info inflasi Tiongkok kemarin menunjukkan penurunan di sana. Itulah nan menjadi pemicu perihal ini.”

Haberkorn juga menyebut kenaikan pasar saham menghalang pergerakan nilai emas.

“Saat ini pasar saham AS cukup panas, dan pasar kembali mengambil risiko,” katanya.

“Kami memandang indeks S&P bakal ada di atas 5.000, dan Nasdaq mencapai level tertinggi saat ini, sehingga emas kehilangan sedikit kilaunya di sini ketika ekuitas sudah kuat.”

Dia mengatakan nilai emas bakal berada di kisaran antara USD 2.000 dan USD 2.075 saat ini.

“Kami memerlukan pergerakan di atas USD 2.075 dari perspektif pandang teknis untuk memberi sinyal adanya terobosan baru, nan bisa terjadi minggu ini dengan info nan keluar,” katanya.

Haberkorn juga setuju bahwa serangan jawaban pemerintahan AS terhadap kelompok-kelompok sekutu Iran sudah diperhitungkan, dan pasar sekarang menunggu pemicu geopolitik berikutnya.

“Benar-benar tidak ada buletin geopolitik baru, saya tahu situasi Laut Merah nan mereka katakan sedang memburuk, situasi Israel tetap berlangsung, begitu juga dengan Ukraina. Masih ada serangan berkepanjangan nan dilakukan oleh proksi Iran,” katanya.

“Tetapi saya pikir apa nan bakal menjadi katalis bagi nilai emas untuk naik lebih tinggi adalah jika ada serangan langsung di Iran, alias ada sesuatu dimana Garda Revolusi Iran betul-betul berada di depan dan tengah dalam serangan di Irak.”

“Jika Iran lebih terlibat secara langsung, alias kita lebih terlibat dalam perselisihan dengan Iran, alias di Laut Merah dengan Houthi, jika ada perkembangan signifikan di sana, perihal itu bakal menjadi katalis bagi nilai emas untuk diperdagangkan lebih tinggi.”

Hasil Survei

Pada minggu ini, 12 analis berperan-serta dalam Survei Emas Kitco News. Empat analis alias 42% memperkirakan nilai emas bakal lebih tinggi pada minggu ini. Sementara hanya satu analis, nan mewakili 8% memperkirakan penurunan nilai emas pada pekan ini.

Sedangkan enam analis alias separuh dari mereka nan disurvei, memperkirakan nilai emas bakal diperdagangkan sideways selama minggu ini.

Sementara itu, 165 bunyi diberikan dalam jajak pendapat online Kitco. Mayoritas pelaku pasar mempertahankan sikap bullish.

Sebanyak 77 penanammodal ritel nan mewakili 47%, memperkirakan emas bakal naik minggu ini. Sebanyak 37 responden alias 22% memperkirakan nilai emas bakal bergerak lebih rendah.

Sementara 51 responden alias 31% bersikap netral terhadap prospek jangka pendek logam mulia.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6