Guru SD di IKN Dituntut Melek AI Biar Bisa "Ngobrol" dengan Tiang Listrik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB), menyelenggarakan workshop bertema Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para pembimbing jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) di wilayah IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Analis Kebijakan Ahli Madya Otorita IKN Panggih Raharjo mengatakan, aktivitas workshop ini diikuti sekitar 60 pembimbing SD dari 29 perwakilan sekolah di Sepaku, PPU, nan merupakan salah satu dari enam kecamatan dalam delineasi IKN.

Program workshop ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapabilitas para pembimbing SD di IKN. Tak hanya di satu tempat, itu bakal dilaksanakan juga di kecamatan lain dalam delineasi IKN, seperti Kecamatan Samboja Barat, Samboja, Muara Jawa, Loa Janan, dan Loa Kulu di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

"Ini merupakan salah satu corak upaya Otorita IKN dan ITB untuk meningkatkan kapabilitas pembimbing guna mempersiapkan mereka. Terutama di sekolah dasar, agar ocehan dan melek teknologi, khususnya mengenai penggunaan AI alias Artificial Intelligence dalam pembelajaran," imbuh Panggih, Rabu (15/5/2024).

Menurut dia, kepintaran buatan krusial untuk dipelajari lantaran di IKN kelak bakal banyak dibangun fasilitas-fasilitas umum nan menggunakan teknologi AI. Salah satu contohnya, bahwa teknologi bakal memungkinkan tiang listrik (smart pole) di IKN bisa berkomunikasi dan digunakan sebagai penunjuk jalan.

"Kami berambisi aktivitas ini dapat bersambung dan menyasar ke kecamatan lain nan masuk dalam delineasi IKN," ujar Panggih.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITB untuk IKN, Ade Engkus Kusnadi, menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman nan memadai kepada seluruh peserta mengenai pentingnya etika penggunaan teknologi dalam bagian pendidikan.

"Agar teknologi betul-betul dapat dimanfaatkan dengan baik serta dapat meminimalisir akibat negatif dari penggunaannya," ungkapnya.

* Follow Official WA Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Sumber Bisnis LP6
Bisnis LP6