Harga Beras hingga Cabai Melambung, KPPU Khawatir Ada Kartel

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan kenaikan nilai beras, gula, hingga cabai. Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa pun mewanti-wanti adanya kartel nan sengaja mempermainkan nilai di lapangan.

Guna memastikan nilai sejumlah komoditas pangan, KPPU menggandeng Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional Cihapit dan Griya Pahlawan Bandung, Jawa Barat.

"Sidak ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi adanya permainan nilai dan penahanan pasokan oleh pelaku upaya tertentu serta stabilitas komoditas di Jawa Barat jelang Bulan Ramadhan," ujar Ketua KPPU Fanshurullah, dalam keterangannya, dikutip Senin (12/2/2024).

Sidak tersebut mengungkap, nilai beras mahal di pasaran. Terdapat selisih nilai nan cukup besar dari nilai satuan normal sebelumnya. Pada beras premium misalnya nan dijual rata-rata Rp 16.900 per kilogram (kg). Harga beras ini meningkat 21,8 persen.

"Padahal HET beras premium sebesar Rp 13.900/kg sebagaimana telah ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sedangkan beras medium mengalami kenaikan sebesar 28,44 persen dari HET sebesar Rp 10.900/kg menjadi Rp 14.000/kg," tuturnya.

Kemudian, cabe merah keriting terpantau mengalami kenaikan nan sangat signifikan jelang Ramadan. HET cabe merah keriting adalah Rp 55.000/kg namun di pasaran ditemukan nilai cabe merah keriting sebesar Rp 150.000/kg, naik sebesar 172,73 persen, jauh di atas nan ditentukan pemerintah.

Selain itu, komoditas cabai merah juga mengalami kenaikan rata-rata sebesar 33,06 persen dengan rentang nilai per kilogramnya Rp55.000-Rp 82.160.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6