Harga Beras Cetak Rekor Tertinggi, Pedagang Pasar Salahkan Data Pemerintah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Harga beras di pasaran melambung tinggi dalam beberapa bulan ini. Kenaikan terjadi baik untuk beras jenis medium maupun premium. 

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan apalagi menyebut bahwa kenaikan harga beras saat ini memecahkan rekor tertinggi. dalam catatannya, nilai beras medium dijual Rp 13.500 per kilogram (kg) sedangkan beras premium sudah menyentuh Rp 18.500 per kg.

"Ini nilai beras tertinggi sepanjang pemerintahan presiden Jokowi," ujar Reynaldi di Jakarta, Senin (12/2/2024).

Selain alami kenaikan harga, pasokan beras medium maupun premium juga mulai langka di pasar tradisional. Kondisi ini menyebabkan nilai beras menjadi semakin mahal. "(Saat ini) beras melonjak dan sulitnya beras di dapati di pasar tradisional," ungkapnya.

Reynaldi menyebut, kenaikan dan kelangkaan beras ini diakibatkan oleh ketidakakuratan info pemerintah atas pasokan beras untuk aktivitas support sosial (bansos) pangan maupun konsumsi masyarakat secara umum.

Kondisi ini diperparah dengan ketidaksiapan pemerintah dalam menghadapi angin besar El-Nino.

Ke depan, IKAPPI meminta pemerintah agar berhati-hati dengan lonjakan beras dan sulitnya untuk mendapatkan pasokan di pasar tradisional nan tetap terus berlangsung. Mengingat, kondisi ini dapat merugikan masyarakat selaku konsumen akibat pelemahan daya beli.

"Ini krusial lantaran ini momen politik, musim pemilu sehingga banyak beras nan di ambil diluar pasar tradisional alias produsen besar. Ini nan kudu di jaga oleh pemerintah untuk ke depan," pungkasnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Jelang Pemilu dan Ramadan, Harga Beras Makin Mahal Tembus Rp 36 Ribu per Kg

Harga sejumlah bahan pangan terpantau mengalami kenaikan nan cukup signifikan dalam satu pekan terakhir. Bahkan tercatat sejumlah daerag di Timur Indonesia beras premium dijual Rp 25-36 ribu per kilogram (kg).

Secara tren, perihal ini terlihat mengalami kenaikan dari pekan-pekan sebelumnya. Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) nilai beras di Papua Tengah pernah mencapai Rp 36.130 per kg di 10 Februari 2024. Kini, harganya berangsur turun di kisaran Rp 19.000 per kg.

Sementara itu, di wilayah Papua Pegunungan, harga beras masih bertengger di Rp 25.000 per kg hingga saat ini. Angka tertinggi ada di Kabupaten Jayawijaya dengan nilai nan sama. Di Provinsi Papua dan Papua Barat sendiri, nilai beras tetap memperkuat di kisaran Rp 16.000-18.000 per kg.

Kemudian, di wilayah Sulawesi-Maluku nilai beras juga berkisar antara Rp 15.000-18.000 per kg. Sulawesi Tengah misalnya, nan dalam beberapa hari terakhir mencatatkan nilai rata-rata beras di Rp 15.000-16.000 per kg. Sementara itu, di Maluku Utara nilai berkisar di Rp 17.000 per kg.

Masih mengutip referensi info nan sama, DKI Jakarta mencatatkan nilai rata-rata beras premium di Rp 15.650 per kg. Harga tertinggi ada di Jakarta Barat dengan Rp 18.000 per kg.

Selanjutnya, Jawa Barat mencatatkan nilai rata-rata Rp 16.270 per kg. Untuk sementara ini nilai tertinggi ada di Kabupaten Bandung dengan Rp 17.500 per kg. Diikuti dengan Indramayu dengan Rp 17.000 per kg.

Berkaca pada sebaran info tadi, nilai beras mahal nyaris terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Ini terlihat dari visualisasi info nan ditampilkan Bapanas.

Terpantau, lebih dari 90 persen wilayah Indonesia dicitrakan dengan warna merah. Warna ini menunjukkan adanya nilai beras lebih dari 5 persen diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) alias Harga Acuan Pembelian (HAP).

Beras Medium Juga Naik

Tren kenaikan nilai juga terjadi pada nilai beras medium. Ini jadi beras nan kualitasnya setara dengan nan dijual oleh Bulog. Tercatat, harga-harga di seluruh provinsi juga lebih tinggi dari HET.

Harga beras medium secara nasional rata-rata di Rp 13.750/kg. Angka tertinggi ada di Papua Tengah dengan Rp 17.000/kg dan terendah ada di Kalimantan Selatan dengan Rp 11.820/kg.

Perlu dicatat, HET beras premium ditetapkan Bapanas sebesar Rp 10.900/kg. Artinya, seluruh provinsi di Indonesia menjual beras medium dengan nilai diatas HET.

Dilihat dari pemetaannya, tren nan sama terjadi pada nilai beras medium ini. Terlihat lebih dari 90 persen wilayah Indonesia berwarna merah. Bedanya, warna ini menunjukkan nilai penjualan beras medium berada lebih dari 20 persen di atas HET.

* Fakta alias Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran info nan beredar, silakan WA ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci nan diinginkan.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6