Harga Beras Naik Lebih Ngeri daripada BBM, Ini Buktinya

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Ekonom Senior Chatib Basri menyoroti nilai beras nan terus mengalami tren kenaikan. Menurut dia, kondisi harga beras naik ini lebih darurat dibanding lonjakan nilai BBM, dan berpotensi meningkatkan jumlah masyarakat miskin.

Adapun nilai beras medium di pasaran rata-rata telah melampaui nilai referensi penjualan (HAP) nan ditetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 7 Tahun 2023 sebesar Rp 10.900-Rp 11.800 per kg.

Harga beras medium bertengger pada rata-rata Rp 13.250 per kg. Harga tertinggi ada di beberapa provinsi dengan patokan Rp 14.000 per kg. Sementara nilai rata-rata beras premium sebesar Rp 15.000 per kg. Namun, di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat bisa tembus hingga Rp 20.000 per kg.

Chatib Basri mengatakan, El Nino memang mempunyai akibat nan sangat sensitif lantaran India mulai melakukan restriksi terhadap ekspor berasnya. Implikasinya, masyarakat Indonesia sudah merasakan dalam beberapa bulan terakhir, dimana nilai beras terus terjadi.

"Beras adalah komoditas politik, komoditas nan paling sensitif. Saya terus terang mengatakan ketika saya jadi Menteri Keuangan, saya tidak terlalu cemas menaikan harga BBM, lantaran pengaruh dari kenaikan nilai BBM mungkin muncul secara tidak langsung terhadap ongkos makanan. Tapi jika nilai beras sendiri mengalami peningkatan, maka efeknya sangat luar biasa," ujarnya dalam BTPN Economic Outlook 2024 di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Masyarakat Miskin Nambah

Mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 ini menilai, arti kemiskinan sangat erat berangkaian dengan nilai beras. "Jadi jika nilai beras naik, bukan tidak mungkin prosentase dari masyarakat miskin di Indonesia bakal mengalami peningkatan. Beras adalah komoditas paling sensitif," imbuhnya.

Butuh BLT

Karena itu, Chatib menyarankan pemerintah untuk memastikan suplai beras cukup. Seandainya suplai tidak cukup, harganya naik, maka pemerintah perlu memberikan support langsung tunai (BLT).

"Ini nan saya dengar katanya sudah bakal dilakukan mulai Desember ini, Rp 400 ribu per family untuk 18,7 juta keluarga," kata Chatib.

Menurut catatannya, nilai beras terus mengalami kenaikan 16,2 persen secara tahunan (YoY) per September 2023. Chatib memandang itu sudah dirasakan rumah tangga lantaran kenaikan nilai beras sangat sensitif.

"Karena saya ambil contoh, prosentase masyarakat miskin di Indonesia sudah relatif rendah. Tetapi banyak sekali masyarakat nan hidup di garis kemiskinan. Jadi jika nilai berasnya naik, mereka masuk di dalam kategori miskin," tuturnya.

Harga Beras hingga Gula Dunia Tak Karuan Imbas Krisis El Nino

 Fenomena El Nino telah memicu beragam akibat pada kesiapan dan harga pangan global yang paling populer, di antaranya harga beras, jagung, dan gula.

Meski terjadi halangan dari El Nino, India menutup keran ekspor beras basmati untuk menjaga kesiapan domestik, mendorong negara importir untuk mengganti pemasok mereka.

Tak hanya beras, El Nino juga menimbulkan halangan pada panen di India dan Thailand, eksportir gula terbesar kedua dan ketiga di dunia.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperkirakan penurunan produksi gula dunia bakal mencapai 2 persen pada musim 2023-2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Angka ini menandai penurunan sekitar 3,5 juta metrik ton, kata Fabio Palmeri, analis pasar komoditas dunia FAO.

Dengan musim kekeringan El Nino nan diprediksi tetap bakal memperkuat hingga Februari 2024, harga-harga pangan dunia sekarang menjadi pantauan masyarakat luas.

Harga Beras DuniaMelansir laman Indeks Pasar Agrikultur Bloomberg, Selasa (21/11/2023) nilai beras mentah dunia sekarang berada di USD 17,36 per 100 pon, turun 0,23 persen. Sementara menurut Nasdaq, nilai beras mentah dipatok USD 17,395.

Di Indonesia sendiri, nilai beras medium di pasaran rata-rata telah melampaui nilai referensi penjualan (HAP) nan ditetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 7 Tahun 2023 sebesar Rp 10.900 per kilogram-Rp 11.800 per kilogram.

Kemudian untuk nilai jagung naik 0,05 persen menjadi USD 487,75 per gantang, dan gandum USD 574,75 per gantang.

Kenaikan tertinggi terjadi pada gula hingga 1,40 persen menjadi USD 27,56 per kilo. Adapun harga pangan dari kacang kedelai nan naik 1,24 persen menjadi USD 448.80 per 1000 kilogram.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6